Showing posts with label Kuliner Bogor. Show all posts
Showing posts with label Kuliner Bogor. Show all posts

Santai Keluarga di Cimory Riverside

2 komentar

Musim liburan anak sekolah minggu lalu, menjadi waktu yang tepat untuk mengajak adik-adik kecil saya pergi berwisata. Awalnya bingung mau pergi kemana karena saya hanya punya waktu satu hari untuk menemani mereka. Then I decided to go to Puncak! Saya sudah sering membaca review orang tentang restoran Cimory dengan konsep baru yaitu Cimory Riverside. Jika awalnya Cimory Mountain View berkonsep pegunungan dengan pemandangan juga full menghadap bukit, makan Cimory Riverside ini membawa konsep sungai dengan pemandangan resto menghadap sungai Ciliwung. 


Saya dan keluarga akhirnya memutuskan mampir untuk brunch disini. Lokasinya berada di sebelah kanan dari arah Taman Safari. Pertama kali sampai disini sekitar pukul 10 pagi saat restoran baru buka dan langsung terpesona dengan interior mereka yang ditata sedemikian rupa terlihat alami namun homey. Deretan pilar berbatuan pualam menghiasi bagian tengah restoran. Masuk ke arah dalam sedikit kita akan menemui dua area outdoor yang menghadap langsung ke sungi Ciliwung yang jernih dan deras airnya. Suara aliran sungai yang menenangkan, semilir angin serta kicauan burung, membuat saya makin penasaran dengan restoran ini. Turun ke bagian bawah, saya melihat ada taman bermain anak dan area outdoor private yang khusus dipesan dengan reservasi dan juaranya adalah jembatan sepanjang sungai yang diklaim sebagai jembatan terpanjang pinggir sungai entah se-Jakarta atau Bogor hanya saja menurut saya nggak panjang ah jembatannya hihihi...Saya suka sekali dengan pemandangan sepanjang sungainya soalnya ada taman cantik juga dipinggirnya, jadi seru buat foto-foto hehehe...


Untuk makanan, Cimory Riverside menyajikan aneka menu Indonesia, Western dan Italia. Harga yang ditawarkan memang cukup mahal menurut saya mungkin karena mereka juga menjual view yang cukup lumayan. Makanannya berkisar dari Rp25.000 - 55.000 sedangkan minuman dapat dinikmati mulai dari Rp8.000 - 25.000.

Zuppa Soup (IDR26.5K) menjadi appetizer yang cocok untuk membuka acara brunch di udara Puncak yang mulai dingin. Meskipun puff dan soup-nya dipisahkan, tapi saya suka sekali dengan tekstur soupnya. Tidak terlalu cair, lembut dan kaya akan susu namun tidak membuat eneg. Isinya pun cukup banyak, potongan daging, sosis dan keju. 


Jika Zuppa Soup menghangatkan perut, Fish Mango Salad (IDR45.5K) ini menyegarkan tenggorokan. Saladnya sendiri terdiri dari ikan yang digoreng tepung dengan kulit yang cukup garing dan tektur ikan yang lembut. Saus mangganya sendiri segar sekali. I simply love this salad!




Saya sempat minta rekomendasi teman food blogger untuk makanan utama disini, ternyata sausage-nya lah yang menjadi favorit. Ring Kanzler Sausage (43.9K). Sosis sapi ini bentuknya unik sekali seperti tapal kuda dan dilengkapi dengan potato wedges yang crunchy dan lembut serta saus barbeque. Aroma smokey yang sangat kuat tercium dari luar namun sayangnya saya hanya merasakan sosis ini seperti umumnya sosis yang diluar dipasaran tidak ada yang terlalu spesial dari makanan ini. 


Spiral Kanzler Sausage (44.9K), bedanya sosis ini dengan Ring Kanzler hanya pada bentuk dan campuran dagingnya. Bentuknya sudah pasti spiral hanya saja campuran dagingnya berupa daging ayam dan sapi. Rasanya lebih gurih tapi that's just a sausage for me hehehe...


Steak Burger Asian (IDR42K) ini juga biasa saja menurut saya. Dagingnya merupakan daging cincang yang dipadakan namun keras dan kurang terasa bumbu lada hitamnya. Jadi butuh mencolek saus lada hitam yang disiram di atasnya baru ada sedikit rasa pedas manisnya.


Untuk melengkapi makan pagi menjelang siang, segelas Blueberry Milk (IDR24.5K) bisa menjadi pilihan tepat. Saya suka sekali dengan blended blueberry ini. Rasa blueberry bercampur susunya terpadu sempurna, tidak terlalu manis dan cukup menyegarkan.


