Hummingbird Eatery

1 komentar



Atmosfer. Itulah alasan utama saya mau berkunjung ke restoran atau kafe di daerah Bandung. Dimanapun mencari memang banyak resto yang menyediakan atmosfer yang memanjakan para pengunjung, tapi kadang tidak sepadan dengan pelayanannya. Bersyukur saya menemukan, Hummingbird, setelah sekian lama orang sudah membicarakannya baru kali ini saya mampir kesini. Don’t get me wrong, when I say other places are not good enough, even they have good atmosphere and price. but, Hummingbird comes in a fully package. 

Starting from the front yard, I was spoiled by a very homey atmosphere, with an outdoor dining area, furnished by wooden furniture and several hanging plant pot. Stepped in the indoor area, I found a very modern semi-bar and display of cake, almost similar with typical modern cake shop. A book shelf with several colorful books also adds the homey atmosphere. With a soft-yellow-light, Hummingbird, also provides more spacey room behind and a children playground at its backyard.

Well, let’s see what my stomach got here. Humminngbird offered me many choices of international food, mostly western, Italian and Indonesia. 

Sejujurnya, I don’t know what to eat but my foodie friend told me, “just randomly choose the dishes, anything in Hummingbird will be surprising for you.” So, okay in a random thing I chose Grilled Lamb Chop (62,5K). The surprising was, kalau biasanya Lamb Chop itu hanya di grilled, Hummingbird menyajikan dengan versi beda dipanggang namun diluar dagingnya dibalut dengan tepung yang krispy banget! It felt like eating a fried chicken, but this is fried lamb. Tekstur dagingnya sangat lembut dan tidak berbau. Tingkat kematangan juga oke. What made its best was the sautéed potatoes with the hint a melted mozzarella. How fantastic it was! Perfect choice of mine! Mashed potatoes lembut berpadu sempurna dengan gurihnya keju mozzarella. It’s heaven for me.  Saus pelengkapnya pun cukup menggoyang lidah campuran kacang dan sedikit blackpepper, manis dan sedikit pedas di lidah.


Pelengkap selanjutnya adalah dessert dan minuman yang juga jadi juara di Hummingbird. Booming Rainbow Cake (24,5K) membuat saya tidak menyia-nyiakan mencicipi cake pelangi disini. And dari sekian banyak rainbow yang pernah saya cicipi, Hummingbird is the best one! They have a very moist texture of cake dengan cream cheese yang lembut, cheesy, tidak terlalu manis, all perfect! warna rainbownya juga tidak terlalu menyeramkan walaupun saya nggak tahu ini pewarna alami atau bukan, sih.
 
Untuk minumannya, Delz Pinky Berry (29,5K) dan Blueberry Juice (21,5K) menjadi pilihan saya. Delz Pinky Berry ini merupakan salah satu menu menu yang disebut mengandung Hummingbird’s nectar. Sebenarnya rasanya seperti soda dicampur dengan jus strawberry saja, namun tidak terlalu asam. Segar untuk diminum siang-siang. However, I didn’t like the Blueberry Juice, rich with blueberry but less sugar. Jadinya hambar lama kelamaan.

Anyway, selain makanan yang enak, harga di Hummingbird juga enak buat kantong. Untuk makanan pembuka berkisar antara Rp24.000 – 44.000, menu utama berkisar antara Rp32.000 – 78.000, desserts and cake berkisar antara Rp24.000 – 31.000 dan aneka minuman berkisar antara Rp12.000 – 30.000.

Overall, I never regret to spend my lunch here. I should thank my friend that recommends this resto. Of course will be back for another surprising from Hummingbird. Having another great experiences in Hummingbird, foodies? Do not hesitate to share it with me! Have a good day!   



Hummingbird Eatery
Jl. Progo No. 14
Bandung Tengah
(022) 4212582
@humminngbird_eat


Dulang Kafe, Kuta

1 komentar

Di hari terakhir di Bali, sambil menunggu keberangkatan pesawat kembali ke Jakarta, saya menyempatkan diri berjalan-jalan disekitar Kuta Square dan mampir makan sore di Dulang cafe. Kafe ini berlokasi di area Kuta Square, tepat disamping Matahari Department Store. Tidak sulit menemukan kafe ini, karena di bagian depannya terdapat canopi berwarna hijau dan bertuliskan Dulang cafe. Kafe ini sedikit terlihat eksklusif, dari interiornya pun terlihat seperti restoran kelas menengah. Di bagian terasnya terdapat beberapa meja dan kursi makan a la pantai yang dihias dengan sarung kursi berwarna oranye. Kafe ini semakin cantik engan hiasan tirai emas dibagian depannya, sedangkan di bagian dalam juga ada beberapa tambahan sofa yang terlihat nyaman. Di sisi kanan kafe terlihat ada bar dan etalase berisi cake-cake cantik. Suasananya terlihat semakin elegan dengan pencahayan dari lampu ruangan yang sedikit redup dan menguning.

