[TRAVEL REVIEW] VIETNAM #2 HALONG BAY TRIP

9 komentar

Letak Halong Bay

Halong Bay atau Teluk Halong merupakan salah satu UNESCO World Heritage Site yang terletak di Provinsi Quang Ninh, Vietnam bagian Utara sekitar 170 km pusat kota Hanoi atau kurang lebih 4 jam berkendara dengan mobil. Teluk yang dalam bahasa Vietnam berarti Teluk Naga yang sedang turun ini memiliki 1.969 pulau-pulau batu kapur yang menjulang spektakuler di laut dan sebagian besarnya memiliki gua dengan stalaktit dan stalagmit yang juga tak kalah menariknya. Saat ini Halong Bay sudah menjadi destinasi utama bagi setiap turis yang hendak ke Vietnam ditambah kini semakin banyak travel agent yang menawarkan paket trip dengan menginap di cruise mulai dari kelas bawah sampai kelas atas. Penjelajahan Halong Bay dapat dinikmati 2 hari 1 malam ataupun 3 hari 2 malam, untuk yang punya waktu terbatas one day trip pun bisa jadi cara yang singkat untuk sekedar mengunjungi situs warisan dunia ini.



Mata Uang

Mata uang yang dipakai di Vietnam pastinya Vietnam Dong atau VND. Nilai tukarnya sangat rendah, lebih rendah dari Rupiah. 1 Rupiah = 0, 45 VND. Usahakan menukarnya langsung di Vietnam, di pusat kota (jangan di bandara, lebih mahal) karena harganya lebih rendah dari di Indonesia. Di Indonesia, karena jarangnya mata uang ini, nilai tukarnya bisa mencapai 1 Rupiah = 0.75-0,95 VND

Perbedaan Waktu

Vietnam dan Indonesia untungnya tidak memiliki perbedaan waktu. Jadi kita serasa berada di Negara sendiri.

Visa

Untuk penduduk Indonesia, tidak diperlukan Visa untuk mengunjungi Vietnam.

Waktu Terbaik Kunjungan

Bagian Utara Vietnam termasuk Hanoi dan Halong Bay terbagi dalam dua musim, hot and rainy season antara April-September dan cool dry season antara Oktober – Maret. Waktu terbaik untuk mengunjungi Halong Bay tentu saat cool dry season karena di bulan ini temperature dan kelembaban udaranya lebih baik dari bulan-bulan lainnya, cuaca cerah dan anginnya juga tidak kencang. Di bulan September – Desember juga waktu paling baik karena sudah akhir domestic tourist season.


Cara ke Halong Bay

Saat ini sudah tersedia banyak maskapai dengan direct flight Jakarta-Hanoi seperti Vietnam Airlines, Garuda Indonesia, atau Malaysian Airlines dengan harga tiket yang cukup mahal untuk return-nya sekitar 5-10 juta. Untuk yang ingin bakpacking, pilihlah budget airlines seperti Air Asia atau Jetstar hanya saja harus ke Ho Chi Minh City dulu kemudian disambung dengan penerbangan dengan pesawat yang sama. Dengan budget airlines Anda bisa mendapatkan harga tiket murah mulai dari 900 ribu – 1,5 juta in return. Dari Ho Chi Minh City ke Hanoi pun harganya hampir mirip sekitar 1 – 1,5 juta in return dengan waktu tempuh masing-masing dua jam perjalanan.

Dari No Bai International Airport, Hanoi menuju pusat kota Hanoi dapat menggunakan taksi atau mobil jemputan dari hotel. Ada beberapa reliable taxi seperti Airport Taxi (873 3333), Hanoi Taxi (853 5353), Mai Linh Taxi (822 2666), dan Taxi CP (824 1999). Anda akan dikenakan USD10-USD12 untuk menuju pusat kota Old Quarter dimana mayoritas turis tinggal. Ada juga bus local tapi sangat tidak disarankan untuk turis karena rute-nya yang berputar-putar dan penuh sesak dengan orang local apalagi Negara ini terkenal dengan scam city-nya. Lebih baik menggunakan taksi atau minta hotel Anda untuk menjemput dengan biaya biasanya USD10-12.