Begitu juga dengan Cappucino Hazelnut (IDR28.5K). Segelas capuccino diblended sempurna dengan bubuk hazelnut sehingga menguarkan aroma hazelnut yang kuat dengan rasa capuccino yang tidak terlalu pekat. Cocok untu teman dikala dingin jika disajikan panas.


Selain menikmati restoran beserta pemandangan alam Sungai Ciliwung, jika ke Cimory Riverside jangan lewatkan berkunjung ke Chocomory, chocolate shop yang baru-baru ini dibuka. Di dalam Chocomory, saya menemukan banyak sekali variasi cokelat mulai dari chocolate bar, chocolate candies, sampai aneka cookies yang dibalut dengan cokelat. Saya suka sekali dengan 75% Dark Chocolate Bar-nya, rasanya enak dan tidak terlalu pahit. Jika mau lebih banyak bawa oleh-oleh, bisa mampir ke Cimory Supermarket disebelah Chocomory. Kita bisa menemukan aneka snacks, kue dan tentunya dairy product khas Cimory seperti Dairy Milk dan Yoghurt. Cimory juga memiliki pabrik cokelatnya sendiri yang terletak di lantai 3 bangunan Cimory Riverside. Sayangnya, saat weekend pabriknya tutup, padahal kalau weekday kita bisa dengan bebas melihat pembuatan cokelatnya.

Anyway, saya dan keluarga cukup senang menikmati acara brunch kami disini. Meskipun makanannya so-so, tapi pemandangan alam dan Sungai Ciliwung yang cantik menggantikan semuanya. Adik-adik senang, sayapun riang hehehe...

Chocomory and Cimory Supermarket

Children Playground

Me, mom and my sisters


Cimory Riverside

Jl. Raya Puncak 415
Cisarua, Bogor
@Cimory

Ngopi Cantik di De Koffie Pot

3 komentar

Nggak ada bosennya saya menelusuri daerah Bogor, kali ini setelah puas makan siang dengan sumsum sapi yang super mantab itu, saya dan teman-teman mencari tempat yang enak buat ngopi-ngopi sambil leyeh-leyeh. Awalnya bingung mau cari tempat apa, eh pas gak sengaja lewatin Jalan Salak, kami menemukan coffee shop, De Koffie Pot. Dari luar sih tempatnya kelihatan luas banget, parkirannya apalagi. Jadi, coffee shop ini berada di dalam satu gedung dengan toko bunga, distro, dan butik gitu. 




Coffee shop ini di dominasi warna hitam, dengan dua area, indoor dan outdoor. Di indoor ada kursi-kursi berwarna perak dan beberapa sofa cokelat dengan kapasitas sekitar 40 orang. Di sudut sebelah kiri pintu ada bar yang menyatu dengan dapur dan disampingnya ada lemari kaca es berisi beragam jenis cake.






Di area outdoor ada teras yang luas banget dengan deretan kursi-kursi melamin juga dan yang seru ada satu spot teras yang dikasih karpet hitam dilengkapi dengan meja-meja kaca rendah dan bantal-bantal. Uhuuuyyy, this is super cozy place I've ever seen! Nggak hanya bisa lesehan sambil ngopi tapi kita bisa tidur-tiduran juga sambil nikmatin sejuknya udara Bogor dan hijaunya pepohonan di sekitar area coffee shop ini.




Berhubung udah kenyang banget, akhirnya kami hanya memesan kopi saja. Ini dia kopi yang jadi pelengkap waktu berleha-leha kami:

Blackforest Coffee – 33K




Kopi perpaduan rasa capuccino dengan rhum essence dan perasa blackforest yang pas banget! Sekali seruput langsung terasa seperti sedang mengunyah kue blackforest. Enak dan seger banget!

Oreo Coffee Slash – 30K




Hmmm...buat saya kopinya terlalu pahit. Plus oreo dan es batunya yang terlalu banyak jadinya kopinya sedikit menggumpal dan oreonya pun malah bikin kopi jadi tambah pahit. Tapi cukup seger buat bikin mata nggak ngantuk sih.


Kafe yang buka pukul 10.00-22.00 di weekday dan 09.00-01.00 di weekend ini juga menyajikan beragam menu kopi lainnya seperti aneka Classic Coffee mulai dari Rp14.000 – 30.000; Iced Drink Coffee mulai dari Rp30.000 – 35.000; Fruit Based Drink mulai dari Rp16.000 – 35.000. Ada juga beragam jenis cake dan ada makanan berat seperti nasi goreng, soto, iga bakar , aneka fast food burger, sandwich dan sejenisnya dari harga Rp32.000 – 90.000 yang open kitchennya terletak di teras luar.