Resto ini menyajikan aneka makanan mulai dari menu Indonesia sampai menu international seperti makanan western dan italia. Ada aneka pasta dan steak yang dikhususkan untuk pengunjung yang mayoritas turis asing, sedangkan untuk lidah Indonesia nasi campur Bali, ayam goreng, aneka bakmi menjadi pilihan yang tepat. Kesan ‘mahal’ pada kafe ini memang terbukti pada harga makanan yang ditawarkan. Untuk makanan dibanderol mulai dari Rp38.000 – 250.000, sedangkan untuk minuman mulai dari Rp25.000 – Rp150.000.

Agak miris sebenarnya melihat harga disini, melihat seporsi mie ayam yang dihargai Rp38.000 saja mata saya langsung mendelik, padahal di Jakarta saya biasa makan paling mahal 10.000 hahaha. Berhubung lapar dipesanlah Bakmi Ayam itu (38K). Rasanya sama aja seperti bakmi ayam pinggir jalan pada umumnya. Kuahnya gurih, mie-nya cukup kenyal dan lembut dengan tambahan irisan ayam dan baso. Nggak ada yang spesial sih dari bakmi ini.


Untungnya, Nasi Campur Bali (56K) nggak terlalu bikin saya tambah shock. Nasi khas Bali ini datang dengan porsi yang besar. Seporsi nasi campur ini terdiri dari nasi, urap, tum ayam, telur, sate lilit, tempe orek kering dengan kacang goreng, dan sambal matah. Umumnya, bumbu yang ada pada makanan disini, seperti bumbu pada telur dan tum ayamnya bercitarasa khas Bali, pedas, sedikit bersantan, dan rasanya manis asin. Overall, saya cukup puas makan nasi campur disini, walaupun katanya sih masih belum otentik. Nggak tau sih dimana yang jual nasi campur otentiknya hehehe…Yang penting dengan porsi yang besar, saya mampu mengisi perut saya sampai tengah malem sambil nungguin pesawat pulang ke Jakarta. 

 



Dulang Cafe

Kuta Square Blok C20-22
Kuta, Bali
(0361) 753389

Ubung Cafe, Jimbaran

0 komentar

Setelah menghabiskan waktu seharian menelusuri pantai-pantai cantik di Uluwatu, Jimbaran menjadi pilihan saya mengisi perut. Satu hal yang menjadi jualan utama Jimbaran adalah area dinner pinggir pantainya. Memasuki pusat makan Jimbaran, saya langsung disambut dengan sederet restoran dan café yang menyajikan seafood ‘fresh from the oven’. Hampir semua café tersebut dipenuhi dengan penggila seafood yang ingin merasakan sensai makanpinggir pantai khas Jimbaran. Saya memilih Ubung café, karena tempat pertama yang saya pilih waiting list-nya sangat panjang. Di setiap café disini sudah dipastikan kita diperbolehkan memilih sendiri seafood segar yang kita inginkan, rata-rata sih memang haru memesan per kilo. Seafood yang bisa dipilih disini diantaranya fresh lobster, king prawn, tiger prawn, kerang, cumi, udang red snapper, barakuda, ikan baronang, oyster, bawal, dan masih banyak lagi.

Saya sendiri akhirnya memesan cumi, red snapper, dan kerang sebagai menu makan malam. Sambil menunggu makanannya datang, saya begitu menikmati keramaian Jimbaran di malam hari. Jejeran meja makan dengan lilin-lilin cantik ditata apik disepanjang pantai. Suasana temaram dan deburan ombak serta semilir angin membuat Jimbaran tak salah menjadi pilihan keluarga atau para pasangan menghabiskan candle lite dinner a la pantai disini. Di beberapa tempat juga terlihat dan terdengar suara sekelompok pengamen yang menyanyikan lagu-lagu tempo dulu yang romantis dan kadang membuat kita ingin bergyang di pinggir pantai. It’s nice and romantic I thought, moreover my loved one was also beside me hahaha!