Semua keberangkatan ke Halong Bay baik dengan jasa travel atau bus akan dimulai di pagi hari, biasanya pukul 8. Jadi, jika penerbangan Anda tidak pagi-pagi sekali, kemungkinan Anda akan bermalam di Hanoi sebelum esoknya berangkat ke Halong Bay. Ada beragam pilihan hotel dan hostel di pusat turis Old Quarter. Salah satu hostel yang terkenal reliable dengan fasilitas bintang 3 adalah Little Hanoi Hostel  di Hang Ga, Le Thai To dan Bat Dan Street. Harga per malam-nya untuk kamar double USD11 per orang sedangkan untuk dormitory USD6 per orang. Untuk hotel-nya bisa coba Royal Palace Hotel di Quan Su Street dengan rate USD13-25 per orang.

Sementara, dari Hanoi ke Halong Bay sangat disarankan menggunakan jasa travel karena akan lebih murah biayanya. Anda bisa mencari paket trip Halong Bay di berbagai situs operator wisata ataupun di operator wisata yang tersedia diseantero Hanoi atau paket trip di hotel Anda menginap. Biasanya paket trip tersebut sudah termasuk penjemputan Anda di hotel menginap di Hanoi dengan bus ataupun mobil khusus travel serta kapal yang akan digunakan untuk berkeliling Halong Bay ataupun bermalam disana.

Bagaimana Memilih Paket Trip dan Cruise untuk Menikmati Halong Bay

Sangat disarankan jika Anda memang punya cukup waktu, ambilah paket bermalam di Halong Bay baik 2D1N atau 3D2N karena jika hanya mengambil one day trip Anda hanya akan menghabiskan waktu dan tidak bisa mengunjungi banyak tempat karena waktunya sangat terbatas. Biasanya paket trip 1 day hanya berlangsung sekitar 4 jam di Halong sisanya lama diperjalanan. Untuk paket 1 day trip Anda lebih baik memesannya langsung di hotel Anda menginap atau di berbagai tour & travel operator seperti The Sinh Tourist. Jenis kapal pun biasanya hanya kapal junk sederhana dengan harga mulai dari USD20-45 plus makan siang yang biasanya buffet seafood ala kadarnya.

Untuk paket tur bermalam dengan cruise yang paling pertama harus dicari dan dipilih adalah jenis kapalnya. Karena pada setiap jenis kapal sudah termasuk paket tur keliling Halong Bay dengan tujuan wisata yang bervariasi tiap kapal. Kapal atau cruise yang melintasi Halong Bay ada banyak sekali mulai dari USD80 hingga USD400 per orang untuk 2D1N atau 3D2N. Beda harga murah dan mahalnya tergantung pada ukuran kapalnya. Biasanya yang murah terbuat dari kayu dan jumlah kamar sedikit sekitar 5-10. Makannnya juga tidak sepenuhnya di kapal, biasanya akan dibawa ke resto dalam perjalanan ke Hanoi, sedangkan kapal yang mahal terbuat dari paduan besi dan kayu dan jumlah kamarnya sekitar 20-30 dengan makanan full course di kapal bahkan ada light snacks setiap kali penumpang selesai mengunjungi salah satu objek wisata.


Saran saya dalam memilih kapal, jangan sekedar cari yang murah karena ada rupa ada harga. Pilihlah minimal cruise yang 3 star jika bujet Anda terbatas, jika bujet Anda berlebih bisa upgrade ke kapal 4 atau 5 star. Kapal 3-5 star biasanya memiliki kabin di atas 6, malah ada yang hingga 32 kabin dan rata-rata memiliki dek banyak antara 3-4 dek, 2 lantai untuk kamar, 1 lantai untuk ruang makan, dan 1 lantai lagi untuk viewing gallery atau ruang duduk santai. Kesemua kapal tersebut sudah termasuk paket tur mengunjungi tourist attractions yang bervariasi seperti Sung Sot Cave atau Ti Top Island, mobil atau bus antar jemput dari dan ke , guide berbahasa Inggris serta tambahan fasilitas lain seperti kayaking atau swimming di spot-spot tertentu.

Untuk memesan paket tur tersebut gunakanlah operator tur dan travel yang terpercaya dan ada baiknya dipesan sebelum Anda sampai ke Vietnam karena menurut saya harganya sama saja. Jika, memang Anda menemukan yang lebih murah di hotel Anda, pastikan mereka memeliki footo-foto kapal yang lengkap sehingga Anda punya gambaran seperti apa kapal yang akan Anda tumpangi.

