Tairyo Japanese Restaurant, An All You Can Eat That Make You Say Enough First!

2 komentar

Hai eaters until die, dalam indahnya kebersamaan bulan suci Ramadhan, Grand Indonesia Shopping Town berusaha mendekatkan dirinya dengan para blogger dengan mengadakan Buka Bareng Blogger yang diadakan di tiga resaturant berbeda yaitu Tairyo, Katsusei dan Jun Njan. Pada row pertama, Buka Bareng Blogger memilih sekitar 20 blogger yang beruntung setelah mengirimkan pengalaman kulinernya di Grand Indonesia untuk buka puasa bersama di Tairyo Japanese Restaurant. Salah satu diantaranya adalah saya. Woow, very proud and happy to be selected as one of them! Berkah Ramadhan hehehe...


Acara buka Bareng Blogger diadakan tanggal 12 Agustus 2011 lalu bertempat di Tairyo Japanese Restaurat di West Mall, Level 5, 11 & 11 C. Sebelum masuk ke area restonya para blogger diharuskan registrasi ulang dan diabadikan gambarnya di booth photo dari Moments to Go. Wah, baru dateng udah disuruh gaya aja nih hehehe...Memasuki Japanese resto yang mengusung tema Buffet Japanese Restaurant ini pengunjung langsung dimanjakan dengan suasana resto minimalis dengan penerangan yang cukup meneduhkan mata. Karena resto ini juga berupa Teppanyaki resto, maka ada tiga buah Teppanyaki area disediakan dengan kapasitas sekitar 20 kursi. Di sisi lain ada area standar dengan sofa dan bangku berwarna cokelat tanah yang cukup modern. Tersedia juga dua VIP Room lengkap dengan meja Teppanyakinya. 




Resto yang menyuarakan tagline ‘You’ll Stop Before We Do’ ini menawarkan sensasi makan sepuasnya hanya Rp250.000 untuk lebih dari 100 jenis menu mulai dari teppanyaki, sushi, sashimi, lunch set, set menu, a la carte, dan beragam menu pilihan lainnya. Resto berlambang ikan ini juga menyediakan paket promo sampai September 2011 berupa All You Can Eat & Drink Package berupa Lunch Rp129.000 dan Dinner Rp149.000. Tidak heran para blogger dibuat kaget dengan sederet menu yang disajikan Tairyo malam itu. Mulai dari Ta’jil, Appetizers, Main Courses, hingga Desserts yang menggoyang lidah.

Sebelum sesi makan dimulai ada perkenalan dari MC dan beberapa sambutan diantaranya dari Restaurant Manager Tairyo, perwakilan dari partner acara Buka Bareng Blogger Fimela.com dan Multiply. Setelah sesi perkenalan dan sambutan, dimulailah acara demo masak sekaligus pembuka untuk menu Appetizer yang pertama, yaitu Assorted Sashimi. Demo ini dipimpin seorang chef ahli pembuat sashimi dari Tairyo.  Ikan yang digunakan disini adalah Salmon Norwegia, konon katanya Salmon Norwegia ini ikan yang paling enak untuk dibuat sashimi selain kesegarannya, bagian perutnya juga mengandung lemak tak jenuh yang dagingnya super empuk dan enak. Chef yang saya lupa namanya itu mmeulai penyayatan dgaing demi daging salmon menggunakan pisau khusus yang didatangkan dari Jepang. Yang harus diperhatikan dalam mengiris salmon adalah tulangnya yang tak kasat mata. Cara mengetahui daging salmon ada tulangnya adalah cukup diraba aja, kalau ada bagian agak kasar disitu pasti ada tulangnya dan cara mencabutnya hanya dengan pinset. Setelah dibersihkan tulangnya dan diiris tipis-tipis menjadi beberapa bagian, kemudian salmon dipotong-potong lagi menjadi irisan tipis yang lebih kecil lalu siap disajikan.  


And now let’s start with the food tasting. Started from Ta’jil that I couldn’t eat more because it came too late. I was too mad of waiting the Ta’jil which came 30 minutes later from the promised time. Sayangnya lagi, saya nggak dapat ta’jil sesuai yang dijanjikan yaitu Red Bean Soup, malah dikasih Kolak yang isinya ubi dan pisang. Hmmm not so special for me....