Seafood pesanan saya datang sekitar 30 menit kemudian. Semua sajian seafood disini dimasak dengan cara dibakar. Ikan Red Snapper (76K) dibakar dengan cukup matang dengan balutan bumbu rempah-rempah yang sangat pekat. Saya tidak bisa menebak bumbu apa yang dipakai hanya saja rasa kunyit sangat tajam dilidah saya. Tekstur ikannya juga sangat lembut dan bumbunya menyerap sampai kedalam dagingnya.


Kerang Dara (40K) yang disajikan disini menurut saya juara. Bumbu rempah-rempahnya juga sangat kaya akan rasa. Saya bisa merasakan aneka rasa seperti manis, asam, asin, gurih bercampur disana, dan sepertinya kunyit yang jadi khasnya bumbu masakan Bali lagi-lagi terasa sangat pekat disini. Kerangnya pun dibakar sempurna, tidak lagi tercium bau amisnya.


Sayangnya, Cumi Bakar (80K) yang ditusuk dengan tusuk sate ini tidak menggugah selera saya. Walaupun porsinya banyak, ada sekitar 15 tusuk, bumbunya terasa pahit dan asam sekali di lidah. Tekstur dagingnya juga keras mungkin terlalu lama dibakar juga. 


Harga makanan yang ditawarkan Ubung café juga standar. Untuk semua menu seafood segar rata-rata dibanderol mulai dari Rp40.000 – Rp150.000 per kilo. Sedangkan, minumannya mulai dari Rp5.000 – 15.000. Overall, saya menikmati malam ini dengan senyuman. Bali berhasil membuat saya makin mencintai masakan Indonesia beserta segala kenikmatan yang saya terima saat menikmati makanan tersebut di pinggir pantai Jimbaran. 


 Ubung Cafe

Jl. Muaya Beach, Jimbaran, Kuta, Bali
Telp. (0361) 701881

Triple S Lounge & Bar

0 komentar

Saat menginap di Best Western Kuta Beach, Bali, beberapa waktu lalu, saya menyempatkan diri mnegunjungi lounge and bar milik hotel ini, Triple S Lounge & Bar. Lounge & bar ini terletak di rooftop, lantai 5 hotel Bestwestern Kuta Beach. Lokasinya yang berada di paling atas hotel, membuat lounge & bar ini menjadi tempat yang seru buat hangout karena posisinya yang di atap dengan pemandangan langsung ke pantai kuta dan lautan yang luar biasa biru dan indah! Di bagian depan lounge & bar ini terdapat kolam renang kecil dengan beebrap kursi pantai untuk tempat berjemur. Dekorasinya sendiri dibuat sangat colorful, ada beberapa kursi dan meja yang terbuat dari rotan dengan warna-warna neon seperti merah, hijau dan kuning, cantik menghiasi lounge & bar ini. Di sisi lainnya terdapat sofa-sofa empuk lengkap dengan bantalnya yang enak buat duduk sambil tidur-tiduran. Sisi bar juga terlihat rapi dan coclorful dengan beberapa bendera peserta EUR0 2012 yang memang sedang hip saat ini.


Triple S ini tidak menyajikan begitu banyak makanan, karena lebih mengutamakan menu minumannya. Makanan yang ditawarkan diantaranya ada aneka burger, pasta, dan snack ringan seperti french fries atau calamari. Ada pula beberapa makanan utama seperti Nasi Lengko, Nasi Campur Bali, dan beberapa menu steak.


Cuaca Bali yang sangat panas siang itu membuat saya memilih Orange Punch (28K) sebagai pelepas dahaga. Mocktails ini merupakan campuran dari orange juice, sedikit lemon, soda, dan gula. Rasanya asam manis namun menyegarkan tenggorokan!


Sedangkan untuk pelengkap makan siang, saya memilih Nasi Lengko (29K). Nasi Lengko ini memang bukan menu khas Bali melainkan makanan khas masyarakat pantai utara Jawa seperti Cirebon atau Indramayu. Nasi Lengko disini dibuat sedikit naik kelas dengan penyajian yang luar biasa cantik. Tengoklah piring keramik berbentuk persegi yang sangat besar lengkap dengan cangkir a la lampu ajaib Aladdin yang berisi sambal kacang sebagai penyaji makanan ini. Seporsi Nasi Lengko ini terdiri dari nasi putih, ayam goreng, gepuk goreng, tempe dan tahu goreng, toge rebus, potongan mentimun, selada, bumbu kacang serta sate buah melon, pepaya dan semangka. Secara umum rasa makanan campu-campur ini tidak terlalu spesial. Ayam gorengnya sudah tidak hangat dan sedikit alot, begitupun gepuknya. Tempe dan tahu gorengnya juga tidak gurih, hanya digoreng biasa. Yang membuat semuanya enak itu si bumbu kacangnya, bumbunya sangat terasa kacang dengan sedikit rasa pedas dan manis yang membuat semua isi nasi lengko ini lebih ada ‘rasanya’.