Website operator tur dan travel yang terpercaya salah satunya www.vietvaluetravel.com atau www.thesinhtourist.vn.  Disana tersedia gambaran lengkap tentang kapal yang dapat Anda pilih mulai dari bintang 3-5 ataupun kapal untuk one day trip dan harganya pun paling murah even dari harga kapal di website resminya. Kapal-kapal yang recommended biasanya juga dapat dilihat dari website-nya yang well-maintenance seperti Bhaya Cruise, Victory Star, Indochina, Oriental Sails, Halong Phoenix, dll. Saat saya mengunjungi Halong Bay, saya memesan cruise melalui website vietvaluetravel.com, staff-nya sangat helpful bahkan sampai saat saya bangun pagi di hotel pun saya di sms agar tidak kesiangan karena tim penjemput akan menjemput saya di hotel pagi-pagi hehe. Saya menggunakan Oriental Cruise 3 star dengan 10 kabin dan 3 dek, pelayanan dan fasilitasnya sangat lumayan untuk harga USD99 per orang. Tripnya mengelilingi Halong Bay, mengunjungi fishing village, Sung Sot Cave, Ti Top Island, dan kayaking di depan Sung Sot Cave. Fasilitas kamarnya lengkap seperti hotel bintang 3, semua amenities disediakan, makanannya pun enak dan cocok dengan lidah Indonesia.

Rekomendasi Jenis kapal dan Operator Tur & Travel

Berikut saya pilihkan beberapa jenis kapal dan tur & travel terpercaya yang bisa jadi pertimbangan Anda jika ingin bermalam di Halong Bay. Anda bisa langsung cek di website-nya masing-masing tapi saran saya booking-lah melalui travel karena harganya jauh lebih murah daripada booking di website resmi cruienya.

Cruise 4-5 Star
- Victory Star www.victorystarcruisehalong.com
- Paradise Luxury Cruise www.paradisecruises.vn
- Indochina Sails www.indochina-junk.com
- The Au Co www.aucocruises.com
- Treasure Junk www.treasure-junk.com

Cruise 3 Star
- Oriental Sails www.orientalsails.com
- Halong Phoenix Cruiser www.halongphoenixcruiser.com (available 1 day trip)
- Huong Hai Junks www.huonghaijunks.com

Cruise for 1 day Trip
- Bai Tho Junk www.baithojunk.com

Operator Wisata
- Viet Value Travel www.vietvaluetravel.com
- The Sinh Tourist www.thesinhtourist.vn
- Indochina Travel www.indochinalegend.com
- South Pacific  http://www.southpacifictravel.com.vn (untuk 1 day trip)


Makanan

Makanan yang wajib Anda coba saat mengunjungi Vietnam pastinya mie beras yang terkenal-nya yang disebut Pho. Jika punya waktu sebelum ke Halong, Anda bisa mencicipinya di berbagai kedai pinggir jalan yang katanya lebih enak dibanding di restoran, harganya pun lebih murah namun kebanyakan non halal. Cicipi juga Spring Roll yang jadi cemilan khas negara ini. Kalau mau lebih simple, ada banyak fastfood seperti KFC atau Lotteria tersebar di Old Quarter dekat Hoan Kiem Lake. Namun, jika Anda memutuskan stay di kapal, Anda pasti akan menikmati makanan yang disediakan di kapal dan mayoritas seafood, tapi ada juga cemilan seperti Spring Roll khas Vietnam dalam menu mereka. Mayoritas masakan Vietnam masih masuk di lidah orang Indonesia, kok. Jadi tenang saja Anda tak perlu takut soal makanan disini.

A Little Story about Some Interesting Places in Halong Bay

Halong Bay, Tempat Bersemayamnya Para Naga

Alkisah di jaman dahulu, bangsa Vietnam yang tengah terancam oleh pasukan Cina, memanjatkan doa, memohon keselamatan. Para dewa di surga yang mendengar doa mereka lalu mengirimkan naga-naga ke Bumi. Naga-naga tersebut kemudian memuntahkan batu-batu zamrud dan permata ke dalam laut. Batu-batu tersebut secara ajaib tumbuh menjadi pulau-pulau kecil yang menjulang tinggi, menciptakan benteng alam yang menahan laju armada Cina. Setelah berhasil melaksanakan tugas tersebut, naga-naga itu memutuskan untuk menetap di wilayah perairan yang kini disebut Halong Bay.