Now here’s the Appetizers:

Prawn Cutlet


It’s a good mix of prawn, melted cheese covered with panir flour. Saya nggak terlalu suka udang, tapi disini udangnya benar-benar direbus sempurna sampai nggak amis. Dagingnya ditambah melted cheese yang menyatu dengan adonan terigunya. Wuuaah surga banget nemu keju meleleh di dalem adonannya. Gurih! Bagian luarnya dibalut tepung panir yang digoreng hingga super crunchy. Yummy!

Assorted Sashimi


I can’t say more, it’s delicious and fresh! Tekstur dagingnya super lunak, lembut persis kayak jelly hihihi! Disajikan dengan ginger pickles, wasabi dan kecap asin, membuat penyajian sashimi ini bisa dimakan sesuai selera. Saya sendiri memilih menyampurnya kedalam kecap asin, karena tidak terlalu suka dengan wasabi dan ginger pickles

Prawn Salad with Special Tairyo Sauce


I didn’t know how to describe this menu. It’s awkward. Yay asem banget sausnya. Isi saladnya sih lumayan plus  ada potongan udangnya. Hanya saja mengapa sausnya terlalu asam. Sepertinya kebanyakan cuka, padahal thousand islandnya sudah lumayan asam, nggak tau apa yang membuat sasus spesial Tairyo ini malah membuat saladnya terbuang sia-sia. 

Setelah berjibaku dengan makanan pembuka yang cukup membuat perut saya agak berisi, let’s see the main courses that made me really wanna say ‘Enough!’. 

Start from the first main course para blogger mulai dibuat terpana dengan para chef yang sangat ahli membuat masakan diatas Teppanyaki table. Chef yang memasak untuk meja di area saya duduk bernama, Chef Angga, seorang chef yang sudah berkelana di dunia masakan Jepang sekitar 12 tahun. Sepanjang memasak chef Angga terlihat sangat teliti dan sepenuh hati memasak untuk para blogger. Beliau juga tak segan-segan berbagi cerita tentang hidupnya dan menjawab segala pertanyaan blogger tentang ingredients dari tiap masakan. Sebelum masuk ke menu pertama, Chef Angga menyajikan starter berupa jamur Shitake, tahu sutra, bawang bombai dan labu kuning. Makanan ini cukup enak untuk dijadikan pembuka apalagi dengan tekstur tahu sutranya yang sangat lembut plus bawang bombainya yang terasa manis. 


 

Grilled US Flank Bone and Mushroom Beef Roll


Daging tulang rusuk sapi ini benar-benar superb! Sebagai starter mencicipi daging yang dimasak dengan saus teriyaki berhasil menggugah selera saya untuk terus makan hehehe....Saus teriyakinya cukup terasa gurih dan manisnya pas. Sedangkan Mushroom Beef Roll-nya hampir mirip dengan menu sebelumnya karena menggunakan daging yang sama, hanya saja penyajiannya dagingnya menjadi pembalut jamur Enoki.  

Boiled Ox Tongue with Red Wine Sauce


Lidah Sapi ini disajikan masih dengan saus teriyaki, potongan bawang bombai, bawang putih, butter soya, dan red wine untuk membuatnya lebih empuk dan khas. Dipikir-pikir walaupun dagingnya empuk, kok saya hanya merasakan kalau sausnya sama seperti dua menu sebelumnya ya. Red wine-nya sedikit terasa hangat di badan saya sih, cuma lama kelamaan baru tiga menu dengan bumbu yang sama sepertinya jadi agak nggak spesial deh. 

Tairyo’s Sauced Cod Fish


This Cod Fish served with Tairyo’s sauce made from marinated miso soup. Hmm...sekilas saya tidak terlalu merasakan rasa misonya hanya asin dan gurih yang cukup tinggi. Tapi nggak apa-apa, daging Cod-nya, subhanallah empuk, kenyal, dan enak pastinya hihihi!

Garlic Sauce Oyster


Oke, saya beruntung bisa diundang ke acara ini, since to eat a good oyster is what I called ‘very unaffordable’. Mahal cyiin hehehe...But lucky me to taste this great Oyster with garlic sauce yang super kenyal dan empuk dagingnya. Kuahnya sendiri terbuat dari campuran sake dan soyu dengan irisan bawang bombai dan bawang putih yang digoreng sangat halus. Rasa kuahnya sendiri gurih namun agak asin. But it’s good, really! If I had one more chance to take this one, I’d take this for three or four bribe haha!

