An All Time Seafood: Fish & Co.

3 komentar

Pernah membayangkan makan seafood langsung di atas penggorengan? Saya tidak pernah membayangkan namun akhirnya merasakan sensasi “seafood in a pan” itu saat menghadiri food tasting dari pioneer penyajian western seafood in a pan, Fish & Co. Mata dan kaki saya dimanjakan dengan suasana resto-nya yang minimalis, cozy, dengan warna-warna laut biru dan putih pada furniturnya yang membuat saya makin betah. Suasana lautan pun makin kental dengan beberapa hiasan bentuk ikan laut pada information board begitupun dengan tatakan piringnya yang berbentuk tulang ikan. 


Saya semakin tidak sabar dengan resto yang terinspirasi dari nelayan Afrika yang menyajikan makanan hasil tangkapan laut mereka langsung di pan ini. Fish & Co. menyajikan aneka hidangan berbahan dasar makanan laut seperti ikan, udang, cumi, dan kerang dengan beragam variasi penyajian. Fish & Co. membuka selera pengunjung dengan aneka menu Fish & Bites seperti Fried Calamari, Caesar Salad with Smoked Salmon, Prawn Fritter with Chili Jam, Starter Platter dll. Tengoklah menu utamanya jika perut masih penasaran. Fish & Co. memiliki aneka sajian Fish & Chips berupa ikan dori yang dibalut tepung crunchy, disajikan dengan fried fries dan aneka topping dan saus. Cobalah sensasi New York Fish & Chips, Danish Fish & Chips, Japanese Fish & Chips dan The Best Fish & Chips in Town sebagai menu favorit disini. 

Naikkan seleramu juga dengan mencicipi varian Fish Fare dan Grilled Fare, aneka ikan seperti salmon, halibut, swordfish, atau kepiting yang di grilled dengan beragam topping and pelengkapnya. Ada juga varian seafood yang di baked and poached dalam menu Baked dan Poached Fare. Dan tentunya jika datang bersama keluarga, cobalah varian Seafood Platter, aneka seafood yang disajikan dalam satu pan besar. Bagi kamu yang bukan pecinta seafood, tengoklah aneka pasta dan baked rice-nya seperti Al Fungi Spaghetti, Spaghetti Podomoro, Wild Mushroom Spaghetti. Kemudian tutup sesi makan kamu dengan aneka dessert yang menggoda selera seperti Panna Cotta, Hot Fudge Chocolate dan Ice Bomber. 

Dari sekian banyak menu yang disajikan, tentunya saya bersama para food bloggers juga tak mau kalah mencicipi kekayaan seafood Fish & Co. malam itu. Starter Platter menjadi pembuka makan malam kali ini. Sepiring seafood dan chips yang berisi fried calamari, fish nuggets, dan prawn fritters dengan nachos dan tiga jenis saus, tar-tar, mango, dan salsa sauce. I love the nachos with the mango sauce so much! Pembuka yang pas untuk perut saya.


New York Fish & Chips, Philadelphia Fish & Chips, serta Danish Fish & Chips menjadi pelengkap makan malam selanjutnya. Ikan yang disajikan di ketiga menu ini sama, yaitu ikan dori. Dibalut sempurna dengan tepung yang sudah dicampur dengan tiga varian keju yang berbeda sehingga menghasilkan kulit dengan tekstur garing yang berbeda pula. New York Fish & Chips menggunakan keju parmesan, Philadelphia menggunakan cream cheese, sedangkan Danish menggunakan keju mozzarella. Tekstur ikan dorinya sangat lembut, begitupun balut tepungnya lembut namun very crunchy saat digigit. Yang paling saya suka kulit pada Danish Fish & Chips, entah mengapa dibandingkan New York dan Philadelphia, kulit Danish lebih tajam dan garing sekali. Ditambah dengan lelehan keju di luar dan di dalam, kentang goreng yang juga crunchy membuat ketiga varian fish & chips ini patut jadi juara. 