Sepenggal kisah unik tersebut makin membuat saya seolah mengunjungi makam para naga tersebut saat melintasi bebatuan menjulang disepanjang Halong Bay yang rupanya memang menyerupai bentuk punggung naga yang sedang turun ke bumi. Disepanjang deretan bukit kapur yang menjulang tersebut juga banyak bukit kapur terpisah yang mempunyai bentuk unik hingga diberi nama unik pula, seperti Fighting Cock, bukit kapur yang bentuknya mirip seperti dua ayam sedang bertarung sambil saling mematuk; Incense Burner, bukit kapur yang dindingnya seperti hangus terbakar; atau Dog Rock yang dinding batu kapurnya menerupai seekor anjing. Saat saya kesini dibulan April, cuaca sedang sangat berangin dengan kelembapan cukup tinggi namun tidak hujan. Kabut cukup tebal menyelimuti sore hari sehingga saya tidak bisa melihat sunset disini. Untungnya, meskipun lembab dan dingin, di siang hari cuaca tetap cerah sehingga saya bisa puas memandangi indahnya dinding batu kapur tersebut yang membuat saya seolah dibawa masuk ke dunia lain hihihi…


Desa Terapung

Selain berkeliling Halong Bay, paket-paket trip yang tersedia juga akan membawa wisatawan ke spot-spot wisata tertentu yang ada disini, salah satu yang unik adalah mengunjungi Ba Hang Fishing Village. Di desa ini penduduknya memang tinggal dirumah apung, mereka tinggal, bekerja hingga sekolah disini. Mata pencaharian penduduknya rata-rata nelayan dan penjual makanan dengan cara menjajakan makanannya dengan perahu kepada kapal-kapal turis yang melintasi Halong Bay.


Sung Sot Cave

Sung Sot Cave atau Cave of Surprises merupakan gua terbesar di Halong Bay. Gua ini berlokasi di Bo Hon Island. Menurut sejarah, gua ini mendapatkan namanya dari seorang laksamana Prancis yang terkejut akan ukuran gua ini saat ia menemukannya. Untuk mencapai gua ini, pengnjung diharuskan menaiki sekitar seratus anak tangga batu. Gua ini memiliki dua chamber . Chamber pertama mirip dengan ruang teater besar dengan beribu stalaktit menggantung tinggi di langit-langit gua. Untuk mencapai chamber kedua, kita diharuskan melewati lorong sangat sempit yang hanya muat untuk satu orang. Sisanya, sepanjang menelusuri gua dengan ketinggian 30 meter dan luas 10.00 m2 ini, Anda akan disuguhkan dengan bukti dari penciptaan alam yang spektakuler selama jutaan tahun yang lalu. Yang membuat gua ini semakin menakjubkan adalah tata cahaya lampu yang berbeda disetiap sudut yang membuat seolah-olah bebatuan di gua ini memiliki warna seperti hijau, merah, kuning, ungu dan jingga.


Di beberapa operator wisata, Anda akan ditawarkan fasilitas kayaking di depan gua ini. Suasananya yang teduh karena tertutupi beberapa batuan tinggi dan hijaunya air Halong Bay membuat acara kayaking menjadi sangat mengasyikkan. Saya sendiri yang baru kali ini kayaking langsung kegirangan mendayung perahu kayak yang hanya muat dua orang. Senang rasanya bisa membawa diri saya ke tengah-tengah pulau yang berudara sejuk, berair hijau dan tenang sambil menikmati lebih dekat dinding-dinding kapur Halong Bay yang misterius itu.


Mendaki Ti Top Island

Untuk mendapatkan salah satu spot fotografi landscape Halong Bay terbak, pilihlah operator wisata yang memasukkan Pulau Ti Top atau Ti Top Isalnd ke dalam program wisatanya. Pulau ini memiliki pasir berwarna putih kekuningan yang sangat halus dan menara pandang 360 derajat dipuncaknya yang harus dicapai dengan mendaki kurang lebih 500 anak tangga! Lelahnya pendakian langsung terbayar lunas saat saya berada di puncak Ti Top. Landscape Halong Bay yang cantik, hijau dan misty terhampar dengan indahnya di depan saya ditambah dengan beberapa kapal yang melintas disini, ah rasanya seperti berada di Raja Ampat, Indonesia. Trust me you don’t want to miss this!


