Kedai Grekka: A Taste of Greek (Closed)

1 komentar

Humans were originally created with four arms, four legs, & a head with 2 faces.
Fearing their power, Zeus split them into two separate parts 
condemning them to spend their lives in search of their other halves.

(Plato)

Sepenggal kutipan dari Plato di atas membawa saya seolah berada di Yunani, dikelilingi dengan bangunan-bangunan kuno yang eksotis dan orang-orang yang seolah semuanya berpikiran filsafat serta makanan-makanan bernama aneh namun menggoda. Sayangnya, khayalan itu hilang sesaat setelah seorang waiter datang kembali ke meja saya dan bertanya, ‘Mau pesan apa, Mbak?”. That’s come again in my mind, mau pesan apa? Itu pertanyaan sulit saya jawab saat melihat deretan menu makanan Yunani di depan saya. Oh well, now I’m stucking in a food stall named after Grekka. Yeah, that’s what you heard, Greek for Grekka, sudah pasti bisa ditebak saya sedang mencoba makanan Yunani yang sekarang ini sedang booming di Jakarta dan Bandung.


Grekka menempati sebuah kedai kecil di pinggiran jalan Cihampelas, Bandung menggantikan Kedai Ramen Ling Ling (Grekka merupakan inovasi baru dari pemilik Kedai Ramen Ling Ling). Dengan desain kedai warna biru muda dan kuning yang sangat mencolok dari kejauhan, Grekka membuat saya sangat ingin mencoba seperti apa masakan Yunani yang menurut kepercayaan orang sana baik untuk pikiran dan jiwa.


Grekka menawarkan traditional dishes yang mayoritas a balance portion of rice, meat & vegetable seperto Souvlaka, Keftedes, Gyros, dll., dengan aneka lite bites seperti Mousakka dan Loukomades yang menjadi cemilan khas Yunani. Ditambah dengan aneka Desserts khas kedai Ramen Ling Ling, seperti Mango Desserts, Tutti Frutti Desserts berupa jelly, nata de coco, susu dan buah potong yang segar.

So, that’s another question which traditional dishes I should choose? It went to Souvlaki Shrimp (25K) dan Souvlaki Lamb (23K). Souvlaki merupakan salah satu menu utama keluarga di Yunani berupa nasi yang disajikan dengan bayam rebus dengan tambahan udang panggang, saus keju dan saus yoghurt, sedangkan Souvlaki Lamb hanya diganti saja dengan daging domba panggang. Kedua menu ini benar-benar disajikan dalam porsi seimbang yang menurut saya sih kecil hihihi…Nasinya sendiri berupa nasi yang dimasak bersama mentega sehingga bau menteganya cukup kuat dan aromanya gurih sedangkan bayamnya menurut saya terlalu overcooked, jadinya lembek sekali. Udang dan daging dombanya dipanggang sedang dan dagingnya pun cukup empuk hanya saja rasa-nya plain. That’s why they provide a dip. Namun, buat saya kedua sausnya belum ramah dilidah, saus kejunya dibuat sangat encer dan asam, begitu pula saus yoghurtnya plain seperti minyak zaitun hanya saja terasa lebih segar dan pas untuk cocolan si udang dan daging domba. Well, mungkin memang inilah citarasa Yunani yang sebenarnya, yah ;-)



Yang paling saya suka adalah lite bites mereka, Mousakka (17K) benar-benar membangkitkan taste bud saya. Sepintas Mousakka mirip lasagne, tapi ketika didekati dan dipotong, teksturnya justru lebih mirip pastel tutup. Setiap layer Mousakka dilapisi dengan kentang, keju, daging cincang, dan terung. Rasa daging dan keju yang kuat menjadi andalan makanan ini, begitu pula dengan kelembutan teksturnya. Ah, I can’t agree more!


Nggak usah takut juga dengan harganya, Grekka membawa kita memasuki Yunani hanya dengan Rp20.000 – 25.000 untuk semua tradisional dishes-nya. Sementara lite bites dapat dinikmati mulai dari Rp10.000 – 20.000, dan aneka desserts mulai dari Rp11.000 – 15.000. 

