A Shocking Red Noodle in Martapura

0 komentar


What do you expect when you're ordering a bowl of Yamin noodle? Of course, a typical noodle covered with soy sauce without the soup. However, what about the noodle served comes in a red color and with the soup, without the signature soy sauce? I’m not sure it’s Yamin noodle but that’s what I got in Martapura, South Kalimantan. 

At the small noodle cafĂ© near the Martapura jewel market, I found a very extraordinary kind of Yamin noodle. When an ordinary Yamin noodle is made from a typical thin noodle for ‘bakmi’, with brown color from the soy sauce and no soup added, the Martapura’s yamin comes in a thicker size with soup, okay this is shocking, red color! The waiter said that the noodle is handmade and the red color comes from food coloring (I wish it’s not a textile coloring since the color is too red haha).



I was a lil bit afraid to taste it, however my tummy just couldn’t resist the meatballs, the fried pangsit, and of course the red color of the noodle. So, it went well in my tongue, the noodle’s texture was soft even though it’s too thick (I think I kinda eat a rubber hahaha), a lil bit salty from its soup and yeah the rest was like an ordinary ‘bakmi’ you see in the street. I should add much soy sauce since I wanted it like ‘Yamin’ not ‘bakmi kuah’ but the taste became awful haha!

Anyway, it’s a funny experience to taste such noodle. Though the taste is so-so, at least I knew that in every region in Indonesia, there are always unique foods to try, right! Can’t wait to explore any Indonesian food in its original place! 


Warung Cinta Rasa

Jl. A. Yani Km. 39 (Muka Gedung Pemuda Barakat)
Martapura, Kalsel

Autumn Breeze Gift by Starbucks

0 komentar

What's hot to company you enjoying the autumn breeze today, either a cup of coffee or a light snack will always be a great choice, right. And what's best to fulfill it? Starbucks coffee might be the best choice, at least it always for me hehe... 

I'm not, again, a coffee expert. I'm just a coffee lovers who always curious about how can I distinguish the taste of Arabica and Robusta coffee haha...okay just kidding...Lemme bring you to my autumn story where Starbucks invited me to their coffee tasting in a happening place also, Kota Kasablanka, Kuningan and  introduce their limited premium espresso Sea Salt Caramel Mocha. This is a very unique blend, a perfect fusion of espresso, steamed milk and mocha sauce, lil bit salty from smoked sea salt and sweet from Turbindo sugar and caramel sauce. I love the colorful taste of it! Oh FYI, you can enjoy the Sea Salt Caramel Mocha either in hot, iced, or Frappuccino.



As its continuity, Starbucks also launched a special edition of coffee bean and VIA. Starbucks Autumn Blend  and Anniversary Blend which come from a fusion of Sumatra coffee bean with a bold characteristic, while VIA, a ready-to-brew coffee in sachet, comes in House Blend variant with a Latin America coffee bean.


While sipping the coffee, there are many choices of pairing that complete the coffee tasting. Starbucks launched Smoked Chicken Apple on Sundried Tomato Foccacia (34K). This is best for your brunch. A combination of thick foccacia bread and baked tomato, filled with smoked chicken, mixed salad, green apple, cheese slice, and honey lemon dressing. The fusion of taste in one big slice bread will definitely make me full!


Jalapeno Cheese Roll (15K), bread with cheese, jalapeno, and onion,  became a perfect pairing in enjoying Starbucks Autumn Blend. A cheesy taste in this roll neutralized the bold flavor of the Autumn Blend.

 

Purple Yam Coconut Cake (28K) can be other choices; in contrast I didn’t enjoy it too much. It is made from sweet potato with a coconut cream in every layer, topped with a coconut powder. I felt it’s too sweet and I dunno, I just don’t like the non moist texture of this cake and the coconut cream and the powder made my throat somewhat itchy hehehe…


There are also Valencia Cake, Red Velvet Roll, and VIA Snowflake Land that became a superstar in the previous months you can also try. Never enough what Starbucks can give you, just come and try, and oh hurry up because the Sea Salt Caramel Mocha only available until November 5, 2012. Go grab it at your nearest Strabucks Coffee, eatersuntildiee!


Thanks anyway for Starbucks marketing team for inviting me. Can't wait to hear your other surprises!



All You Can Eat Dim Sum at Bamboo Dim Sum

11 komentar


Masih di sekitaran Depok, radar eater saya berbunyi keras saat melewati resto Dim Sum yang juga baru 'nongol' di Depok ini. Gimana nggak bereaksi radarnya, di bagian depan resto tertulis All You Can Eat Dim Sum only Rp43.000++. Langsunglah saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, apalagi di Kalimantan susah sekali menemukan cemilan kesukaan saya ini hahaha....

Lokasinya di pinggir jalan Margonda juga, sebelah kiri kalau ke arah luar Depok (ke Jakarta) atau diseberangnya Ayam Bakar Christina. Ukuran restonya tidak terlalu luas dan bernuansa seperti kedai makan ala Chinese street dengan furnitur bernunsakan bambu dan kayu. Sayangnya, udara baik di dalam ataupun di luar ruangan resto ini snagat pengap dan panas sekali, padahal AC dan kipas angin sudah dipasang dimana-mana. Ya, daripada batal akhirnya saya dan sahabat saya tetap memutuskan makan disini.