Tips Penting
·  Di kapal, minuman tidak termasuk dalam paket makan. Jadi, kita harus bayar minum lagi. Untuk menghemat, bawalah air mineral dari luar dan masukkan kedalam ransel. Karena ada beberapa kapal yang menerapkan sistem charge jika pengunjung ketahuan membawa minuman dari luar. Jika biaya sangat terbatas dan nggak membawa air mineral sendiri, pilihlah teh manis atau air mineral di kapal, harganya sekitar USD1-2 daripada tidak minum sama sekali hehe…
·      Siapkan uang untuk memberi tip kepada awak kapal dan guide. Jumlahnya tergantung keikhlasan masing-masing, tapi normalnya untuk awak kapal dan guide sebesar USD3-5.
·   Bawa jaket juga disarankan karena meskipun dalam dry cool season, angin Halong Bay tetap membuat badan menggigil.
·    Diperjalanan menuju Halong Bay, operator wisata akan membawa kita untuk beristirahat sejenak di sentra kerajinan tangan khas Vietnam yang mayoritas handicraft-nya merupakan buatan para korban perang Vietnam. Jika Anda tak berniat belanja atau tak mempunyai uang banyak, jangan berbelanja souvenir atau makanan disana. Karena harganya sangat mahal sekali. Lebih baik beli souvenir di pusat kota Hanoi, toh barang dan kualitasnya sama saja.
·      Sebelum memilih operator wisata, baik di website atau di hotel, pastikan mereka menyediakan guide yang benar-benar bisa berbahasa Inggris. Karena meskipun beberapa guide bisa berbahasa Inggris, mereka tetap menggunakan dialek Vietnam yang justru membuat turis nggak mengerti dia mengucapkan kata apa. 
·    Pastikan juga operator yang Anda pilih menjemput dan mengantarkan Anda kembali tepat di depan hotel Anda menginap.
·   Makanan di kapal baik yang one day trip atau bermalam mayoritas seafood, mintalah pada operator wisata untuk tidak menyediakan makanan yang pantang bagi Anda, misalnya jika Anda alergi udang, bilang saja pada operator atau guide bahwa Anda tidak makan udang. Biasanya sih, guide yang benar itu akan menanyakan kepada setiap peserta tur makanan apa saja yang menjadi pantangan mereka.
·    Jika ingin lebih private dan jauh dari keramaian, pilihlah kapal yang memiliki itinerary berlayar ke Bai Tu Long Bay. Bai Tu Long Bay merupakan teluk di sebelah selatan Ha Long Bay, hanya saja operator wisata/kapal yang berlayar kesini hanya beberapa, seperti Treasure Junk atau Bhaya. Rute ke Bai Tu Long Bay lebih sepi dari kapal-kapal turis normal yang melewati Halong Bay. Biasanya operator yang berlayar kesini juga memasukkan Cat Ba Island sebagai tempat kunjungan dimana disana terdapat resort dan pantai pasir putih yang cantik.


[TRAVEL REVIEW] VIETNAM#1 WELCOME IN HO CHI MINH CITY

2 komentar

Í just don’t have any idea how can I stranded in such a communist country in Asia. Yeah, I just did meskipun sebenarnya semua sudah direncakan dari tahun yang lalu, but I thought the idea of having in a what-people-called-scam-city was not so bad. Then, on April 4-9 2013, I started my journey with my traveller partner in crime slash my boyfriend slash my mood crusher hahaha…Well, sebenarnya mau cerita dalam bahasa inggris, tapi I’m gonna give some direction which is I think is worth reading in Indonesia for some friends of mine in Indonesia yang lebih kepengen denger cerita dari saya dalam bahasa Indonesia sih…so, I decided to make this tiny stories (mmmmm I’m not sure this gonna be tiny unless I will have “curhat colongan”haha) in bilingual with some slangs and some bahasa gaul anak Jakarta haha…