Fish & Co. belum mengijinkan para food blogger untuk menarik nafas dan mengendurkan ikat pinggangnya karena selanjutnya Seafood Platter tersaji dengan cantik di meja kami. Huah porsinya luar biasa besar! Satu pan besar seafood berisi paella rice, nasi khas Afrika yang dimasak kuning mirip dengan nasi Briyani, ikan dori, grilled calamari, tiger prawn, dan mussels. Saya suka grilled calamari-nya, saus lemonnya menyerap sampai ke dalam cumi-nya dan tekstur cumi juga empuk sekali. Mussels, prawn, dan ikan dori-nya juga perfect. Dimasak sempurna tanpa menimbulkan bau amis yang menyengat.


Menutup malam penuh keriaan ini, Fish & Co. membuat mata para blogger berbinar-binar dengan cantiknya tiga home mamde desserts Panna Cotta, Hot Fudge Chocolate dan Ice Bomber. Panna Cotta disajikan dengan raspberry sauce yang agak sedikit asam karena untuk mengimbangi rasa panna cotta-nya yang sangat manis. 


Sedangkan, Hot Fudge Chocolate berupa kue cokelat bertekstur mirip brownies yang didalemnya terdapat lelehan cokelat disajikan dengan es krim cokelat dan lelehan cokelat di luarnya. It’s full of chocolate. I love the texture of the cake. Perfectly bake, bold chocolate, moist enough, gak bikin eneg lagi! 


Then, the Ice Bomber, ice cream cake tiga lapis, lapisan pertama cake dengan topping kacang, lapis kedua berupa cake seperti cheese cake dan buah raspberry di tengahnya kemudian lapisan paling bawah berupa es krim cokelat. Semuanya disajikan dengan keadaan beku walaupun agak susah memotongnya tapi terasa seperti surga saat semuanya lumer di mulut saya. 


Tidak ketinggalan, sebagai pelepas dahaga setelah mencicipi aneka masakan di atas, Fish & Co. tidak tanggung-tanggung menyajikan signature beverages mereka berupa minuman yang disajikan di gigantic glass. Ada tiga varian Mermaid Freeze, Jungle Freeze, Sharkie Freeze dan Sea Monkey Freeze. Saya sempat mencicipi Sea Monkey yang terdiri dari campuran lime dan pine granadilla syrup. Asam dan segar rasanya. Sedangkan, Sharkie Freeze terbuat dari campuran passion fruit, I love this one! Markisanya sangat terasa, manis, asam, lebih segar dari yang satunya!

Top: Sea Monkey Freeze
Below: Sharkie Freeze

Lengkap sudah kebahagiaan malam itu. Fish & Co. benar-benar memanjakan perut para food bloggers. Untuk kalian pecinta seafood juga jangan ragu untuk mampir kesini, harga yang ditawarkan mungkin agak pricey namun terbayar dengan how fresh the seafood are dan porsinya yang sangat besar. Untuk makanan pembuka berkisar antara Rp22.000 – 100.000. Menu utama berkisar antara Rp69.000 – 335.000. Dessertdan beverages berkisar antara Rp35.000 – 49.000.

So, thanks for @FishNCoIndo, Mbak Angel dan Stella for the invitation, oh ya and for the cute Sticky candies and the mug. I’m super duper full and happy!




Fish & Co.
  
EX Plaza Indonesia
Lt. 1 Unit 40
Jl. M.H Thamrin Kav 28-30
Jakarta Pusat
Telp: 021-3917429
twitter : @FisNCoIndo

Sop Duren Margonda, Nagih Bangeet!

6 komentar

Saya pecinta durian a.k.a duren akut. Segala jenis penganan dari durian atau buahnya itu sendiri bagai surga buat saya. Ketika beberapa waktu lalu mampir ke depok dan mendengar ada kedai Sop Duren mata saya langsung bersinar-sinar.

Si sop duren ini lokasinya di Jalan Margonda Raya No. 1, tepatnya di lampu merah Ramanda, sebelah kanan kalau dari arah ITC depok. Kedainya emang kecil dan nggak terlalu keliatan sih, tapi kalau jeli pasti nemu deh. Sop Duren disini memiliki variasi penyajian, ada yang disajikan dengan roti, ketan, kacang hijau, sampai brownies! Ada juga yang berupa campuran dua topping seperti BeriTa (Stroberi - ketan), Karoke (kelapa -roti - ketan), Rotan (roti - ketan), dll. Buah durian yang dipakai seringnya durian lokal, tapi kalau sedang tidak musim, durian monthonglah yang dipakai.