Harga yang ditawarkan disini pastinya sekelas harga resto hotel dengan 11% government tax dan 10% service charge. Harga makanan disini mulai dari Rp25.000 – 150.000, sedangkan untuk minumannya dari Rp25.000 – 100.000.

Overall, I love to spend my lunch here. Walaupun agak panas, tapi makan siang ditemani dengan angin pantai yang semilir-semilir di atas sofa sambil menikmati indahnya lautan biru yang terbentang luas membuat badan saya rasanya tak ingin beranjak dari sini. Ah this is why people called Bali as a dreamland.

Triple S Lounge & Bar

Best Western Kuta Beach
Jl. Benesari, Br. Pande, Kec. Kuta
Bali 80361
Telp. (0361) 754396
Fax. (0361) 754301
www.bestwesternkutabeach.com

Ayam Betutu khas Gilimanuk

3 komentar

Ayam Betutu khas Gilimanuk boleh dibilang sebagai makanan wajib dicoba saat mengunjungi Pulau Dewata Bali. Ya, walaupun cabangnya kini ada di Jakarta, namun saya tetap penasaran dengan masakan yang dimasak asli sama orang Bali-nya. Akhirnya, berbekal kesasar di sekitaran Kuta dan Tuban, saya menemukan resto ini yang ternyata lokasinya sangat kelihatan di pinggir jalan.

Resto Ayam Betutu khas Gilimanuk ini memiliki area yang sangat luas. Mungkin bisa menampung sekitar 100 pengunjung lebih. Interiornya sih siederhana saja. Cenderung seperti kedai tradisional dengan meja dan kursi panjang dari kayu. Suasananya sangat ramai dan panas, tidak ada AC sama sekali. Saking ramainya bahkan memanggil pelayan saja susah sekali.

Singkatnya, saya mencicipi Ayam Betutu dengan porsi setengah. Di resto ini kita bebas memilih ukuran ayamnya, bisa satu ekor, setengah atau seperempat ekor. Selang beberapa menit, masakan khas Bali itu sudah hadir di meja. Tipikal penyajian ayam betutu ini yaitu disajikan dengan plecing kangkung dan kacang sangrai serta sambal matah.

Saya terkejut saat melihat penampilan si ayam betutu ini yang garang dengan siraman bumbu yang mencolok. Ayam betutu ini disiram dengan bumbu genep (lengkap) yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabe hijau dan merah, kunyit dan rempah-rempah lainnya yang luar biasa pedasnya! Tekstur daging ayamnya sendiri lembut dan empuk. Di ungkep sempurna sehingga bumbunya meresap sampai ke dagingnya. Sayangnya, saya sangat tidak menikmati karena pedasnya bumbu cabe hijau tersebut. Jadinya, hanya makan beberapa suap saja, setelahnya nyerah haha! Plecing kangkungnya juga biasa saja, hanya kangkung tumis yang sedikit pedas dan gurih, lumayan buat pengganti pedasnya si ayam betutu.


Selain ayam betutu ini, resto Ayam Betutu Khas Gilimanuk juga menyajikan aneka masakan berbahan dasar ayam seperti ayam goreng, ayam bakar, bebek betutu, sate lilit, nasi campur Bali, dll. Oh ya khusus untuk nasi campur Bali, ternyata mereka menjual hanya di pagi hari lho! Jadi jangan heran saat malam hari kesini kamu nggak bisa mencicipi nasi campur Bali khas restoran ini.

Harga makanan disini bervariasi, untuk ayam betutu sendiri per porsinya harganya juga berbeda. Untuk yang ¼ porsi harganya Rp24.000; ½ porsi harganya Rp30.000; 1 ekor Rp36.000. Sedangkan untuk makanan lainnya mulai dari Rp20.000 – 78.000.

Overall, rasa penasaran saya akan masakan Bali dengan bumbu khasnya tersampaikan walau tak terpuaskan, karena ah lagi-lagi I’m not a spicy food lover. Will be back someday buat nasi campur Balinya yang katanya tersohor juga, tapi mungkin nyobain yang di Jakarta saja ya hehehe….