Masakan Yunani memang unik dan Grekka yang mencoba menembus pasar kuliner Bandung patut diacungi jempol dengan keberaniannya membawa hidangan Yunani ke Indonesia, sedikit improvisasi pada rasa makanannya bisa jadi membuat Grekka akan makin digemari pecinta kuliner. Thanks anyway Grekka dan Mbak Dina for the invitation. Will come back for another lite bites ;-)

Icha Khairisa, now seeking for a cheap airfare to Greek to taste the real dishes ;-)

Kedai Grekka
Jl. Cihampelas No. 101
Bandung
(setelah Aston Tropicana Hotel dan Sapu Lidi Kafe)
022-96016234
@KedaiGrekka
www.kedaigrekka.blogspot.com

Bertualang ke 3 Negara bersama Mamak Kitchen (Closed)

0 komentar

Pernah nggak bertengkar dengan teman atau keluarga saat ingin makan bersama? Misalnya kamu mau masakan Thailand tapi si Mama mau masakan Indonesia, terus pacar kamu mau makan pasta Italia. Saya pun sering terjebak dalam situasi seperti itu, ujung-ujungnya repot juga kan kalau harus makan di tiga tempat berbeda. Solusi paling mudah adalah mencari tempat yang menyajikan kesemua masakan tersebut di satu tempat, tapi berapa banyak sih restoran yang punya fasilitas tersebut di Jakarta atau di kota lain, even buffet resto pun jarang ada yang begitu. Beruntunglah kalian yang berdomisili di Bandung beberapa waktu lalu hadir Mamak Kitchen sebuah restoran dengan konsep unik yang menghadirkan menu dari 3 negara sekaligus, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Menempati salah satu sudut Heritage FO yang sudah sangat tersohor di Jalan Riau, Bandung, Mamak Kitchen hadir sekitar 2 bulan lalu dengan nuansa serba putih yang meninjolkan sisi modern namun tetap homey.Saya disambut dengan pohon besar buatan yang cukup rindang yang diletakkan di tengah-tengah restoran. Hanya ada beberapa set meja karena resto ini menyatu dengan FO Heritage. Di salah satu sudut dindingnya ada information board yang lucu berisikan informasi seputar kuliner dari ke-4 negara tersebut. Pasar utama Mamak Kitchen memang tak hanya pengunjung FO yang mayoritas turis dari ketiga Negara tersebut, tapi juga pengunjung lokal yang kangen atau ingin menikmati masakan khas ketiga Negara tersebut tanpa perlu terbang kenegaranya langsung.


The Menu

Konsep resto kafe memang lebih dikedepankan oleh Mamak Kitchen, tak heran dalam buku menu-nya pun banyak ditawarkan aneka makanan ringan sebagi pelepas lelah setelah berbelanja.Buat kamu pecinta masakan khas Malaysia, Roti Canai dengan pilihan sweet or savoury atau Nasi Lemak bisa menjadi pilihan.Coba intip juga aneka cemilan khas Thailand seperti Papaya Salad atau Crispy Salad yang menjadi andalan disini.Kalau kangen Singapura, coba tengok Spicy Basil Chicken Rice atau Char Kwe Tiaw.Lucunya, Mamak Kitchen juga mengeluarkan bubble tea drink aneka rasa yang menyegarkan.

The Food

We’ll since I curious with them all, jadi saya mencicipi satu persatu menu andalan Mamak Kitchen dari ketiga Negara tersebut hehehe…We’ll let’s fly to those countries hihi….

Saya mendarat terlebih dahulu di menu Thailand. Pilihan saya untuk membuka makan siang adalah Papaya Salad. We’ll I guess I’m right to choose this appetizer. Salad dari parutan buah pepaya muda ini nggak kalah enaknya dari mango salad khas Thailand.Aroma daun ketumbar langsung menguar saat saya menyendok parutan papaya tersebut. Hmmmm…rasa daun ketumbar beserta Thai chili sauce pada sausnya yang sedikit getir dan asam manis langsung membangkitkan selera saya. Segar sekali saus salad ini. Even pasangan saya nggak bisa berhenti nyemilin si papaya hihi…love it s much! 