Saya memesan sop duren dengan brownies dan roti. Jadi sop duren disini itu berupa kuah durian, dicampur durian asli yang yelah diblender, ditambah toppingnya dan es batu. Rasa kuahnya sendiri tidak terlalu manis mungkin untuk mengimbangi durennya yang sudah sangat manis. Durian yang diblender itu sangat lembut, semakin terasa nikmat diseruput bersama kuahnya dan renyahnya brownies cokelat. Ada sensasi rasa manis dan sedikit pahit menendang lidah saya. Luar biasa segar dan nagih! 


Sedangkan untuk sop durian yang memakai roti, roti yang dipakai berupa roti tawar pandan yang berwarna hijau. Rotinya meleleh bersama duriannya, dan menetralkan rasa durian yang manis. Sama nikmatnya dengan sop durian brownies. 

Variasi minuman di kedai sop duren ini memang hanya durian berkuah yang diisi dengan beragam toppping. Harag yang ditawarkan juga sangat terjangkau mulai dari Rp9.000 - 11.000 saja. Suasana kedainya cukup nyaman untuk kelas kedai pinggir jalan. Memang agak pengap karena hanya ada 1 kipas angin, tapi terlihat lebih luas karena diseluruh dindingnya dipasangi cermin. Pelayannya juga melayani dengan ramah dan cekatan, walau agak sedikit lama sekitar 20 menit karena pada saat kesana sedang ramai pembeli.

Huah, rasanya dua gelas sop duren tidak cukup untuk hari ini. Will be back for sop duren ketan yang kata adik saya lebih juara dari yang lain. 




Bermain-main di The Playground

1 komentar

Apa rasanya kalau kita bisa kembali ke masa kanak-kanak, ke taman bermain kita yang diisi dengan ayunan, jungkat-jungkit, perosotan dan mainan anak-anak lainnya sambil menikmati makanan pemuas perut. Saya mendapatkannya di sebuah restoran bernama The Playground. Dari namanya saja kita sudah bisa menebak kalau ini resto bertema taman bermain. Konsep itu diwujudkan dengan lengkap melalui desain interior dan furniture yang semuanya disulap menyerupai taman bermain anak-anak. Tengoklah tempat duduknya yang diubah dalam bentuk ayunan gantung dan kursi putar. Lantainya pun ada yang ditutupi dengan rumput imitasi dengan beberapa pajangan mainan anak di lemari yang menempel pada dinding. Sayangnya, suasananya malah dibuat remang-remang, tidak seterang dan secerah taman bermain pada umumnya.

Konsep unik itu juga diwujudkan The Playground pada nama-nama makanan dan minuman yang disajikan. Jangan aneh kalau di buku menu kamu melihat ada makanan bernama Insanity Rice, Phsychotic Fried Rice, PING!! My Nachos, Abstract Pizza, Deconstructed Brandy Banana Split, Melonchoholic, dll. Semua makanan dan minuman tersebut juga disajikan dengan menggunakan a unique utensils. Menu yang disajikan disini bervariasi, mulai dari Indonesia, asia, sampai yang western juga ada.

Untuk memuaskan rasa penasaran saya akan keunikan makanan mereka, maka Insanity Rice dan Phsychotic Fried Rice menjadi pilihan saya dan teman siang itu. Sepintas kedua jenis makanan ini sama, keduanya terbuat dari nasi tiga warna yang satu digoreng yang satu tidak.  Nasi tiga warna itu terdiri dari nasi kuning (kuning dari kunyit), nasi merah (merah dari buah bit), dan nasi hijau (hijau dari daun suji s). Nasi warna-warni tersebut sangat menarik mata saya, apalagi dilengkapi dengan potongan terung yang dibalut dengan tepung yang sangat crunchy, mentimun, sosis, baso, dan acar. Sayangnya, ketika dicoba, saya tidak merasakan ada yang unik dari kedua nasi tersebut. Si Insanity Rice terasa agak pedas di lidah saya. Tajamnya merica, lada, dan cabe sangat menyegat di tenggorokan. Tesktur nasinya pun ada beberapa yang tidak pulen, sedikit keras seperti nasi pera. Bedanya si Phsychotic Fried Rice tidak sepedas Insanity Rice, hanya saja minyak di nasi gorengnya kok terlihat berlebihan ya. Terong gorengnya pun standar saja. Yang paling menggoda hanya wangi dari ketiga varian nasi tersebut yang tercium berbeda-beda.