Ayam Betutu khas Gilimanuk
Jl. Raya Tuban No. 2X
Kuta, Bali
Telp. (0361) 757535

Fascinée par Madeleine Bistro

1 komentar

Prancis itu boleh dibilang negara yang juga kaya akan kuliner. Ada begitu banyak makanan luar biasa yang hadir dari tangan-tangan chef ternama disana. Ditambah dengan citarasa autentik yang khas, masakan Perancis tak jarang jadi incaran penjelajah rasa di dunia. Saya sendiri penasaran seperti apa masakan Perancis itu, sampai akhirnya teman-teman saya mengiming-imingi untuk mencicipi sebuah resto Prancis baru yang sedang happening di daerah Kemang, namanya Madeleine Bistro.

Berlokasi di Gedung Kemang 89, Madeleine Bistro menyatu dengan salah satu toko perlengkapan furnitur yang juga menyuplai furnitur untuk Madeleine. Memasuki lorong Kemang 89, sudah terlihat bagaimana Madeleine menghadirkan suasana classy dan lux seolah membawa pengunjung ke sebuah resto mewah di Perancis. Penerangan di dalam restonya dibuat sedikit redup. Ada beberapa lukisan dan gambar-gambar reto di beberapa bagian dindingnya. Ada pula pigura-pigura kosong yang disusun secara acak disalah satu sudut dinding. Retro classic. I simply love the interior.

Malam ini dibuka dengan Entree yang begitu cantik menggoyang lidah dan perut saya. Salad Nicoise dan Escargots a la Madeleine tersaji dengan porsi yagn cukup besar untuk ukuran hidangan pembuka. Salad Nicoise (55K) berupa salad khas Perancis dengan potongan daging tuna yang kulitnya dibalut dengan wijen. I gave standing applause for the wijen covered the tuna. It’s unique! Tunanya sangat fresh, dengan minyak wijen yang sedikit melumuri daging tuna, ada rasa sedikit asin dan gurih yang memperkaya rasa tunanya. Ditambah dengan aneka sayurannya seperti kacang merah, anchovy, lettuce, kentang potong dadu, salad ini jadi luar biasa!


Escargots a la Madeleine (75K) was also went very well on my stomach. Kalau biasanya escargots disajikan dengan cangkangnya, Madeleine mencoba menghadirkannya dengan daging yang siap makan, tanpa perlu repot mengorek-ngorek dari cangkangnya. Dagingnya was perfectly boiled. Tender and soft. Most of all I love the fried mushroom. Cacahan jamurnya bercampur sempurna dengan potongan tomat. Rasa manis bercampur asin dan gurih. Ahh perfect dish!


Sebelum masuk ke main course, sesuai dengan cara makan a la Prancis, kami diberikan minuman penetral rasa berupa satu sloki lemon juice yang segar!

Gnocchi Fait Maison (85K) menjadi menu utama yang sedikit mengagetkan perut saya sebenarnya. Tekstur Gnocchi yang terbuat dari kentang ini terlalu berat untuk awalan. Agak sedikit lembek dan hambar, belum lagi cream sauce-nya juga tidak gurih sama sekali. Tipikal saus khas Perancis yang tanpa rempah sehingga rasanya hambar. I just didn’t enjoy this main dish.


Untungnya, Honey Glazed Chicken (65K) berhasil menyelamatkan perut saya. Potongan daging ayam bagian kaki yang disiram dengan saus madu disajikan bersama buttered rice dan spinach. I love the honey glazed sauce so much! Menikmatinya bersama nasi berbalut mentega yang gurih jadi unik dengan tambahan rasa manis madu. Cacahan bayamnya juga gurih hanya saja terlalu lembek tesurnya, jadi seperti makanan bayi.


Doris et ses Artichauts (85K). Oven-baked fillet of dory served with artichoke ragout and garlic sauce. Tekstur daging dorinya sangat lembut dan gurih. Hanya saja kelembutan itu jadi membuat saya penuh dengan mashed potato yang juga terlalu lembut dan lembek. But, I simply love the artichoke. Bunga dari Perancis ini ternyata buah dan bunganya bisa dimakan, lho. Mirip seperti wortel aja sih.


Cote d’Agneau Croustillante aux Groseilles Bougers (195K). Lamb chop ini sayangnya masih tercium bau dombanya, meskipun tekstur dagingnya soft namun saya sedikit nggak nyaman dengan bau anyir dombanya. Tambahan mashed potato, vegetable ratatouille, dan mint sauce cukup menjadi penetral lidah saya.