Uniknya, Mamak Kitchen mencoba variasi baru dengan memadukan kerupuk dorokdok (kata orang Bandung) alias kerupuk kulit dengan saus yang sama pada Papaya Salad and you know it’s mooooree better than the previous salad. Kerupuk kulit dijadiin salad? Bener-bener ide yang luar biasa! Kerupuk kulitnya dipilih yang masih garing kemudian disiram dengan saus seperti pada papaya salad. God, beneran enak banget nyemilin si kerupuk yang kriyuk-kriyuk itu dengan saus salad asam manis. Indonesia cuisine meets Thailand cuisine, well-done Mamak Kitchen!


Untuk main course-nya saya memilih Thai Green Curry. Green curry memang masakan khas Thailand. Saya sendiri sangat menyukainya karena menurut saya rasanya mirip dengan sayur lodeh Indonesia, kaya akan santan dan gurih sekali. Disini green curry-nya dibuat sedikit pekat tidak encer seperti kuah green curry pada umumnya, namun rasanya sudah hampir mendekati tipikal green curry. 


Setelah Thailand, saya terbang ke Malaysia. Saya direkomendasikan untuk mencicipi Nasi Lemak with Chicken Curry. Well, kebetulan saya baru saja mampir ke Penang beberapa minggu lalu dan mencicipi nasi lemak terenak disana. Sayangnya, nasi lemak disini agak kurang nendang, sedikit kurang santan sih menurut saya.Teksturnya pun kurang ‘lengket’, cenderung masih seperti nasi uduk Indonesia. Untungnya rasa curry pada chicken curry-nya pas di mulut saya. Kari Melayu yang tidak sepekat kari India, lebih manis tidak terlalu asam namun tetap ‘menyengat’di lidah. Seporsi nasi lemak ini juga disajikan bersama teri kacang, telur sambal, sambal merah, dan potongan tomat dan timun. 


Roti Canai atau roti cane juga salah satu hidangan peranakan Malaysia yang wajib dicoba disini. Tekstur roti cane-nya benar-benar garing namun lembut. Kuah curry-nya berisikan daging ayam yang cukup besar. Rasa dan tekstur curry-nya sama seperti curry pada Nasi Lemak. Simple dish with great taste!


Perjalanan kuliner saya akhiri di Singapura. Tentunya saya tidak bisa menolak saat Seafood Horfun disajikan di meja saya. Seporsi Seafood Horfun ini berukuran sangat besar cocok untuk sharing. Isinya berupa ifumie namun agak lembek dengan potongan cumi, udang, daging ayam, brokoli wortel, telur dan kuah yang cukup gurih. Mungkin bisa ditambahkan sedikit merica atau sambal untuk membuat kuahnya lebih terasa lebih gurih.


Sebagai pelepas dahaga, saya memesan Es Bandung yang dari namanya langsung membuat saya penasaran. Es yang berwarna pink ini ternyata terbuat dari sirup mirip cocopandan dicampur dengan susu. Manisnya pas dan cocok untuk diminum di siang hari yang panas. Saya juga mencicipi bubble tea ala Mamak Kitchen dengan rasa taro milk tea. Sayangnya, buat saya aroma dan rasa taro-nya kurang kuat. Bubble-nya juga masih kurang kenyal. 


The Price

Harga makanan yang ditawarkan Mamak Kitchen juga sangat affordable untuk sekelas masakan non Indonesia. Kamu dapat menikmati masakan dari tiga negara tersebut denga merogoh kocek mulai dari Rp 18.000 hingga Rp36.000, sedangkan aneka minuman mulai dari Rp8.000 - Rp17.000. Sementara untuk aneka bubble tea harganya rata-rata Rp20.000