Mengobati kekecewaan pada makanan di atas, Melonchocolic, Iced Capuccino, dan StrawBerry juice (lupa nama aslinya hehe) sedikit menghibur kami walaupun saya adan teman-teman agak shock melihat porsi minumannya. Minumannya memang disajikan di gelas yang sangat unik. Untuk dua menu jus melon dan strawberry mereka menggunakan gelas kaca yang bagian bawahnya ada tonjolannya, jadi gelasnya tidak bisa tegak berdiri, melainkan bisa digoyangkan. Sedangkan untuk Iced Capuccino mereka menggunakan gelas menyerupai botol selai berbentuk kotak yang cukup besar. Rasa jus melon dan strawberrynya pun biasa saja. Terlalu kebanyakan susu sepertinya, malah rasa buahnya tidak terlalu pekat. Namun, cukup segar untuk diminum setelah makan nasi goreng yang pedas tadi. Porsinya juga kecil sekali untuk harga yang begitu mahal. Iced Cappuccino-nya cukup menyenangkan, rasa kopi dan susunya masih terasa.




Harga yang ditawarkan untuk makanan berkisar antara Rp20.000 – 198.000, sedangkan minuman Rp20.000-150.000. Semua makanan terkena 10% pajak dan 5% servis.

Entah mengapa kedatangan kami saat itu sepertinya menghadirkan begitu banyak kekecewaan, sampai-sampai pelayanannya pun sebenarnya mengecewakan. Karena pelayannya pun sulit dipanggil, entah mereka semua sibuk melayani atau kekurangan pelayan. Belum lagi makanannya juga datangnya lama sekali. Begitupun saat membayar tagihannya.

Overall, buat saya makan disini mungkin cukup sekali saja. Walaupun sebenarnya penasaran sama menu-menu aneh lainnya. Hanya saja melihat porsi makanan, rasa dan harga yang terlalu pricey, saya pantas berpikir dua kali untuk kembali kesini. Pecinta kuliner pun mungkin tahu, lebih baik membayar mahal di resto lain asalkan bisa dapat rasa makanan yang juga ‘mahal’.



The Playground
Plaza Indonesia Extension 4th Floor, 
unit E18, E19 & E21
Jl. M.H. Thamrin, Jakarta Pusat

Double Bay Food Tasting Panel

0 komentar



Berbekal sebuah undangan food tasting dari seorang teman sesama food blogger, saya menjejakkan kaki dan harapan saya ke sebuah a newly opening resto in Jakarta, Double Bay. Resto bernuansa eklektik ini menempati sebuah ruang yang cukup luas di kawasan kuliner Menteng tepatnya Hotel Formule One lantai 1. Suasana eklektik resto yang beru saja melaksanakan grand opening-nya Sabtu lalu ini langsung terasa dengan penerangan yang cukup redup namun menampilkan kesan mysterious dan glamour ditambah dengan furnitur eklektik berupa sofa dan kursi yang berbeda bentuk dan warna. Di sudut lain lemari berisikan botol-botol wine dan dinding beralaskan dedaunan menjadikan restoran ini terlihat cantik dan elegan.