French Lamb Chop


Hmmm...sejauh ini sudah lima menu yang disjaikan dan semuanya daging, and next was still meat, but fortunately this is neither Beef nor Fish, this one was Lamb. Daging domba yang dipilih disini merupakan daging iga domba yang dipotong lurus dari bagian tulang belakang atau biasa disebut lamb chop. Before the serving, this lamb chop was marinated with flour and water untuk membuatnya lunak. Hasilnya dagingnya cukup lunak namun masih ada bagian yang agak susah digigit. Bumbunya sendiri masih menggunakan bumbu yang sama butter soya yang membuat daging ini cukup gurih dan sedikit asin tapi tetap enak. 

Grilled Chicken Steak with Garlic Sauce


Kali ini daging ayam yang dipanggang lagi-lagi dengan bumbu yang sama butter soyu dan teriyaki sauce. Okay till then I was feel it’s so bored to taste the same thing even if it had different kind of meat. Rasanya malah kayak makan teriyaki yang banyak di resto fast food Jepang. It’s not so special. Sorry.

Setelah puas menikmati beragam jenis daging, kali ini sang chef menawarkan untuk mencicipi Nasi Goreng. Sedikit aneh mengapa nasi goreng justru disajikan di belakang. Ternyata memang itulah tradisi makan Teppanyaki yang sebenarnya, nasi diletakkan di porsi belakang untuk menjaga perut pengunjung tidak kenyang dahulu. Huaah, tapi sejauh ini saya sudah hampir kenyang bangeet!

Fried Rice with Garlic


Saya expect banyak dari nasi goreng ini awalnya, soalnya saya pikir penyajiannya bakalan seperti nasi goreng khas Jepang yang nggak kayak nasi goren pada umumnya. Namun sayang, setelah disuguhkan kedepan para blogger, it was so so. Saya pikir nasi goreng di pinggir jalan ada yang lebih enak dari ini. Bumbunya bahkan nggak terasa sama sekali, yang terasa di lidah saya hanya pedas dan pekatnya cabe hijau yang terlalu banyak di nasi goreng ini. Sisanya hambar aja, bahkan rasa kecap atau gurih dan manisnya dari cacahan daging, potongan berbagai bawangpun tiba-tiba hilang begitu saja. What a pity menu!

Huaah, akhirnya sesi main course selesai! Saya sampai ngelus-ngelus perut yang udah kayak mau meledak kekenyangan hahaha....si MC dari tadi sibuk gembor-gemborin dessert to die for yang jadi menu andalan disini yaitu Banana Flambe, katanya penyajiannya yang unik yang bikin makanan ini jadi kenangan terindah setelah selesai makan disini. Hmmm jadi penasaran. Sebelum rasa penasaran terobati, diadakan games membuatnya sushi terlebih dahulu. 

Akhirnya, setelah seru-seruan ngegames, para blogger duduk kembali di depan Teppan table dan siap melihat aksi para chef menyajikan Banana Flambe. 

Banana Flambe


Dessert ini terbuat dari pisang ambon yang sebelumnya sudah dibalut telur dan terigu terlebih dahulu kemudian dipanggang di atas Teppanyaki table sampai agak cokelat. Setelah itu diletakkan vanilla ice cream diatasnya. Wuah, saya takjub banget liat es krim diatas makanan yang sedang dipanggang, nggak melelh pula es krimnya! Nah, setelah pisang dan es krim siap, seluruh lampu di sekitar Teppanyaki table dimatikan untuk atraksi sang chef membakar pisangnya. Pisang ini sengaja dipanggang di bakar untuk menghasilkan tekstur crunchy yang beda dari pisang panggang pada umumnya. Nggak lama api membumbung tinggi beberapa saat yang membuat para blogger takjub beberapa saat. Wow, it’s a cool way of cooking a dessert! Es krimnya nggak cair jugaa! 

And here it is, Banana Flambe. Yaayy I love how crunchy the skin was. Really bener-bener menghasilkan sensasi krispi yang garing banget, belum lagi pisang ambonnya yang manis dan nggak benyek. Apalagi ditambah manisnya es krim vanilla. You know I braved to say this one is HEAVEN! I LOVE IT. LOVE IT SO MUCH! Very induging dessert and the blogger said so, we can see there was none left inside their plate hahaha!