Mamak Kitchen mungkin terbilang baru di ranah kuliner Bandung, tapi gebrakannya dengan menghadirkan masakan dari 3 negara sekaligus patut diacungi jempol. Mamak Kitchen mungkin hanya perlu sedikit keberanian untuk menghadirkan menu-menu khas negara tersebut yang benar-benar otentik. Ah nggak sabar rasanya mencicipi laksa Singapore atau Durian Sticky Rice khas Thailand hadir disini. Thanks anyway Ibu Juli for having me and my fiancee that day especially Chef Saepudin a.k.a. Pak Aep yang sudah baik sekali menemani saya makan siang dan ngejelasain panjang lebar tentang Mak Kitchen. I have great experience travelled around 3 countries in the same time and satisfied my belly ;-)


Mamak Kitchen
Jl. Riau No. 63
Bandung
(inside Heritage Factory Outlet)
022-95085664
@mamakkitchen
Open daily: 09.00 am to 10.00 pm

Ocha & Bella

0 komentar

Ocha & Bella merupakan restoran yang sudah cukup punya nama dikalangan penikmat cozy and romantic resto. Ini merupakan kali pertama saya menikmati restoran ini dan langsung jatuh cinta dengan ambience yang dihadirkan. Saya suka sekali dengan dekorasi mereka yang terkesan sexy dengan tulisan Ocha & Bella yang berkilauan di bawah lampu temaram beserta set meja makan yang minimalis. Di bagian luar pengunjung malah dimanjakan dengan adanya ayunan dan kursi-kursi malas serta deretan tanaman merambat dna gantung yang membuat suasana outdoor semakin sejuk seperti dirumah sendiri.


Ocha & Bella menspesialisasikan menu mereka pada masakan Italia dipadu dengan masakan Jepang sesuai dengan nama mereka, Ocha for Japanese drink dan Bella for 'Beautiful' in Italian. Pilihan seperti salad, pasta, sushi, grilled chicken atau salmon beserta aneka dessert yummy yang menggiurkan sangat cocok dinikmati bersama pasangan atau keluarga dan teman.


Saya memilih bagian indoor sambil menyesap segelas Fruit Punch yang menyegarkan, rasa asam dari passion fruit bercampur dengan perasan lemon sungguh membuat hati senang, lebih unik lagi mereka menyajikannya dalam gelas yang dimasukkan ke dalam bambu besar untuk membuat tangan saya tak kedinginan saat memegang gelasnya hehe...


Suasana sore menjelang malam makin romantis disini, ditemani dengan semangkuk Insalata Mediterannea yang segar dengan potongan rocket leaves, hard-boiled egg, tuna, anchovy, olive, parmigiano cheese dan mediterania dressing. Pas untuk pembuka makan malam saya.


Dilanjutkan dengan Papardelle E Salciccia, homemade pasta papardelle dengan ukuran cukup lebar disiram dengan creamy sauce, potongan ayam dan brokoli. I love this pasta, creamy sauce-nya cukup pekat dan rasa krimnya gurih, manis dan pas dilidah saya.


Sebagai pecinta salmon, tak lupa saya mencicipi Salmone Grill yang di marinated dan grilled dengan charcoal sehingga bagian kulit ikannya terasa sedikit crunchy. Daging ikannya pun cukup juicy dengan tingkat kematangan yang pas dan pastinya tidak bau amis. sayangnya, kulitnya terasa sangat asin di lidah saya, but I do love their lemon sauce. Manis, asam dan segar menyatu untuk menetralkan rasa asin dari kulit salmonnya. Love it. 



Dinner malam itu saya tutup dengan Trio Creme Brulee yang tersaji cantik di atas mangkuk keramik warna-warni dengan tiga rasa Green Tea, Blueberry dan Orange. Tekstur creme brulenya sangat lembut dan uniknya terdapat caramel beku di tiap bagian atas creme brulee. Saya lebih menyukai yang green tea karena tidak terlalu manis, blue berry dan orange menurut saya terlalu kemanisan.


Untuk harga makanan agak mahal memang, starting from 40-50 ribu untuk appetizer, 80-90 ribu untuk main course dan gak terlalu besar porsinya, dessert rata-rata dibanderol 40 ribu per porsi. Overall, saya sangat menikmati bersantap sambil menghabiskan malam seraya bergossip dengan rekan kerja saya, meskipun harga cukup pricey but I got what I need in one resto ambience and good dishes. Pssst ternyata tempat ini disewakan juga untuk wedding reception loh. Mau coba? hihi...Would love to back to this place for another dating with my fiance..