Malam saya saat itu diisi dengan obrolan ringan dengan beberapa Jakarta’s food blogger sambil dimanjakan dengan beberapa hidangan special dari restoran yang sudah mempunyai dua cabang di Jakarta dan soon to be opened di Bekasi. Menu yang ditawarkan Double Bay merupakan menu internasional for ‘All Day All Night’. Dengan beberapa pilihan Breakfast, seperti Norwegian Egg Benedict, Garlic Chicken Quesadilla, Smoke Salmon Mesclun Salad, dll. Untuk Appetizer, Double Bay membuka selera pengunjungnya dengan beberapa pilihan, seperti Baked Escargot Lemon Garlic Butter, DB Mussels, DB Nachos, dll. Sedangkan untuk main course, Double Bay menyediakan bebrapa pilihan pasta, sandwich, dan pizza; beragama menu Asian seperti Iga Bakar Kecap, Nasi Goreng Anak Kota, Sop Buntut Jaman Orba, dll; aneka Entrée, seperti Tijuana Salmon, Fish & Cips, Hamburg Steak, dll; aneka soup dan fries & bites serta pilihan grills mulai dari tenderloin, rib eye, hingga norwegian salmon. Double Bay juga memiliki varian desserts, signature cocktails, dan international cocktails serta wine.

Malam itu dibuka dengan fresh beverage berupa Menteng Punch, a fusion of orange juice, soursop, dan blue curacao dengan sensasi campuran rasa asam dan manis yang menyegarkan tenggorokan.


Dilanjutkan dengan entrée yang sangat menggiurkan Baked Escargot Lemon Garlic Butter with Smoked Salmon Mesclun Salad (70K). Ini adalah pengalaman pertama saya mencicipi escargot. Daging bekicot-nya lembut menyatu sempurna dengan lelehan lemon garlic butter dan red wine yang menghasilkan rasa sedikit asin dan asam. Sedangkan mesclun salad-nya juga tersaji fresh, ditambah dengan parutan keju parmesan, dijon balsamic dressing dan candied cashew nut yang menjadi super fantastic hint dengan caramel dan gula yang memberikan sensasi beragam rasa di lidah.


Masuk ke main course, Double Bay menantang para bloggers mencicipi their signaturee entrée dan main course dengan dua pilihan paket Three Cheese Chicken with Pan Fried Dory, atau Tijuana Salmon with Beef Burgundy. Saya memilih paket kedua, namun tetap mencicipi paket pertama, sharing dengan sesama blogger hehehe.

Tijuana Salmon (130K). A pan fried salmon yang dimasak half cooked dengan lime cilantro cream sauce. The skin was perfectly fried dan dagingnya was so soft and tender meskipun saya mencium sedikit bau amis dari kulitnya, namun tereliminasir dengan bau lime dan cilantro dari sausnya.


Beef Burgundy (140K). Beef tenderloin yang disiram dengan red wine burgundy sauce, disajikan bersama roasted vegetables, garlic dan shoestring fries. Saus dan dagingnya yang cukup empuk menyatu sempurna menghasilkan rasa gurih dan manis yang menyenangkan lidah.


Three Cheese Chicken (72K). Stuffed chicken breast with mozzarella, yellow cheddar and parmesan. Disajikan dengan tagliolini pomodoro (variasi lain tagliatelle pasta hanya sedikit round bentuknya). Cukup menyenangkan, daging ayamnya empuk namun kurang cheesy menurut saya pecinta yang pecinta keju. Saus pada tagliolininya pun agak terasa hambar di lidah saya.


Pan Fried Dory (70K). Disajikan dengan potongan daging asap, butter sauce, dan leek mashed potato. I just love this dish! Dory-nya sangat lembut dan meleleh sempurna dengan mashed potato-nya di mulut saya. Ditambah sensasi rasa gurih dan asin dari sausnya, membuatnya jadi juara main course malam itu.

  
Double Bay menutup manis malam itu dengan dua desserts cantik Royal Lemon Tart (40K) dan Butterscotch Apple Crumble (40K). I love how they decorate those cakes perfectly! Baked caramelized apple dan almond crumble menyatu sempurna dengan manisnya cinnamon sauce dan lelehan es krim vanilla. Tekstur pie pada bagian bawahnya juga lunak dan crunchy. Perfect! Royal Lemon Tart pun memiliki tekstur pie yang lunak dan mudah digigit. Diisi dengan milk fla yang agak terlalu manis namun ternetralisir dengan sedikit asam dari fresh strawberry fruit dan raspberry sauce.