Pertama kali duduk, si pelayannya langsung menjelaskan terms and condition makan disini. Jadi, sistem makan disini adalah pengunjung tidak diberikan buku menu, melainkan pelayan yang akan menyodorkan pilihan menu dim sum yang tersedia kepada kita. Menu yang telah dipilih wajib dihabiskan, jika tidak habis maka akan dikenakan charge Rp1.000 per 1 pcs dim sum-nya. Makanya, pengunjung disini harus pintar-pintar memilih dim sum apa saja yang kira-kira sanggup dimakan dan berapa porsi, karena setiap ada menu datang dari dapur, baik dim sum, snacks atau dessert, si pelayan pasti akan menawarkan. Dan inget tidak ada batasan pemesanan, jadi kalau kamu sanggup terus-terusan makan dim sum-nya, ya silahkan pesan saja terus kalau menu yang disodorkan sudah habis hahaha...Enaknya lagi, ada free drink juga berupa teh tawar hangat.

Dim Sum yang ditawarkan disini ada beragam jenis, mulai dari siomay, hakau, dim sum isi sayur, aneka seafood, gorengan, bakpau, dll. Di awal, si pelayan menyodorkan kami dengan setumpuk dim sum dan aneka siomay. Saya memilih beberapa saja yang kira-kira enak dimakan. Rasa dim sum-nya sih menurut saya standar saja, seperti dim sum kaki lima. Ukurannya juga kecil-kecil banget. Dim sum isi sayur dan udangnya sih enak menurut saya. Sisanya ya hanya saya cicipi karena lapar saja hahaha..

Setelah kira-kira 10 wadah dimsun kami habiskan, si pelayan datang lagi ke meja kami, kali ini menawarkan gorengan. Karena perut saya sudah penuh sekali akhirnya saya hanya menerima gorengan isi daging salmon dan ayam. Sisanya, saya kembali memesan siomay dan hakau hahaha.

Untuk penutupnya, saya hanya memesan pudding cokelat karena dessert yang lainnya tidak terlalu menggoda saya sih. Ada aneka bakpao isi, pisang gencet pelangi, dan dessert lainnya. Overall, untuk sekelas makanan all you can eat, harga Rp43.000 itu sebenarnya pas sekali. Apalagi makan dim sumnya tidak dibatasi, asal sanggup.

So, you wanna try, eateruntilldiee?

Menikmati Soerabi Enhaii di Jakarta

0 komentar

Sepeninggal saya dua bulan ke Kalimantan, ternyata banyak sekali yang berubah tidak hanya di Jakarta, tapi juga di Depok. Terakhir kesini itu hampir enam bulan yang lalu, dan saat weekend kemarin mampir kesini lagi, Depok sudah seperti Bandung, makin padat dengan lokasi kuliner dimana-mana. 

Satu tempat yang sedang happening banget saat ini yaitu kawasan jajan yang memiliki 4 tempat makan sekaligus, Batagor Ikhsan, Surabi Enhaii, dan Bubur Barito. Kawasan jajan ini terletak tidak jauh dari Universitas Gunadarma. Terletak persis di pinggir jalan dengan area yang sangat luas ini menjadikan tempat ini sangat penuh di waktu weekend.



Saya sengaja mampir karena ingin mencicipi Surabi Enhaii. Soalnya tiap kali mampir ke Bandung, pasti nggak kepikiran mau nyobain si Enhaii ini hihihi. Singkatnya, Surabi Enhaii menyediakan aneka menu surabi atau biasa disebut serabi dengan beragam topping. Mulai dari surabi manis, seperti surabi bertopping cokelat, pisang susu, keju cokelat, durian, jagung keju, kurma keju, sampai yang bertopping es krim stroberi juga ada. Ada juga surabi pedas, seperti surabi bertopping ayam special, kornet sosis, abon special, atau jagung pedas. Selain surabi, mereka juga menyediakan aneka main course berupa masakan Indonesia dan simple western food. 

Surabi Kornet Sosis menjadi pilihan saya malam itu. Porsi surabinya memang cukup besar. Adonan surabinya empuk dan cukup lembut, seperti pada umumnya adonan surabi, rasa dan tekstur kelapanya cukup kental disini. kornet dan sosinya disisipi di beberapa bagian surabinya dan uniknya, surabi ini disjaikan dnegan mayonnaise pedas yang diklaim handmade. I love the sauce sih. Wlaaupun agak bikin perut panas hehehe.


Habis berpedas-pedas ria, saya mencicipi Surabi Nangka Susu. Dengan tipikal adonan yang sama, surabi ini hanya ditambahkan nangka dan susu diatasnya. Manis dan mengobati rasa terbakar lidah saya. 


Harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau, untuk serabi manis dan pedas berkisar antara Rp8.000 – 15.000, sedangkan aneka main course berkisar antara Rp19.000 – 45.000. Untuk minumannya dengan pilihan aneja jus, ice cream, es teller, milkshake, dll berkisar antara Rp7.000 – 20.000. 

Sayangnya, pelayanannya mengecewakan sekali. Entah karena sedang ramai pengunjung atau karena proses membuat surabi yang lama, saya harus menunggu hamper 45 menit hanya untuk surabi saja. Harus sering-sering menegur pelayanannya jika makanan ingin cepat sampai di meja. Phiuh.

 
  • Eating Until Die © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Web Hosting , Blogger Templates and WP Themes