Shang Palace: A Home for Cantonese Cuisine

0 komentar

Saya sudah berkali-kali mencicipi masakan Chinese, tapi belum pernah mencicipi masakan Cantonese. Awalnya saya pikir mirip, ternyata setelah mendapat kesempatan mencicipi Shang Palace, Cantonese Restaurant di Shang-ri La Hotel, Jakarta. Beberapa waktu lalu, saya mendatangi resto dengan nuansa oriental yang membuat saya seolah berada di China ini. Mulai dari karpet, kursi, meja bulat tipikal China hingga serbet di set peralatan makannya berdominasi warna emas, merah, dan cokelat. Shang Palace memiliki area yang sangat luas dengan beberapa private room yang dilengkapi dengan sofa dan LCD TV Restoran ini terlihat sangat mewah dengan tampilan begitu rapi, elegan, dan membuat siapapun mengunjung seolah harus ‘ber-table manner’. But hey, setiap resto memang memiliki standarnya sendiri, kan. Namun, sesaat memasuki resto ini dan disambut hangat oleh tim Shang Palace yang begitu kekeluargaan, kesan luxury itu seketika luntur.  


Malam itu dibuka dengan Chilled Fresh Tiger Prawn with Homemade Orange Sauce (IDR48K). Though it served in tiny portion, but it gave me a big sensation. Bayangkan perasan jeruk segar yang asam manis dimakan bersama udang windu dingin yang empuk dan masih sangat segar. It’s heaven baby! Saya yang normalnya suka merasa mual saat menyantap udang, kali ini seandainya boleh nambah, saya mau nambah ;-)


Selanjutnya, Double Boiled Fish Maw Soup with Black Mushroom (IDR98K). Sup perut ikan ini memiliki kuah yang agak plain namun menjadi cukup gurih saat dibarengi dengan gigitan daging perut ikan yang sangat lembut dan kenyal seperti jelly. Begitu juga jamur hitamnya yang kenyal, gurih dan mudah digigit. I love the black mushroom so much.


Homemade Bean Curd with Vegetarian Ham, Shimeji Mushrooms, and Dried Scallops (IDR78K). Menu ini juga cukup menggoda saya, Shang Palace homemade tofu yang lembut disiram dengan jamur Shimeji, scallop kering, vegetable ham yang rasa dan aroma kuah-nya bercampur dengan aroma bakaran dari tofu-nya beserta asam manis khas hidangan oriental. Cocok sekali untuk menu makan malam.


Next, menu ini benar-benar jadi jagoan saya dan teman-teman blogger malam itu. Yups, Wok Fried US Beef with Asparagus in Black Pepper Sauce (IDR208K) yang dibanderol dengan harga cukup tinggi ini juga memberikan sensasi makan luar biasa. I love how Shang Palace not put too many black pepper namun tetap membuat daging sapi US Beef-nya terasa pedas dan aromanya sampai meresap kedalam daging yang dimasak well-done. Menggigit dagingnya yang juicy saja saya udah bahagia, ditambah saus black pepper kesukaan saya. Duh, bener-bener die die must try, deh!


Steamed Grouper Fish with Light Soya Sauce. Daging ikan kerapu ini dimasaka dengan saus kecap degan tingkat keasinan sedang, membuat aroma ikannya kental akan wangi saus kecap. Dagingnya pun lembut. Simple dish for dinner.


Stir Fried Shanghai Style Noodles with Seafood and Shang Palace Premium X.O Sauce (IDR128K). Buat saya mie-nya terlalu lembek begitu juga dengan presentasinya. Rasanya cukup gurih dan kental aroma wijen. Porsinya pun lumayan besar, cocok untuk sharing.