So, buat kamu yang lagi mencari tempat yang asik buat leyeh-leyeh sambil ngopi-ngopi cantik atau sekedar mencari ketenangan dari hiruk-pikuknya Jakarta boleh langsung cari tempat ini di Bogor. Very recommended place!




Buat saya tempatnya cozy dan super homey, berasa di kamar tidur sendiri deh. Sayangnya, harga minumannya yang agak mahal untuk ukuran coffee shop di Bogor. Mereka memasang harga sama seperti gerai kopi ternama yang sering ada di mal-mal. Kalau kualitas mereka nggak ditingkatkan, pasti banyak pelanggan memilih kabur ke coffee shop di mal buat dapetin rasa kopi yang khas, tapi mungkin buat yang cuma cari suasana tempat ini bakalan jadi nomor 1 yang dicari.


De Koffie Pot 


Jl. Salak No. 6
Bogor

Nikmatnya Sumsum Khas Rumah Sumsum

5 komentar

Saat memasuki resto yang terletak sebelum Istana Batutulis, Bogor ini mata saya disuguhkan dengan dekorasi bernuansa hijau, dari mulai dinding, sudut kasir, dan sudut dapur, sayangnya kursinya nggak hijau hihihi. Kapasitas ruangannya cukup besar, mampu menampung sekitar 100 pengunjung. Di sudut meja kasir terdapat begitu banyak pigura berisikan foto dan tandatangan selebritis yang sudah pernah mampir kesini. Wah emang terkenal banget ini resto ya!




Langsung saja saya dan teman-teman memesan menu untuk disharing. Ini dia menu yang kita pesan:

Sop Sumsum Sapi




Takjub banget pas ngeliat mangkuk yang gede berisikan tulang kaki sapi yang super gueedeeee! Wah ga kebayang gimana makannya. Ternyata namanya juga sop sumsum, jadi ya kita cuma nikmatin sumsumnya. Caranya nyedot sumsumnya langsung pake sedotan. Sluuurrpp...pas disedot sumsumnya langsung memenuhi mulut saya dengan rasa yang khas banget. Enaak, apalagi kuahnya yang super gurih!

Sate Sumsum




Ini lebih unik lagi, potongan sumsum di satukan dalam tusuk sate kemudian di bakar sebentar dan disiram bumbu kacang. Bumbunya pekat dan rasanya kacangnya cukup berasa dan sumsumnya jadi agak empuk seperti tetelan daging. It's better buat kamu yang nggak suka sumsum yang terlalu lembek. 

Iga Sapi Bakar




Beuh, yang ini juara banget juga buat saya. Iga sapinya empuk banget dagingnya. Bahkan pas dagingnya diiris langsung dari tulangpun gampang banget diirisnya. Dilengkapi bumbu kecap yang meresap banget sampai ke dalam daging. Plus aroma khas bakaran yang menjadikan iga bakar ini jadi mirip daging barbeque.


Sumsum Goreng




Sensasi lain makan sumsum nih. Sumsum dicampur sedikit terigu, dibentuk bola, dan digoreng. Jadinya seperti tahu goreng lho! Tapi tekstur sumsumnya nggak ilang sama sekali. Renyah diluar, lembut di dalam!


Es Teh Sereh





Es teh dicampur potongan sereh ini bener-bener segeeerr banget buat siang-siang panas gini! 


Es Kelapa





Ini juga ga usah diragukan lagi deh. Minum es kelapa pas banget buat menetralisir perut yang ga terlalu familiar dengan rasa sumsum yang sedikit membuat perut eneg.

Selain menu diatas, ada banyak varian menu lain tersedia disini seperti sate kambing dan sapi, paket nasi bakar sumsum, sop buntut, sop iga, soto ayam, dll. Sedangkan untuk minumannya ada bermacam-macam jus, es kelapa bandrek yang jadi khas disini, sekoteng dan aneka soft drink.

Untuk masalah harga gak perlu takut juga, harga makanan disini cukup terjangkau kok. Untuk aneka sop dan soto harganya mulai Rp19.000 – 21.000; aneka sate Rp17.000; iga bakar Rp23.000; aneka paket nasi mulai dari Rp.13.000 – 29.000; dan aneka minuman mulai dari Rp.3.000 – 13.000.