Now, let me bring you to the last September 2012 when I got that super fantastic airfare. Men, I got Rp900.000 in return CGK-Ho Chi Minh City, kalo gak karena itu harga menggiurkan mungkin saya nggak akan nekat beli apalagi penerbangan ke HCMC kalo gak promo pasti bisa di atas 1,5 juta. Penerbangan saya dengan harga murah itu ada di jam 16.35 dan sampai di Tan Son Nath International Airport itu sekitar pukul 19:35. Agak sedikit melelahkan dua jam kesana dengan entah ketinggian berapa sampai-sampai saya nggak bisa melakukan equalizing dengan baik a.k.a kuping bener-bener budek pas sampai bandara HCMC (seumur-umur naik pesawat nggak pernah tuh kayak gitu).Well, Tan Son Nath International Aiport bandaranya bener-bener international jauh beda sama Soetta nih. Padahal negaranya belum semaju Indonesia but yeah who can resist Negara bekas jajahan Prancis sih, pasti lebih baik peradabannya daripada jajahan Belanda haha…Bandaranya mirip-mirip sama Changi dan dibagian imigrasi saya nggak dapat masalah berarti. Sekeluarnya dari bandara saya langsung mencari supir dari hostel yang sudah siap menjemput saya dan nggak pakai lama mencari saya sudah menemukan si mas-mas Vietnam yang mukanya mirip sama tipikal orang Indonesia hehe…Dia sudah membawa papan nama dengan nama Ms. Icha. Satu hal yang malesin di Vietnam itu adalah mayoritas penduduknya nggak bisa bahasa Inggris, jadi sama si supirnya ini saya Cuma nunjuk si papan yang bertuliskan nama saya dan dia langsung tersenyum kemudian membawa saya ke taksinya. Hahaha ternyata si hotel tetep memanggil taksi toh untuk menjemput saya.

Reliable Taxi - Vinasun

Di Vietnam yang terkenal dengan scam city itu memang sangat was was untuk mencari transportasi yang reliable. Unless you are brave enough to try such unreliable taxi or paid more, you better play save with your travel planning.Jadi, saya memilih mencari hostel yang menyediakan jasa antar jemput untuk memudahkan saya nggak ditipu taksi yang banyakan scammer itu. Normalnya, di HCMC mereka hanya punya dua reliable taxi Vinasun atau Mailinh, rata-rata mobilnya Avanza atau sedan. Taxi Mai linh warnanya putih dan hijau atau hijau sedangkan Vinasun lebih dominan warna putih. Cara mengenalinya sih mudah soalnya di badan taksinya tertulis jelas nama kedua taxi tersebut. Tapi di bandara apalagi malam hari mencari kedua taksi tersebut sangatlah susah, kalaupun ada pasti penuh dan harus mengantri. Jadi, cara paling aman I spent more for pick up lagipula harganya gak terlalu jauh beda. Dengan taksi dari airport ke pusat kota atau daerah backpackers Pham Ngu Lao dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit kita harus membayar sekitar USD7-8 sedangkan dengan airport pick up dari hostel kita harus bayar USD14. Buat saya sih nggak masalah, apalagi baru hari pertama kenal negaranya ditambah isu scamming. But thank’s God there’s nothing happen kok. Semuanya Cuma isu traveller yang ngak beruntung aja sih menurut saya hehehe….

FYI, kalau biasanya orang-orang sibuk mencari money changer di airport saya sarankan JANGAN! Jangan menukarkan USD kamu di airport karena rate-nya jauuuuh beda sama di pusat kota. You better change your Rupiah to VND di Indonesia seperlunya kemudian tukar sisanya di money changer yang tersebar di pusat kota. Kemarin sih harga di Indonesia 1 VND = 0,70 Rupiah, itu pun lebih tinggi dari harga normal di dalem Vietnam which is harusnya 1 VND = 0,46 Rupiah. Tapi lumayanlah daripada nggak nuker sama sekali dan saya sarankan menukarlah di money changer di FX Lifestyle Xçenter Sudirman. Saya lupa namanya, tapi itu hanya satu-satunya di FX, lokasinya di lantai dasar seberang Es Teler 77. Karena hanya disitu rate-nya paling rendah dari seluruh money changer yang sudah saya survey di Jakarta hehehe…

                                                                                   Lobby Saigon Backpackers Hostel
                                                                       Penampakan dapur, ruang makan, dan halaman hostel