Penutup malam kali ini berupa dua dessert, Trio de Gateaux Madeleine dan Cold Chocolate Cheese Cake. Trio de Gateaux Madeleine (40K) sepintas mirip kue cubit dengan tekstur adonan yang sama namun sedikit kasar, disajikan dalam tiga rasa macadamia, raspberry, dan chocolate. No special things from this dessert. 


Cold Chocolate Cheese Cake (40K) mungkin bisa dibilang juara dessert malam ini. Tekstur cheese cakenya lembut menyatu sempurna dengan lelehan cokelat di atasnya dan rasa cokelat dan sedikit moka disetiap potongannya. Ditambah dengan blood orange gelee, jelly yang agak kenyal dengan aroma jeruk yang sangat segar membuat acara makan cheese cake tambah menyenangkan!


Madeleine Bistro memasang harga makanan mulai dari Rp40.000 – 185.000. Minuman mulai dari Rp22.000 – 33.000. Sedangkan untuk minuman beralkohol mulai dari Rp90.000 – 175.000 dan aneka wine di jual per botol mulai dari Rp500.000 – 1.200.000.

Overall, I really enjoy to have my dinner here. The ambience was warm and cozy. The food was very authentic, and the service was also good. I appreciated how the waitress in her patient explained one by one the ingredients of the menu I asked about. Can’t wait to spend my time back here!

  



Madeleine Bistro


Jl. Kemang Raya No. 89
Bangka, Mampang Prapatan,
Jakarta Selatan
(021) 7179 4538

www.madeleinebistro.co.id
@madbistrojkt
FB: Madeleine Bistro



Foodpanda: Breakthrough Online Delivery Food Portal

1 komentar


Suka merasa malas keluar makan siang kalau lagi banyak kerjaan? Atau suka tiba-tiba kelaperan tengah malam dikosan atau rumah? Atau suka kesal dengan layanan delivery dari restorannya itu sendiri? Tenang. Coba deh intip www. foodpanda.co.id yang akan kasih win win solution buat semua permasalahan kamu di atas.  Foodpanda ini merupakan sebuah portal online delivery 24 jam yang siap melayani rasa lapar kamu semua dengan pilihan makanan dari lebih 150 restoran yang menjadi partnernya. Portal online delivery ini juga nggak akan menyusahkan kalian dengan segala kesulitan dalam pemesanan. Apalagi sampai perlu login terlebih dahulu untuk memesan. Tidak. Di Foodpanda semuanya menjadi mudah.
Beberapa hari lalu, saya berkesempatan menjajal delivery service Foodpanda. Caranya cukup mudah kok, hanya dengan masuk ke website www.foodpanda.co.id selanjutnya akan ada tahapan-tahapan yang nggak ribet sama sekali. Untuk lebih jelasnya nih seperti ini:

Masuk ke http://foodpanda.co.id. Tanpa perlu login. Kemudian akan muncul di layar tampilan seperti di bawah ini:


Kemudian masukkan area/lokasi resto yang kamu inginkan di kolom yang bertuliskan 'MASUKKAN AREA'. Misalnya, kamu berkantor di daerah kuningan, maka ketik keyword 'KUNINGAN' kemudian secara otomatis website akan membawamu ke kumpulan resto di sekitaran daerah Kuningan. Tapi jika kamu juga kepingin resto di daerah lain, misalnya daerah Thamrin, cukup lakukan hal yang sama. Kalau sudah nanti  akan keluar tampilan seperti berikut ini: 


Lalu, pilih restoran yang kamu mau pesan. Saya sendiri akhirnya memutuskan memilih Alex's Pizze e Pasta yang berlokasi di Epicentrum Walk karena sangat dekat dengan kantor saya di Menara Imperium. Kalau sudah memilih restonya, kemudian klik 'LIHAT MENU' untuk memilih menu.


Nah, lalu muncullah sederet menu Alex's Pizza e Pasta yang dapat dipilih. Pada tampilan ini juga tertera dengan jelas lokasi resto, jenis makanan, biaya pengiriman, perkiraan waktu pengiriman, dan cara pembayaran. Klik icon (+) jika ingin menambahkan pesanan ke keranjang pesanan.


Jika sudah pasti dengan pilihan kamu, cek kolom sebelah kanan untuk melihat kembali menu yang dipesan beserta jumlah harga yang harus dibayar seperti di bawah ini, kemudian kalau sudah oke klik 'PESAN SEKARANG'.