Jam buka restoran ini dari jam 10.00-21.00 weekday dan weekend. Parkirannya cukup luas, jadi jangan takut ga dapet parkir buat kamu yang bawa mobil. So, buat kamu penggila sumsum atau pecinta kuliner yang ingin merasakan sensasi lain makan sumsum, silahkan mampir di resto ini.

Opini:

Saya memang bukan penggila sumsum, tapi nyobain sumsum dengan cara uni dan dimasak model baru seperti sate sumsum dan sumsum goreng bikin saya nggak nyesel nyobain kuliner Indonesia ini. Suasana restonya pun homey, pelayannya ramah-ramah dan cepat. Serunya lagi mereka juga nyedian spot buat kita foto-foto dengan standing banner bertuliskan dan berlogo Rumah Sumsum. Langsung deh narsisnya saya dan teman-teman keluar hehehe...



Rumah Sumsum

Jl. Lawang Gintung No.21
Batutulis, Bogor

Telp. (0251) 8314759

Dim Sum Kampoeng (Closed)

0 komentar

Libur ditengah minggu kemarin saya menyempatkan diri kumpul bersama teman-teman panitia Global Peace Conference 2010 sambil cari-cari tempat makan enak di Bogor. Salah satu tempat seru yang saya kunjungi adalah Dim Sum Kampoeng. Kedai dim sum ini terletak di Jalan Pajajaran 43B pas disamping FO Vemeer atau disampingnya McDonalds lampu merah Jalan Lodaya.


Kedai dim sum ini dari jauh sudah keliatan dengan hiasan tiga banner gantung bergambar beragam jenis dim sum. Masuk ke dalamnya saya disuguhkan sebuah kedai yang luas banget dengan kapasitas sekitar 80 orang. Dinding-dindingnya dihiasi dengan banner bergambar dim sum dengan tulisan Dim Sum Kampoeng besar-besar. Meja dan bangkunya juga cukup besar bisa menampung 6 orang per meja. Disudut kiri kedai terdapat dapur semi terbuka dan yang unik di salah satu sudutnya ada meja kecil yang memajang beberapa kosmetik perawatan tubuh dari Bali.






Satu hal yang saya baru sadar pas membaca menunya, kedai ini ternyata membawa konsep tempo dulu seolah kita dibawa ke suasana makan di jaman Belanda masih menjajah Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari tagline kedai mereka 'Satoe jang Menjentoeh Hati Sedjak 2009' dan nama serta deskripsi menu mereka yang menggunakan bahasa Indonesia tempo dulu yang khas dengan ejaan 'oe'. 

Menu yang saya dan teman-teman pesan di jam brunch ini adalah:

Dim Sum Kombinasi

Ini paket lengkap dim sum berisi hakaw, swi-kiaw, lumpia, dan...Tekstur kulit dim sumnya lunak sekali, empuk, dan gurih. Semuanya enak buat saya.


Hakau

Ini dim sum berisi cacahan udang yang lembut banget dagingnya. Saya bahkan sampai nggak merasa kalo itu dagung udang.Padahal aslinya saya agak nggak suka udang, tapi makan dim sum ini saya hajaar aja hahaha...


Sate Dim Sum Goreng

Saya nggak ngerti awalnya gimana bisa dim sum dijadiin sate. Ternyata pas saya lihat presentasinya satenya mirip sate nugget goreng hehehe...ini adonan kulit dim sum yang digoreng seperti nugget. Teksturnya pun mirip seperti nugget goreng hanya saja berasa banget kalau itu kulit dim sum bukan daging. Lumayan enak buat saya apalagi bumbu kacangnya yang kental, pekat dan berasa banget kacangnya!


Sate Dim Sum Bakar

Nah, kalau yang ini versi bakarnya, ini lebih unik lagi rasanya, dim sumnya jadi mirip daging kambing dibakar. Empuk persis daging yang dibakar dan aroma bakarannya sangat meresap bersama kecap manis yang pas.


Dim Sum Barbeque

Ini dia Juaranya! Dim sum unik yang penyajiannya menggunakan hotplate. What a new innovation! Dengan sensai makan a la makan steak, 4 buah dim sum kombinasi disajikan di atas hotplate panas di siram saus Barbeque yang harum, sedikit pedas dan berasa banget rempah-rempah khas Barbequenya. Ditambah lagi pelengkap wortel, jagung, dan buncis yang bkin makan dim sum ini jadi mirip menu makan siang. Kenyang!