Finally, the show was over. Ditutup dengan pembagian goodie bag berisi bergam merchandise dari Buka Bareng Blogger, Tairyo, dan Grand Indonesia beserta foto bersama, acara ini berhasil menorehkan kenangan manis Ramadhan pada para blogger. Bukan hanya itu, Tairyo berhasil memuaskan nafsu makan para blogger yang selalu rindu akan makanan dan masakan baru. Walaupun sangat disayangkan menu disini masih menggunakan bumbu original Jepang yang terlalu kaya akan butter soya, garlic sauce, dan teriyaki sauce yang cukup tidak biasa bagi orang Indonesia yang rata-rata menunya kaya akan rempah-rempah beragam rasa. Namun, overall dari segi pelayanan, penyajian, kecekatan dan kesigapan chef dalam memasak menu yang diminta pengunjung membuat resto ini patut diacungi jempol. Harga dan kenyamanan yang dihadirkan pun setara dengan apa yang di dapat. Untuk lebih membuat resto ini lebih diminati ada baiknya menambah variasi bumbu pada menunya agar tidak membosankan.
 

So, bagi kalian penggemar masakan Jepang yang kepingin makan sepuasnya dengan harga yang affordable, silahkan datangi Tairyo Japanese Restaurant dan let’s see who will say ‘Enough’ and stop first. Me? Unfortunately, I was the one who say ‘enough’. 

How bout you? I’m waiting for your stories here, eaters until die!


Tairyo Japanese Restaurant

Grand Indonesia Shopping Town
West Mall, Level 5, 11 & 11 C
Jl. M.H. Thamrin
Jakarta Pusat
Telp. (021) 2358 1988
Fax. (021) 2358 1989

*Special thanks for GIST, Tairyo Japanese Restaurant, Multiply, Fimela.com, and Moments to Go for the invitation and great merchandises.

Kenny Rogers Roasters - Quarter Meal to Satisfy Your Appetite

0 komentar

Beberapa minggu yang lalu, saya mendapatkan free voucher makan di Kenny Rogers Roasters. Awalnya nggak tau ini restoran apa tapi ternyata ini resto western yang udah cukup lama cuma saya aja nggak aware hahaha...Saat akhirnya ada waktu, saya langsung saja menukarkan vouchernya di Kenny Rogers Pacific Place.


Resto bernuansa merah ini memiliki beberapa outlet di beberapa mal besar di Jakarta seperti Plaza Indonesia dan Mal of Indonesia. Melangkah ke arah Kem Chicks, LG Pacific Place, pengunjung akan disuguhkan dengan konsep restoran terbuka dengan semi open kitchen yang cukup luas. Dengan interior minimalis dan nuansa merah pada furniturnya serta beberapa foto makanan yang menggiurkan di sudut-sudut dinding, menjadikan Kenny Rogers Roasters PP ini resto yang nyaman untuk ditempati berlama-lama.



Menu yang disajikan disini mayoritas ayam panggang dengan segala jenis side dishesnya. Saya mau share tentang salah satu paket menu disini yaitu Quarter Meal. Quarter Meal ini menu ayam panggang yang porsinya 1/4 potong. Oya perlu diketahui disini pengunjung bisa memilih sendiri ukuran ayam mulai dari 1 potong, 1/2 (half meal) atau 1/4 (quarter meal) potong. Quarter Meal sendiri terdiri dari 4 pilihan menu dengan pilihan side dishes yang beragam mulai dari macaroni and cheese, golden corn and carrot, baked beans, aromatic rice, potato salad, fruit salad, dll. Saya sendiri tertarik dengan Quarter Meal dengan macaroni and cheese, golden corn and carrot, and fruit salad. Dengan pilihan saus spicy barbeque dari 2 pilihan lain Blackpeper atau Original Mushroom.

Nggak sampai 10 menit setelah saya memesan, si waiter yang sangat suka tersenyum malu-malu itu menyuguhkan makanan di meja saya. Wow kaget banget liat piringnya yang cukup besar plus ayam 1/4nya yang emang cukup besar. Nggak kebayang kalo nyobain yang 1/2 potong!.

So, here it is the Quarter Meal Roasted Chicken with Spicy Barbeque sauce and macaroni and cheese, golden corn and carrot, and fruit salad.


It's nice to take the Macaroni and Cheese first. Direbus sempurna dengan campuran cream and milk sauce yang menghasilkan aroma susu yang kental dicampur dengan rasa keju yang super cheesy. Gurih dan manisnya sempurna! Enak bangeet!