Last main course, Live Crab with Chilli Sauce ini hampir membuat saya lupa table manner ;-) Rasanya siapapun pecinta seafood apalagi kepiting pasti akan langsung ‘bergerilya’ jika disuguhkan kepiting hidup, segar dan besar seperti ini. Belum lagi saus-nya yang mirip seperti saus padang dengan rasa asam manis dan sedikit pedas membuat saya ‘lupa daratan’. Pada akhirnya, saya menyerah dengan table manner disini, I prefer enjoying this superb dish for the sake of appreciate God’s grace of this food hahaha…


DESSERT TIME

After those generous portion of menu course, saya dan teman-teman disuguhi aneka dessert yang gak bisa ditolak lagi hehe…Shang Palace menyajikan aneka simple cold and hot dessert yang mayoritas berupa perpaduan bubur, es krim, ataupun sup berisi buah dengan harga mayoritas IDR35K. Dessert andalan saya malam itu Mango Sago Cream berupa kuah krim sagu rasa mangga yang dicampur dengan mutiara jelly, potongan melon dan es krim vanilla. Rasa mangganya tidak terlalu pekat justru kental dengan rasa manis dan aroma seperti aroma susu bubuk full cream. Es krim vanilla-nya menambah rasa yang menyegarkan pada dessert ini. Dessert yang juga menarik hati yaitu Lemon Grass Jelly with Lime Sorbet. Lemon Grass Jelly-nya sangat kenyal namun lembut. Aroma lemon grass begitu kuat menggugah selera saya. Hanya saja sedikit aneh dipadukan dengan es krim vanilla. Selain itu, coba juga cicipi Chilled Avocado Puree topped with Coconut Ice Cream atau Pan Fried Leek Pancake. Untuk pecinta warm dessert, Red Bean Soup with Glutinous Rice Balls or Poached Pear with Ginkgo bisa jadi pilihan yang tepat.

(ki) Chilled Avocado Puree topped with Coconut Ice Cream, (ka) Mango Sago Cream

(ki) Lemon Grass Jelly with Lime Sorbet, (ka) Red Bean Soup with Glutinous Rice Balls

(ki) Poached Egg with Ginkgo, (ka) Pan Fried Leek Pancake

Overall, it was a very great night. Shang Palace benar-benar memberikan sensasi makan masakan Cantonese yang luar biasa bagi saya. Jika kamu atau keluarga atau ingin mencoba mencicipi masakan Cantonese atau Chinese dinner dengan harga dan rasa yang sepadan, I could recommend this place for you. Thanks anyway Mas Joris and Shang Palace for having me that night. Again I should be grateful that God’s create such a place to enjoy Cantonese food to the fullest. 

Cheers,

Icha Khairisa, now curious about Cantonese hawker food ;-)

SHANG PALACE  Shangri-La Hotel Jakarta
Level 1 Kota BNI JL. Jend. Sudirman Kav. 1 Jakarta, 10220
Phone: (021) 2922 9999

[Now Brewing] Starbucks Ristretto Bianco & Salted Caramel Mocha

0 komentar

Menyambut Autumn Season, Starbucks Indonesia kembali meluncurkan minuman terbarunya yaitu Ristretto Bianco dan Salted Caramel Mocha dalam blogger gathering beberapa pekan lalu di Starbucks World Trade Center II, Sudirman. Kedua minuman seasonal ini juga dibarengi dengan perkenalan 3 Autumn Food yang akan hadir di seluruh gerai Starbucks mulai tanggal 10 September 2013 sampai awal November 2013. 


Di peluncuruan ini juga diperkenalkan produk kopi baru ‘Autumn Blend’ yang mulai diperkenalkan dalam ritual coffee tasting a la Starbucks. Dipandu oleh barista muda, Bryan, Autumn Blend memberikan cita rasa cokelat dengan aroma rempah-rempah yang light. I love this coffee karena teksturnya light dan tidak terlalu pahit di lidah. Kopi ini cocok dinikmati dengan snacks baru Hazelnut Bar berupa cheese sponge cake yang terbuat dari perpaduan Starbucks Sumatera coffee dan diberi topping whole roasted hazelnut. Rasa Autumn Blend yang light menjadi lebih cokelat dibarengi dengan gigitan Hazelnut Bar. Yummy!