Then, here I am in Saigon Backpackers Hostel, Pham Ngu Lao, District 1. Dari airport hanya 25 menit saja. Lokasinya diseberang terminal bus (lupa namanya) dan tertutup oleh pasar yang dimalam hari tutup. Awalnya agak horror juga karena supir taksinya berhenti di tengah jalan di depan terminal. Dengan bahas Vietnam yang gak jelas dia menelepon seseorang dan menyuruh kami menunggu 1 menit. He even only said “1 minute please” to us and we’re shocking. Duh, mau dikemanain ini kita, malah hostelnya nggak kelihatan. Jam sudah menunjukkan pukul 8, lalu lintas HCMC masih sangat ramai dan udaranya luar biasa panas dan nggak ada angin! Setelah cemas sambil kipas-kipas, si supir mengantar kami menyebrang jalan dan mempertemukan kami dengan seorang gadis seumuran saya memakai kacamata dan berwajah oriental khas cewek Vietnam. Owalah, ternyata kami dijemput sama resepsionis hostel. Ih sumpah baik bener! Her name is Chi Chi dan kami dituntunnya menelusuri lorong kecil di daerah Pham Ngu Lao yang di kanan kirinya berderet hostel untuk backpackers. Gang-nya sempit banget mirip gang-gang di pecinan Glodok sana, tapi banyak hostel-hostel mewah disini salah satunya si Saigon Backpackers Hostel ini. Tipikal rumah di Vietnam memang rumah ruko bertingkat. Hostel ini pun menempati ruko 5 lantai kalau nggak salah. Saya mendapatkan harga USD22 dari hostelbookers.com untu double room. Very affordable price apalagi dengan melihat fasilitas yang kami dapat! Chi Chi menyambut kami dengan sangat ramah dengan bahasa Inggris yang sangat lumayan. Ah emang deh satu-satunya orang Vietnam yang bisa bahasa Inggris emang gak jauh dari resepsionis hotel atau hostel hahaha…Memberikan kunci dan menjelaskan dimana saya bisa menemukan 24 hour shop dan resto. Lebih shock-nya lagi, dengan USD22 itu saya dapet kamar double yang lumayan banget! King size bed, AC, shower room dengan handuk dan toiletries, dan ada hairdryer yay! Kamarnya cukup luas untuk ukuran hostel, beda banget sama hostel-hostel di Jalan Jaksa dan enaknya di tiap lantai mereka hanya menempatkan dua kamar. Jadi, cukup private lah buat yang mau suasana tenang hehehe…

                                                                        Sarapan pagi dari Saigon Backpackers Hostel

Setelah beres-beres, saya kemudian keluar cari makan. Dari 373/27 Pham Ngu Lao lokasi si hostel, saya keluar gang, kemudian berbelok ke kanan dan menemukan Pham Ngu Lao main street dan disana lebih rame gilaaa daerahnya. I remember Kuta or Legian in the night. You will see hostels, 24 hour mini market, souvenir shops, tour and travel centres, bars and pubs even street food stalls along your walk! Ah feels like heaven! Di pinggir jalan kita bisa melihat budaya orang Vietnam yang doyan duduk di pinggiran jalan sambil makan mie khas negaranya Pho. Nggak yang muda dan tua semuanya berbaur di pinggir jalan, duduk di atas kursi-kursi kecil sambil menenggak bir atau menyeruput Pho, begitupun dengan backpackers yang mayoritas turis Eropa, mereka semua cuek aja ngebir di pinggir jalan sambil bercengkrama dengan sesame backpackers atau menggoda cewek-cewek Vietnam. Saya sendiri niatnya mencari restoran halal disinim tapi sayangnya saya tidak menemukannya. Memang kendalanya agak susah menemukan restoran halal disini, meskipun saya punya daftarnya, tapi di malam hari rasanya malas mencarinya. Jadi, saya hanya menikmati malam ini sambil melihat dan menghapal jalan hehehe…Membeli air mineral 1 liter seharga VND12.000 atau Rp.5000 saja di Shop n Go, gerai yang mirip Circle K dan beberapa cemilan yang harganya nggak sampai 10 ribu. Duh, seneng banget deh di Vietnam semua-nya terasa murah hehe…


See my other post for other journeys at Vietnam, pals! 