Untuk ayam panggangnya sendiri, tekstur dagingnya sempurna, dipanggang dengan teknik memanggang yang baik sampai dagingnya tidak berminyak dan berair sama sekali. Kulitnya pun jadi lunak dan tidak terlalu keras. Sayangnya, saus spicy barbequenya terlalu asam mengalahkan rasa pedasnya. Golden corn and carrotnya manis dan segar, fresh fruit yang terdiri dari kiwi, semangka, dan melonpun cukup segar untuk dijadikan penutup.

Harga Quarter Meal yang ditawarkan disini tidak terlalu mahal start from Rp.39.900 - 49.900, sedangkan untuk Half Mealnya mulai dari Rp.79.900 exclude government tax 10% and service charges 5%.

Resto ini buka sesuai dengan jam buka tutup mal Pacific Place. Pelayanannya sangat cepat dan ramah. Overall, it's nice for having dining experience. Good food, good price, with good ambience!

Info:

Untuk bulan Ramadhan ini mereka punya promo A Taste of Ramadhan dengan menu Arabian Chicken Meal, yaitu ¼ Chicken with Arabian Sauce + Turmeric Rice + Side Dish + Muffin dengan harga Rp49.900.


Dua Nyonya, Indonesian Taste in Grandma's House Ambience

0 komentar

Hai food lovers, setelah beberapa hari kemarin saya kuliner ke resto dengan Western food, kali ini saya berkesempatan mampir ke salah satu resto Indonesia di bilangan Cikini. Resto bernama unik Dua Nyonya ini berada di antara Bakoel Koffie dan Vietopia diseberang Menteng Huis, restonya emang kecil banget, nyempil sampai nggak ngeh deh kalo itu restoran hehehe....


Pas masuk ke dalamnya resto yang didirikan oleh dua orang ibu cantik ini memang berupa lorong sempit yang memanjang dengan nuansa homey banget. Dengan kursi-kursi kayu berukiran Jawa dan sofa-sofa berwarna merah di kanan dan kiri lorong resto ini menyuguhkan rumah bergaya klasik tradisional. Ditambah lagi deretan lukisan-lukisan di dinding dan menu tradisionalnya, membuat pengunjung serasa mengunjungi rumah nenek moyangnya deh.


Ditemani dengan alunan musik jazz yang menenangkan pengunjung dimanjakan dengan menu khas Indonesia mulai dari Appetizer yang berupa Tahu Kipas, Tempe Mendoan, Tahu Petis, dll. Sedangkan Main Coursenya tersedia mulai dari aneka Nasi Bakar, Nasi Campur, Nasi Timbel, Nasi Rames, Ikan Bakar ada juga penganan seperti Gado-gado dan Pempek. Untuk Dessertnya mereka punya Serabi, Poffertjes, Bubur Sumsum, Ice Cream Tiga Rasa, dll. Untuk minuman, mereka punya aneka jus, teh, kopi dan minuman ringan lainnya. 

Nah, berhubung katanya disini menu nasinya porsinya besar-besar, akhirnya saya dan dua teman saya mencicipi beberapa menu nasi seperti di bawah ini:

Nasi Bakar Dendeng Batokok


Seporsi nasi bakar ini terdiri dari nasi bakar yang super wangi dan sangat pulen, dendeng batokok yang disiram dengan sambal ijo yang cukup pedas dengan dagingnya yang lumayan empuk, bakwan jagung yang crunchy, sayur lodeh, kerupuk kulit yang sudah disambal, dan lalapan. Nasi bakarnya juara banget!

Nasi Rames Telor


Seporsi nasi rames ini dilengkapi dengan nasi, telur rebus dengan sambel merah yang melimpah namun nggak terlalu pedas, setusuk udang rebus isi dua dengan dagingnya yang empuk dan nggak berbau amis, tempe mendoan yang super gede dan crunchy, sayur lodeh beserta lalapan mentimun dan selada. 

Gado-gado


Porsi menu ini benar-benar besar banget, kalau biasanya beli Gado-gado Cuma dapet 1 piring kecil, disini pengunjung bisa dapet Gado-gado dengan porsi 1 piring besar banget hehehe....isinya sih standar Gado-gado Cuma yang juara itu bumbu kacangnya. Pekat banget dengan rasa kacang yang sangat terasa namun nggak ngeneg di perut.