Double Bay juga menghadirkan Bellini , a mix of rose wine dan peach juice dengan wangi rose wine yang sangat kuat dan mix flavor asam manis yang menyegarkan.


As an upscale restaurant, Double Bay memasang harga yang masih affordable untuk penikmat makanan dikelasnya. Appetizer & Breakfast menu berkisar antara Rp37.000 – 59.000; Main course berkisar antara Rp43.000 – 140.000; Beverages berkisar antara Rp35.000 – 85.000.

Overall, I love to spend that dinner night with Double Bay and fellow Jakarta’s Food Bloggers. Pelayanan mereka juga menyenangkan, cepat dan tanggap. Chef-nya dengan senang hati menerima masukan dari para blogger. Anyway, thank Double Bay dan Mbak Laras untuk undangannya.



Double Bay Resto & Lounge

Plaza Menteng, GF 9-10
Jl. HOS Cokroaminoto 79
Jakarta Pusat 10310

Tel. 021-3907623/24
@doublebayjkt

Never Been Better

0 komentar

Weekend minggu lalu saya menghadiri lunch gathering yang diadakan oleh salah satu food portal di kafe Never Been Better. Never Been Better ini adalah sebuah kafe di daerah Kemang Selatan yang merupakan usaha kecil-kecilan dari tiga sahabat yang ingin punya bisnis sampingan. Never Been Better ini sangat unik, mengusung tema industrial, mereka menghadirkan sebuah kafe anak muda dengan konsep reuse. Seluruh furniture dan dekorasi interior dan eksterior disini menggunakan bahan-bahan daur ulang, lho. Kita bisa melihatnya dari mulai bagian depan kafe ini yang menggunakan krat untuk botol berarna biru yang disusun hingga menjadi sebuah gapura. Dinding-dindingnya juga ditempel dengan asbes dan papan bekas. Tengoklah lampu di dalam kafenya, tiga sahabat itu tidak kehabisan ide menggunakan hanger dan derigen untuk menjadikannya sebuah lampu gantung yang cantik. Meja makannya juga dibuat bisa digeser dengan menggunakan rel serta kursi makan yang menyerupai kursi metromini.



Tentunya daur ulang mereka hanya berlaku bagi furniture dan dekorasi, tidak untuk makanannya. Menu yang mereka hadirkan disini rata-rata menu simple yang sengaja dibuat untuk menemani waktu santai pengunjung apalagi kafe ini dilengkapi free high speed wi-fi yang membuat orang betah berlama-lama disini. Never Been Better mempunyai varian Light Meals seperti salad, chicken soup, banana balls, sandwich dan lain-lain untuk yang suka cemilan. Menu utama dibagi dalam dua kategori Delicious dan Authentics yang merupakan perpaduan Indonesian dan Internasional cuisine, seperti Spaghetti Aglio Olio, Beef Satay, Orange Chicken, Nasi Goreng Hijau, Nasi Ayam Penyet, dan lain-lain. Sementara untuk aneka minumannya, @nevbeenbetter ini menyajikan aneka minuman bersoda diantaranya Shirley Temple, Green Paradise, Limun Timun, aneka kopi, teh, dan softdrink

Salad. Bauat saya sih ini sekedar makanan pembuka yang standar. Hanya selada bokor, mentimun, tomat, dan potongan daging asap serta mayonnaise handmade yang lumayan pekat. Sayurannya segar sih tapi nggak disajkan dingin jadi aneh rasanya makan salad panas-panas.


Spaghetti Bolognaise tersaji seperti pada umumnya makanan yang sering ditemui di kafe atau resto modern. Lembutnya spaghetti menyatu sempurna dengan saus bolognesenya. Hanya saja saus ini terlalu pekat dan rasa tomatnya membuat saya sedikit eneg. Mungkin ada baiknya @nevbeenbetter membuatnya light saja sehingga yang tidak suka tomat pun masih bisa menikmati menu ini.