*Recommended Hostel in Saigon (HCMC)

Saigon Backpackers Hostels --> http://saigonbackpackershostel.com/

Saigon Youth Hostel --> http://saigonyouthhostel.com/

Dua hostel di atas merupakan afiliasi. Lokasinya hanya beda gang saja. Harga kamar doube-nya sama USD22/ 2 person atau USD8/person untuk 8 bed dormitory. 

*Tips komunikasi

Untuk pengguna blackberry atau handphone biasa. Saya sih menyarankan kalau stay-nya nggak terlalu lama lebih baik manfaatkan jasa wi-fi saja yeng tersedia mayoritas di hostel. Kalau nggak perlu-perlu amat menelepon ke Indonesia, lebih baik nggak usah beli simcard lokal karena harganya mahal menurut saya. Kemarin saya beli simcard untuk Ipad saja seharga 50 ribu hanya bisa dipakai untuk 3 hari haha! 

An Evening Dinner in Scusa

0 komentar

Last week I got a chance to back to my favourite Italian restaurant, Scusa at Intercontinental Jakarta MidPlaza. I was invited for a dinner enjoying Scusa’s signature dishes which of course satiate my appetite. One thing I miss from Scusa are their warm ambience (even though it’s very very hard to take a photo in a very dark ambience, but yeah the show must go on hihi) and their Walnut Bread with Feta Cheese. It’s not even an opening snack for me, it’s something that I’m addicted to (I wish I could get it somewhere in a bread shop hahaha). And oh also their very very kind and helpful waiters who always serve the customers with heart. I really appreciate a hotel with such a great hospitality like this.


Well, enough about the opening, now let’s do the food yakking! Sure you won’t miss this part. The dinner consists of five degustation menu including appetizer, main course and dessert.

Starter
Buffalo Mozzarella, tomatoes, rocket leaves and blackpepper.

This starter also served with a very thin slice of bread that come in crispy texture and covered with balsamic dressing. The texture of buffalo mozzarella was very soft and pluffy like a boiled egg with a savoury taste. All of the vegetables were a great company for the cheese. It all perfect as a starter!


Soup
Scusa signature potato and wild mushroom soup with truffle

Everything just went perfectly blend on this soup, but I prefer a thicker soup, maybe Scusa missed this one.


Pasta
Cappellini con astice

Homemade angel hair pasta with Sulawesi lobster, fresh chilli, tomato, 
extra virgin oil and chopped parsley.

The main highlight of this dish of course the lobster. Fresh and half grilled Sulawesi lobster with rich tomato and chili flavour which all blend with the angel hair super thin texture. Simply love it!


Meat
Scusa signature spit-roasted chicken

Marinated with Italian herbs, garlic, balsamic vinegar and grain mustard, green asparagus 
and mashed potatoes

I love love looove Scusa’s spit-roasted chicken. Never had such a perfect and juicy roasted chicken before. I even could smell and taste the strong Italian herbs on the deeper part of the meat.


Dessert
Tiramisu

From all those delicious feasts on tonight’s dinner this one is da BOMB! This is the best Tiramisu I’ve ever had! Sooooo good! Soooo fluffy, moist and rich of chocolate but not too sweet! Perfect closing!



Thanks so much for inviting me to this great dinner Scusa @InterConJakarta. Will always miss every single thing of your resto! 


Scusa at InterContinental Jakarta MidPlaza
Jl. Jend. Sudirman Kav. 10-11
Jakarta 10220
Tel. 021-2510888
Fax.021-2511777
@InterConJakarta

POSTCARDS FROM BROMO MOUNTAIN

0 komentar

Finally, visited one of the beautiful and sacred mountain in Malang, East Java, Bromo Mountain. This volcano is also well-known for its wonderful caldera which is covered by mystical fog after sunrise. A super breath-taking view will also company everyone traveling here, start from the green savanna to carpet of green hills like I was in New Zealand!

Bromo sunrise

Bromo after sunrise. Look at that misty mountain!

 

Bromo after the fog! the caldera is freakin beautiful!
 

the Teletubbies hills. Super green hills!



Green apples in one of apple plantation in Batu, Malang, East Java




 Coban Pelangi Waterfall in Batu, Malang. A must-visit place before you proceed to Bromo

 
  • Eating Until Die © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Web Hosting , Blogger Templates and WP Themes