Poffertjes


Wah, dessert yang satu ini pasti udah nggak asing deh, kue imut-imut yang terbuat dari terigu dan susu ini disajikan dengna taburan gula putih yang manis dan lembut. Enaknya lagi si poffertjes ini dimakan dengan Es Krim Tiga Rasa yang akhirnya kami pesan hehehe. Si  Es Krim Tiga Rasa tersebut terdiri dari es krim vanilla, stroberi, dan cokelat dengan hiasan buah stroberi ranum diatasnya. Hmmm makan poffertjes dengan es krim jadi pelengkap makan siang yang tepat!


Harga makanan disini masih cukup affordable, untuk Appetizer berkisar antara Rp15.000 – 19.500; Main Course mulai dari Rp25.000 – 65.000; Dessert rata-rata Rp18.000 dan Minuman berkisar antara Rp7.500 – 19.000.

Restoran ini pada hari biasa cenderung sepi dan ramai di weekend. Pelayanannya ramah dan cepat. Porsi makanannya juga besar banget. Untuk OpenRicers pecinta masakan Indonesia dan rindu suasana homey yang sepi dan menangkan, makan disini bisa jadi pemuas nafsu makan OpenRicers ditambah dengan adanya kios yang menjual aneka batik disebelahnya, bisa menjadikan referensi OpenRicers kalau lagi kepengen lihat-lihat atau membeli kerajinan dan tenunan Batik Indonesia.

Dua Nyonya

Jalan Cikini Raya No. 27
Jakarta Pusat

(021) 3144691

Desserts Heaven at Brusselsspring

2 komentar




Dalam rangka perut belum kenyang setelah sebelumnya dikecewakan oleh resto yang ngasi porsi makanan kecil banget, saya dan teman-teman meluncurlah ke Brusselsspring, Epicentrum Walk Kuningan. Suka banget hang out disini soalnya interiornya lucu, dindingnya ada etalase kecil yang isinya standing character kartun yang imut-imut. Apalagi nuansa merah dan tulisan-tulisan pada dindingnya, membuat resto berspeciality all about Belgian chocolate ini jadi terkesan elegan, modern, nyaman namun cocok untuk semua kalangan.


Berhubung saya dan teman-teman memang cari yang manis-manis akhirnya kami memesan desserts dan minuman saja, diantaranya:

Rhum Raisin Ice Cream (19k)


Dua scoop ice cream rasa rhum dan kismis ini cukup nikmat untuk dinikmati sebagai dessert. Aroma rhumnya sangat wangi dan hangatnya rhum bercampur es krim langsung memenuhi tenggorokan saya dan menghangatkan perut saya.

Rhum & Baileys Ice Cream (19k)


Dua scoop ice cream beraroma rhum dan baileys ini terasa sangat pekat rasanya. Aroma rumnya cukup menyengat, wangi dan langusung membuat tenggorokan saya dingin nan segar, begitu pula dengan aroma dan rasa baileys-nya cukup terasa dan menghangatkan badan.

Brussels Hot Chocolate (20k)


Hot chocolate dengan aroma cokelat yang pekat ini menggugah selera banget deh. Nggak terlalu manis, nggak juga terlalu pahit. Pas banget mixingnya!

Ice Coffee Brussels (25k)

Rasa kopinya tidak terlalu terasa. Padahal kalau sedikit pahit dan terasa kopinya mungkin sedikit menyegarkan tenggorokan. Manisnya pun pas-pasan.


Brussels Chocolate Fondue (35k)


Chocolate fountain ini berisi potongan pisang, strawberry, brownies almond cokelat, dan semangkuk cokelat Belgian hangat. Tekstur cokelatnya cukup kental namun nggak terlalu pekat. Rasa cokelatnya itu lhooo supeer enak! Manisnya pas dan masih ada rasa dark chocolatenya yang pahit manis.

Choco Cheese Pancake (35k)


Pancake disini disajikan dengan tekstur adonannya yang dibuat sangat tipis namun tetap berisi. Adonannya empuk banget dan wangi susunya sangat menggoda. Ditambah rasa keju yang cukup gurih dan asin dibalut es krim cokelat yang manisnya pas dan lelehan cokelat Belgia di atasnya. Campuran yang sangat heavenly bangeet!

Blueberry Cheese Pancake (35k)


Saus blueberry-nya enak banget, manisnya pas dan rasa blueberrynya benar-benar asli. Ditambah dengan es krim vanilla yang kaya akan susu dan aroma vanilla yang menggoda, membuat pancake tipis ini lengkap banget untuk membuat perut kamu berdansa ria.