Selanjutnya akan keluar formulir pengisian data untuk pengiriman pesanan. Isilah selengkapnya agar jelas dimana lokasi kamu berada. Kalau sudah terisi semua, klik lagi 'PESAN SEKARANG.' Setelah itu akan keluar pemberitahuan kalau pesanan kamu sudah di proses dan untuk konfirmasinya kamu akan dikirimkan PASSCODE melalui SMS ke nomor handphone yang kamu isi di formulir tadi. Kalau sudah menerima passcode-nya, masukkan passcode tersebut ke kolom layar yang bertuliskan 'MASUKKAN KODE DISINI'. (maaf lupa foto gambarnya hehehe)


Setelah passcode sudah dimasukkan, selesai deh proses pemesanan makanan. Foodpanda akan mengirim konfrimasi selanjutnya via email seperti di bawah ini:



Nah, setelah itu tinggal tunggu deh pesanan datang. Yang membuat saya sedikit terkejut adalah pihak restonya pun juga ikut mengkonfirmasi pesanan saya melalu telepon lho. Sepertinya mereka menginginkan pelanggan puas dengan konfirmasi pesanan yang sesuai. 30 menit kemudian, pesanan saya datang ke kantor. Hooray! Ternyata datangnya tepat waktu sesuai dengan perkiraan waktu yang tertera di website. Ditambah lagi berhubung sedang promo, saya mendapatkan diskon 12% untuk tiap makanan yang saya pesan. Jadi tambah irit, deh!

Nah, ini dia nih pesanan saya dari Alex's Pizza e Pasta. Pizza Al Salmone dan Penne Con Pollo Al Pesto Genovese. Untungnya porsi pizzanya besar jadi bisa dimakan rame-rame sama teman-teman kantor deh hehehe....

Secara keseluruhan hadirnya Foodpanda ini bisa jadi pilihan yang tepat bagi para foodies yang males jalan buat cari makan. Hanya saja Foodpanda mungkin harus semakin jeli melihat pangsa pasarnya. Kadang tidak semua orang menyukai jasa delivery yang harus membuka website seperti ini terlebih dahulu. Kebanyakan orang lebih memilih memesan langsung ke restorannya. Foodpanda juga ditantang untuk merambah tidak hanya resto-resto yang menyediakan delivery, sebuah tantangan jika Foodpanda berani merambah resto-resto kelas menengah yang kadang tidak mau melayani delivery menjadi tertarik bergabung. Karena ada kecenderungan pecinta resto-resto tersebut juga ingin menyantap masakan mereka tanpa perlu ke tempatnya. Apalagi di awal pembukaan ini Foodpanda baru memiliki rekanan sekitar 143 resto, harus ada kemampuan untuk minimal setiap bulannya daftar resto yang berekanan semakin banyak apalagi di Jakarta resto dan kafe sangat tidak terhitung banyaknya, mungkin bisa ribuan lebih.

Namun setidaknya, langkah awal Foodpanda untuk memudahkan para pecinta makan di Jakarta dan sekitarnya patut diacungi jempol. Kita tunggu saja gebrakan-gebrakan Foodpanda selanjutnya. Semoga semakin memuaskan hasrat para foodies akan resto-resto yang sulit dijangkau juga.

Have you ever tried the Foodpanda's delivery, eatersuntildiee? If any, do not hesitate to share with me. Happy delivery, eatersuntildiee!

T-Grill at Epiwalk

4 komentar

Masakan a la Western dan Italia memang tidak ada matinya. Sepertinya lidah orang Indonesia lama-lama sudah terbiasa dengan masakan seperti ini ditambah lagi restoran yang menyajikan menu-menu tersebut makin menjamur. T-Grill bisa jadi mencoba peruntungannya di ranah kuliner western dan italian tersebut. Resto yang sudah berdiri sejak dua tahun terakhir ini di Epicentrum Walk, Kuningan ini mengusung konsep simple and cozy dining di restonya yang kental dengan nuansa merah. Tirai-tirai tipis yang menjadi penyekat ruangan menambah kesan sedikit lux di resto ini.

Namun, jauh dari bayang-bayang fine dining resto, T-Grill menghadirkan varian lunch and dinner dining yang masih affordable. Dibuka dengan Terrace Menu yang terdiri dari beberapa appetizer seperti salad, sandwich, nachos, fries, dll. Selanjutnya, T-Grill juga punya main course mulai dari aneka pasta, pizza, steak, dan burger  dengan Monster Burger, burger berukuran tiga kali lipat dari ukuran standar, menjadi signature dish mereka. T-Grill tidak lupa dengan kekayaan kuliner Indonesia yang disajikan dalam varian Asian Favourite. Untuk beverages T-Grill memiliki aneka ice cream, smoothies, milkshake, dan mocktails.