Nasi Goreng Hijau. Nasi goreng yang dibuat dari campuran cabe hijau, daun jeruk, daun limau, sedikit kunyit, ditaburi dengan kacang sangrai membuat nasi ini menjadi favorit saya. Wangi dari dedaunan tersebut menyatu sempurna dengan nasi yang pulen sehingga menghadirkan aroma jeruk dan limau yang kuat dan menggoda selera saya. Rasanya agak sedikit pedas but it’s still okay. Untuk harga juga masih affordable apalagi untuk kafe di kawasan Kemang. Untuk makanan ditawarkan dengan harga mulai dari Rp16.000 – 32.000 sedangkan minuman mulai dari Rp12.000 – 23.000.

Nasi Ayam Teriyaki. Saya tidak melihat ini seperti teriyaki melainkan lebih mirip donburi, karena teriyaki seharusnya agak sedikit basah dan berkuah. Tekstur dagingnya pun agak alot.


Banana BallsPisang goreng yang dibalut dengan adonan tepung terigu kemudian dibentuk bulat dan ditaburi dengan parutan keju serta susu cokelat menjadi penutup lunch kami siang itu. Pisangnya lembut, ada sedikit aroma vanilla dari dagingnya. Sayangnya tidak disajikan hangat sehingga kulitnya sudah melempem dan mengurangi kenikmatan pisang goreng yang sebenarnya.


Untuk minuman kami disediakan es teh manis yang diracik sendiri, jadi bisa disesuaikan rasa manisnya. Untuk beberapa menu makan disini juga ternyata bisa di request, mau pedasnya dengan level apa, Never Been Better’s chef is ready to serve you!

Overall, Never Been Better bisa menjadi pilihan lain untuk menemani waktu santai atau kumpul-kumpul bersama teman-teman. Saran saya hanya satu variasi makanannya mungkin perlu ditambah. Jika konsep kafenya sendiri sudah unik, mengapa tidak membuat makanan yang unik. Pasar pecinta kuliner pasti dengan senang hati menyambut kafe yang tidak melulu menghadirkan menu yang sama walaupun dengan konsep yang berbeda. 


Never Been Better

Jl. Kemang Selatan 31
Kemang
@nevbeenbetter

Sekoteng & Tau Sjan Pontianak

0 komentar

Selepas menikmati lezatnya kwetiaw siram, saya tergoda dengan Sekoteng & Tau Sjan Pontianak yang kedainya terletak di depan Kwetiaw Mangga Besar. Bukan kedai sih tepatnya, hanya seorang ibu dengan etalase kecil yang isinya beragam isi untuk sekoteng. Saya tertarik karena ketika didekati, etalase tersebut berisi makanan yang tak lazim saya lihat pada sekoteng yang sering saya jumpai.


Iseng bertanya pada si ibu penjual yang umurnya kira-kira sudah 50an, ternyata ini sekoteng khas Pontianak yang katanya terkenal di kota tersebut namun juga menjadi makanan penutup khas orang Tionghoa. Sekoteng Pontianak ini bukan disajikan dengan air jahe melainkan dengan air gula dan daun pandan.


Isi sekotengnya sendiri terdiri dari biji jali-jali, kacang hijau kecambah, jamur putih khusus untuk sayur, biji teratai, lengkeng, dan buah yang agak asam mirip dengan kurma (saya lupa namanya hehehe).



Rasa air gulanya sendiri pas, tidak terlalu manis dan menyegarkan tenggorokan meskipun disajikan hangat. Aneka isi sekotengnya juga terasa menyatu sempurna dengan air gulanya, hanya saja ada buah yang terasa sangat asam di lidah saya. Biji teratainya empuk seperti makan kacang mete namun lebih lunak, jamur putih, jali-jali, lengkeng semua disajikan pas dan teksturnya mudah dikunyah.



Semangkuk sekoteng Pontianak yang bisa disajikan panas atau dingin ini dibanderol Rp12.000. Buat saya sih agak pricey, tapi mungkin karena isinya yang khas dan hanya dijual di toko-toko tertentu, mungkin harga segini wajar dipasang oleh si penjual.


Pelayanannya sendiri sangat ramah. Si ibu dengan sabar menjelaskan pada saya isi dari sekoteng dan asal muasalnya. Dapet ilmu baru, perut pun kenyang hehehe....