Selain varian desserts di atas, Brussels Spring juga menyediakan beragam main course Western dan Italian food. Untuk harga dessertnya berkisar antara 15 – 40k. Resto ini buka sesuai dengan jam buka Epicentrum Walk dari jam 10.00 – 22.00. Pelayanannya ramah dan cukup cepat. So, buat kalian yang ingin sekedar hangout atau cari dessert enak, Brussels Spring bisa jadi pilihan yang tepat. Cobain juga sensasi nikmatnya Belgian chocolate di setiap menunya. Kalau saya aja berani bilang enak, semoga kalian juga merasakan hal yang sama. Kalo iya ditunggu sharenya disini.

See how melting your tummy by that Belgian chocolate.

Brusselsspring

Epicentrum Walk Lifestyle Center
GF Unit W140A
Jl. H.R Rasuna Said
Kuningan, Jakarta Selatan
(021) 29941125

White Box

0 komentar

Seperti biasa setiap hari Jumat, saya dan teman-teman kantor pasti makan di luar secra jam istirahatnya lebih panjang. Jumat minggu lalu saya mengusulkan makan di White Box, salah satu bistro and deli di daerah Menteng, Setiap hari pergi kerja saya selalu melewati resto bernuansa putih itu, makanya jadi penasaran banget kayak apa makanannya.




White Box terletak di sebelah Keris Department Store, H.O.S Cokroaminoto, Menteng. Memiliki konsep bistro and deli dengan lounge, White box, menempatkan bar loungenya di halaman depan berupa meja putih melingkar dengan dominasi warna-warni pada wallpaper meja lingkar barnya. Di bagian dalam, mereka punya 4 ruangan, ruang depan dengan deretan bangku-bangku dan meja kayu di sisi kanan dan kiri dan di ujung ruangan terdapat sebuah small kitchen buatan yang berisi hiasan-hiasan seperti rak kue berisi cupcakes warna-warni dan beberapa guci-guci cantik. Di bagian dalam terdapat 1 ruangan VIP dengan kapasitas 20 orang, kemudian ada 1 ruang standar dengan kapasitas sekitar 30 orang dan 1 sudut berisi sofa dan meja kayu. Uniknya diantara deretan bangku dan meja bernuansa putih, pasti terselip diantaranya kursi plastik berwarna-warni, hijau, merah ataupun biru.



Menu yang disediakan disini rata-rata Western Food. Untuk jenis makanannya terdiri dari beberapa kategori yaitu Entrée, Appetizer, Salad & Soup, Sandwich, Pasta, From the Grill, Japanese Food, Crepes, dan Desserts. Sedangkan minumannya terdiri dari kategori Mocktails, Milk Shake, Soft Drinks, Tea, Fruit Crush, Squash, Juice dan aneka Hot Coffee dan Blended Coffee Hot/Cold. Untuk memudahkan pengunjung, pada daftar menu di beri ikon Chef Recommended jadi kalo bingung mau makan apa bisa pesen menu dengan icon tersebut. Misalnya untuk Appetizer yang recommended itu Fries Go Lucky, Calamari, dan Fried Mushroom; Entrée – Mom’s Baked Curry Rice, Sup Buntut; Pasta – Hot Tuna Pasta, Baked Macaroni; Salad & Soup – Popeye Love it!; From the Grill – Rib Eye Steak, Lamb Chop; Sandwich – Club Sandwich; Japanese Food – Yaki Udon, Japanese Fried Rice; Desserts – Durian Mousse Cake.



Nah, ini dia beberapa makanan yang saya coba di White Box:

chopstickLychee Squash


Presentasinya unik banget dengan gelas besar yang mirip toples selai. Squash ini campuran sirup lychee, sari lychee dan buahnya plus sedikit soda. Rasanya sih seger bangeet tapi kurang manis karena kebanyakan sari lycheenya.

chopstickCapuccino On the Rock


Capuccino dengan tekstur kopi yang sedikit pekat dan pahit. Nggak ada yang special dari minuman ini karena rasanya sama seperti cappuccino pada umumnya yang bisa diseduh dengan kopi sachetan.

chopstickFries Go Lucky


Kentang goreng ini emang cukup lucky diantara saya dan teman-teman. Paling banyak dimakan. Soalnya renyah dan ada siraman daging cincang yang sedikit pedas. Gurih, renyah, pas buat pembuka makan siang!