Sementara, Ristretto Bianco yang menjadi andalan di autumn season ini menggunakan setengah espresso shot dan sedikit air sehingga menghasilkan tekstur yang creamy dan full bodied flavour. Minuman ini tambah cantik dengan sentuhan akhir berupa titik putih yang terbuat dari steamed milk yang ditata sehingga menghasilkan ‘micro foam’. Sayangnya, saya bukan pecinta espresso, jadi kopi ini kurang cocok dilidah saya. 


Dibandingkan Ristretto Bianco, saya lebih menyukai kehadiran Salted Caramel Mocha yang hadir dalam 3 varian yaitu hot, iced, ataupun frapuccino blended. I love the caramel flavour yang menjadi sedikit seperti full chocolate dimulut saya. Ditambah dengan smoked sea salt, minuman ini menjadi beraneka rasa, pahit, manis kemudian asin. Simply love it!


Untuk melengkapi acara ngopi cantik musim ini, selain Hazelnut Bar, Starbucks menghadirkan Ugly Chicken Black Pepper Puff (IDR19K), si puff berbentuk kotak dengan taburan tepung roti berisi kentang dan daging ayam yang diolah dengan bumbu blackpepper. Buat saya rasa blackpepper-nya nanggung. Kurang nendang sedikit lagi, jadi membuat adonan kentang dan ayam-nya sedikit plain namun cukup terasa savoury dan mengenyangkan.



Mau lebih kenyang? Coba Smoked Chicken Croissant Sandwich (IDR42K) berukuran jumbo dengan lembaran smoked chicken, irisan tomat, keju dan selada yang disajikan dingin sehingga membuat sandwich ini terasa sangat dingin namun segar dimulut. Saya sendiri suka sekali dengan sandwich ini, croissant yang crunchy dan lembut serta isian yang segar dan pastinya membuat saya kenyang sebelum makan malam hihihi….


Hadir pula beberapa makanan Autum Season dari tahun-tahun sebelumnya seperti Red Bean and Green Tea Pudding (IDR28K), Purple Yam Coconut Cake (IDR30K) dan Strawberry Crumble Cheese Cake (IDR35K) (lihat ulasan saya sebelumnya disini).


Untuk pengguna Starbucks Card, jangan lewatkan juga Special Promotion Autum Flavors berupa Buy 1 Salted Caramel Mocha/Ristretto Bianco dan Get 1 (one) FREE* Red Bean Vanilla Cream Frapuccino atau Red Bean Chocolate Cream Frapuccino atau Mocha Cookie Crumble Frapuccino selama 10-23 September 2013.

Anyway, thanks Starbucks Indonesia for having me and food bloggers that night. Always love to have a cup of coffee with new knowledge of coffee too.


Icha Khairisa, poisoned by Iced Salted Caramel Mocha

Starbucks World Trade Center II
World Trade Center II, Lower Ground Floor
Jl. Jend. Sudirman, Jakarta Selatan

An Hour at Helen's Cakes & Patisserie

2 komentar

I made a visit to this cake shop since I still have more than one and half hour waiting for my potluck event to start, which held at the 3rd floor above this cake shop. I have no choice while sitting near electricity outlet, charging my blackberry and eating a slice of cake. Helen’s Cakes & Patisserie for me is quite a simple and minimalist cake shop, with only several five set of table and cake and bread display.


Regardless of its establishment, Helen’s for people who have their first visit remind of an old bakery shop in Sabang, not selling too much fancy and beautiful cakes and unique interior, but they selling a great experience of having cakes to their mouth. This is what I found at their New York Cheese Cake. A simple cheese cake with strawberry jam, slices of strawberry, kiwi, peach and almond chopped. It has a very smooth texture, moist and every slice melted on my mouth. The cheese flavour is strong so I need to eat the slices slowly since I might get nausea. But anyway, I enjoyed every slice of this cake. Til the time came, I already finished it with a full belly. Hmmm…I wish I should arrange my next visit for the Oreo Cake and others.


Icha Khairisa, til the next visit to Helen’s   

Helen's Cake & Patisserie
One Wolter Place 1st Floor 
Jl. Wolter Monginsidi No. 63B
Jakarta Selatan

 
  • Eating Until Die © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Web Hosting , Blogger Templates and WP Themes