Kwetiaw Sapi 78 Mangga Besar

0 komentar

Beberapa waktu lalu saya diajak seorang teman saya yang juga pecinta kuliner Indonesia ke daerah Mangga Besar. Disana katanya ada kwetiaw siram yang sudah berdiri lebih dari 20 tahun. Saya bukanlah orang pecinta kwetiaw hanya penikmat. Namun, diiming-imingi dengan kuah siram yang sepertinya menggiurkan, akhirnya


Terdamparlah saya di salah satu area yg disebut-sebut red distric-nya Jakarta.


Kwetiaw Sapi 78 Mangga Besar nama restorannya. Lokasinya dipinggir jalan raya Mangga Besar, seberangnya Lawson. Mungkin ini bukan restoran, lebih mirip rumah makan namun berukuran besar dan sederhana. Rumah makan yang di dominasi spanduk-spanduk 78 berwarna kuning ini sangat ramai malam itu. Di depannya terdapat penjual sekoteng pontianak dan penjual aneka kue kering. Di sebelah kanan pintu masuk terlihatlah dapur terbuka dengan beberapa tukang masak dan pelayan sibuk dengan kegiatannya melayani pengunjung. RM punya dua area di dalam atau di luar ruangan, tapi keduanya sama-sama indoor. Hanya saja di bagian luar lebih terasa luas dan tidak pengap.


Saya memilih Kwetiaw Siram Seafood dan Sapi serta Es Kacang Hijau untuk menu makan malam kali ini.


Kwetiaw Siram Sapi  ini disajikan dengan kuah kental gurih. Kuahnya terbuat dari campuran sagu dengan rasa gurih dan sedikit asin menyatu sempurna dengan potongan daging sapi yang empuk.  Kwetiaw-nya bertekstur pas, tidak terlalu kenyal atau terlalu lembek. Jika suka bisa menambahkan sambal buatan sendiri yang rasanya asam-pedas.






Sedangkan Kwetiaw Siram Seafood rasa dan tekstur kwetiawnya sama dengan Kwetiaw Siram Sapi bedanya hanya diisi dengan seafood dan sayuran. Hanya saja si kuah untuk kwetiaw siram seafood ini lebih asin dari kwetiaw siram sapi.




Setelah menikmati panasnya kwetiaw siram, saya menyegarkan kerongkongan dengan Es Kacang Hijau Pontianak. Es yang dibuat dari sari kacang hijau asli ini sangat menyegarkan tenggorokan dan ampas kacang hijaunya pun tidak terlalu terasa di tenggorokan.




Selain kwetiaw siram, Kwetiaw Sapi 78 Mangga Besar juga menyajikan aneka makan siram lainnya dan rata-rata berbahan dasar mie, seperti  mie siram, bihun siram, dan locupan (spaghetti a la Tiongkok) siram. Ragam isi mie dan bihunnya pun beragam, mulai dari sapi, ayam, seafood, sayuran dan lainnya.


Harga yang ditawarkan disini juga cukup pas untuk porsinya yang lumayan besar yaitu Rp25.000 untuk aneka kwetiaw/mie/bihun siram. Aneka minuman dibanderol Rp5.000-8.000 saja.


Saya suka sekali dengan pelayanan mereka yang sigap saat saya datang. Pelayan disana memang cukup banya dan siap membantu mencarikan tempat duduk yang kosong dan menawarkan menu sesuai pesanan. Makanan tersaji 20 menit di meja saya dan itu cukup bisa ditoleransi untuk ukuran rumah makan yang ramai pengunjung namun memiliki tukang masak terbatas. Suasana rumah makannya cukup nyaman walaupun memang berisik saking ramainya plus ada banyak penjaja makanan kecil yang hilir mudik meja ke meja menawarkan dagangannya.





Overall, saya suka makan di sini. Will be back someday untuk nyobain mie atau bihunnya.

Kwetiaw Sapi 78 Mangga Besar

Jalan Mangga Besar Raya No. 78D
Jakarta Barat

 
  • Eating Until Die © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Web Hosting , Blogger Templates and WP Themes