chopstickHot Tuna Pasta

 
Fusili pasta ini teksturnya cukup lembut. Ada sedikit rasa pedas dari bumbunya dan rasa gurih dari ikan tunanya. Sayangnya, bumbunya nggak terlalu neresap sehingga ada bagian-bagian fusilinya yang terasa hambar.

chopstickFusili Oglio Olio

Jenis pasta ini tidak menggunakan minyak terlalu banyak namun bumbu pedas yang berasal dari bubuk cabenya sangat terasa. Lagi-lagi nggak terlalu spesial Oglio Olionya. Cuma rasa pedas aja yang terasa di mulut saya.



 chopstickCreme De Fungi


Penne pasta ini dicampur dengan cream saus pekat yang kaya akan susu namun nggak ngeneg. Perpaduan susu dan saus khusunya mengahasilkan rasa manis, gurih, pedas yang pas! Aroma susunya itu lho yang super bikin ngiler hehehehe...tongue

chopstickChicken Cordon Blue


Seporsi chicken cordon blue disajikan dengan pasta dan salad yang dicacah. Tekstur ayamnya lembut sekali, gurih dan bumbunya meresap ke dalam. Saya merasakan perpaduan rempah-rempah seperti merica dan sedikit garam yang membuat ayamnya todak hambar. Kulitnya sendiri digoreng dengan tingkat kematangan yang pas menghasilkan kulit yang cukup crunchy. Yang juaranya itu klo biasanya cordon blue kejunya di dalam ayam, disini kejunya disiram diatas kulit ayamnya. Teksturnya very creamy, lembut, gurih, sedikit asin, namun rasa kejunya bener-bener terasa banget! Enak dan nggak eneg. Juara!!

chopstickMom's Baked Curry Rice


Nasi panggang ini sepertinya gagal di sajikan secara pantas disini. Nasinya terlalu pulen, ditambah rasa kari yang pas-pasan hanya tercium aroma karinya saja namun pas dimakan nasinya terasa hambar sekali. Potongan-potongan daging di dalamnya juga nggak menambah selera untuk dimakan lagi.

chopstickBaked Macaroni 


Ini juara ketiga setelah Creme De Fungi dan Chicken Cordon Blue. Macaroni yang dipanggang bersama cheese creme yang kaya akan susu beraroma sangat wangi. Tekturnya lunak dan nggak benyek. Rasa keju dan susunya juga pas, nggak ngeneg. Ada sedikit pedas merica yang masih menambah gurihnya pasta panggang ini. Delicioso!tongue

chopstickChicken Teriyaki



Saus teriyakinya sih cukup pedas dan manisnya pas. Namun nggak meresap kedalam ayamnya. Jadi terasa hambar aja dagingnya. Not so spesial, sama aja kayak kebanyakan teriyaki di resto fast food Jepang.

Harga makanan disini berkisar antara 18 – 52 ribu untuk appetizer dan entree; 12 – 28 ribu untuk salad dan soup; 27 – 38 ribu untuk pasta; 23 – 32 ribu untuk sandwich; 29 -48 ribu untuk Japanese food; 30 -50 ribu untuk crepes; 14 – 29 ribu untuk desserts. Sedangkan minumannya berkisar antara 8 – 27 ribu dan kopi berkisar antara 29 – 35 ribu. Jam operasi White Box yaitu dari pukul 10.00 - 22.00 di weekday dan 10.00 - 23.00 di weekend.

Opini:

(+) nuansa serba putih pada interiornya membuat bistro and deli ini cocok buat siapa saja yang ingin makan sambil menikmati keteduhan dan kenyamanan yang dibawa dari ambience si warna putih. Kalopun nggak ingin makan, loungenya bisa jadi tempat ngopi atau minum-minum cantik di sore atau malam hari. Makanannya ada beberapa yang cukup memuaskan dari segi rasanya.

(-) Pelayanannya sedikit mengecewakan. Butuh 45 menit untuk makanan datang ke meja saya. Padahal lagi nggak terlalu ramai pas saya kesini. Ditambah lagi porsinya terlalu kecil. Nggak sesuai banget sama harganya deh. Untung aja ada makanan yang enak. Kalo nggak saya udah tinggalin duluan deh ini bistro. 

White Box

Jl. H.O.S Cokroaminoto No. 91
Menteng, Jakarta Pusat
(021)  3903999 

 
  • Eating Until Die © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Web Hosting , Blogger Templates and WP Themes