Nachos Grande (34,5K) membuka selera makan saya siang itu. Tortilla crisps yang renyah disiram dengan cream cheese, tomato sauce, red bean sauce, dan sour cream yang menghasilkan rasa meriah manis asam asin, ditambah potongan jalapeno dan guacamole. Perfect dish for opening!


Makan besar dilanjutkan dengan Fusillini Marinara (47,5K) yang ah sayangnya saus marinaranya terasa hambar sekali. Untungnya, Fettucinne Alfredo (35K) berhasil menambah cita rasa lidah saya setelahnya. Cream sauce pada fettucinne-nya rich wih milk and cream. Gurih dan manisnya pas.  Pelengkapnya berupa smoked beef dan jamur juga memperkaya rasa makanan ini.



Chili Cheese Fries (24K) menjadi penutup makan siang kali ini. I love the fusion of cream sauce and red bean sauce. Asam manis yang nagih banget! Kentangnya juga well cooked dan renyah.


Harga makanan disini berkisar antara Rp22.000 – 115.000. Sedangkan, minuman dan dessert berkisar antara Rp14.000 – 25.000. Overall, saya cukup menikmati makan siang disini. Tempatnya nyaman walau AC-nya agak kekencengan hehe…


T-Grill
Epicentrum Walk Level FB 
W# 145-147
Jl. H.R Rasuna Said, Kuningan 
Jakarta Selatan
(021) 2994-1450

Mie Ongklok Pak Muhadi Wonosobo

0 komentar

Menjelajahi kota orang belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi kuliner khasnya. Teman saya yang asli Wonosobo mengajak saya mencicipi salah satu makanan khas Wonosobo saat libur panjang minggu lalu.

Wonosobo, kota yang terkenal dengan dataran tinggi Dieng-nya yang cantik itu memiliki segudang khasanah kuliner, salah satunya Mie Ongklok. Konon mie ini adalah masakan khas orang-orang Chinese yang banyak menetap disini. Mie Ongklok ini terkenal karena penyajiannya yang unik. Mie kuah disajikan dengan sate daging, unik bukan, tidak seperti mie kuah yang biasa ditemui di Jakarta.

Salah satu kedai mie ongklok yang terkenal di sini namanya Mie Ongklok Pak Muhadi yang terletak di jalan Ahmad Yani. Kedainya cukup besar dengan kapasitas kira-kira 80 orang. Deretan bangku dan kursi panjang tertata rapi di dalam kedai. Dapurnya sendiri terletak di luar kedai. Sambil menunggu pesanan mie ongklok, senampan besar mendoan disodorkan di meja saya.

Mendoan versi Wonosobo agak beda dengan mendoan pada umumnya, digoreng sedikit kering dan warna kulitnya pun kuning. Tapi tempenya tetap bertekstur basah didalamnya. Enak banget buat dicemilin.

  
Selang 20 menit, mie ongklok yang tersohor itu disajikan. Memang cukup lama penyajiannya soalnya saat itu sedang ramai dan koki yang saya lihat di luar hanya 3 orang. Mie ongklok disajikan dalam sebuah mangkuk standar dengan mangkuk berisi sate sapi lengkap dengan bumbu kacangnya. Mie ongklok sendiri disajikan sangat unik, mie-nya sudah dicacah dicampur dengan kol dan daun kucai kemudian di bentuk bulat dan disiram dengan kuah gurih. Cara makannya dibarengi dengan sate sapi yang cukup empuk dagingnya. Jadinya rasa yang hadir di mulut saya warna-warni, perpaduan gurihnya kuah asin terbalut dengan manisnya bumbu kacang. Unik dan jarang saya temui dimana-mana.



Makanan yang disajikan disini hanya mie ongklok dengan harga seporsinya Rp16.000. Minuman yang adapun standar hanya teh manis dan aneka soft drink. Namun saya puas makan disini. Karena bisa mencicipi kekayaan kuliner Indonesia khas Wonosobo.



Mie Ongklok Pak Muhadi
Jl. Ahmad Yani No. 1
Wonosobo

 
  • Eating Until Die © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Web Hosting , Blogger Templates and WP Themes