Masalah harga nggak usah pusing, kedai ini memasang harga very affordable! Untuk semua jenis dim sum kukus original isi 4 dibanderol 12–13 ribu; dim sum rupa-rupa seperti barbeque, koemis naga, loenpia siram, foengzhao, hatoshi dari 11–20 ribu; aneka mie dan kwitiaw 17 ribu; aneka nasi goreng 10–18 ribu; aneka spaghetti 16 ribu. Sedangkan, untuk minumannya tersedia aneka ice cream goreng start from 9–12 ribu; aneka Sundae 11 ribu; minuman segar seperti Es Pala, jus, atau es teh start from 3–15 ribu.

Jam operasi kedai ini dari jam 10.00 - 22.00 weekday, jam 10.00 - 23.00 di weekend. Karena ini lokasinya di pinggir jalan, bagi yang bawa kendaraan bisa parkiran di parkiran FO Vemeer. Luas banget kok parkirannya. So, mari mampir kesini buat nyobain keunikan dim sum yang beda dari biasanya.

Opini:

Nggak ngerasa nyesel nemu kedai ini. Selain makanannya pas buat ngemil sebelum makan siang, tempatnya juga luas. Kebetulan banget saya dateng kesini agak pagi jam 10an jadi kedainya masih sepi hihihi..pelayanannya pun ramah dan cukup cepat. Hanya saja untuk dim sum barbeque saya harus menunggu sekitar 20 menitan. Harga juga murah banget dengan 50 ribu aja saya bisa dapetin 5 menu dim sum udah plus minum buat 4 orang.

Recommended Dish(es):dim sum barbeque
Spending: Approximately IDR 20000 (Lunch)

Dim Sum Kampoeng

Jl. Pajajaran 43B
Bogor
Disamping FO Vemeer sebrangnya McDonalds Jalan Lodaya

Kuliner Surya Kencana Bogor

2 komentar

Karena bingung mau ngapain lagi setelah begadang abis nonton Java Jazz Festival 2011, akhirnya saya dan teman saya pagi harinya nekat jalan ke Bogor gara-gara tercetus ide gila sarapan pagi di Bogor.  Ya walaupun akhirnya gak jadi ‘sarapan’ karena macet dan nyampe baru jam 8an, kita tetap nyampe di Bogor dan wisata kuliner di Jalan Surya Kencana.

Jalan Surya Kencana ini dikenal sebagai kawasan pecinannya Bogor. Mirip-mirip sama kawasan kota tua gitu deh. Arsitektur rumah-rumahnya juga masih bergaya etnis Tionghoa gitu. Dan banyak banget seliweran orang-orang Tionghoa pas saya menusuri jalan tersebut.

Menyusuri Jalan Surya Kencana kamu pasti banyak banget nemuin rumah makan dan yang lebih seru itu di pinggir trotoar-nya banyak banget penjual makanan kaki lima. Tapi saya nggak mencoba semuanya. Saya hanya mencoba beberapa yang memang ‘konon katanya’ makanan dan jajanan yang udah turun temurun terkenal enak dan laku banget di kawasan ini.

Soto Kuning 417


Di Jalan Surya Kencana memang banyak yang jualan soto kuning, tapi nggak semuanya terkenal. Nah, ini salah satunya yang udah hampir 20 tahun mangkal disini. Soto Kuning ini sekilas seperti soto biasa, namun penyajiannya beda. Pembeli boleh memilih daging apa saja yang diinginkan. Daging yang ada sih hanya daging sapi. Tapi disini dihitung per potongan gitu. Sepotongnya Rp5000. Lumayan besar kok ukurannya, jadi kalo dipotong kecil-kecil pun cukuplah buat semangkuk porsi soto. Isi sotonya memangn Cuma potongan daging dan kuah kuning plus nasi atau gorengan untuk tambahan. Soal rasa, kuahnya terasa sedikit manis dengan aroma kunyit yang sedikit menyengat namun guriiihh banget di lidah. Dagingnya pun kenyal banget. Seger banget apalagi saya makannya pas hujan gitu kemarin, Jadi bikin badan anget hehehe… Total harga seporsi soto Rp5000 dan nasi Rp2000. Jadi kami cuma menghabiskan Rp7000 saja! Lokasinya ada tepat di seberang penjual Pangsit Penganten dan Ngohiang Bogor.


Hangover with Pia Apple Pie

0 komentar

Setelah acara makan lasagna gulung beberapa waktu lalu, saya iseng bertigaan teman kampus saya balik lagi ke Bogor. Niatnya mau makan di Taman Kencana, eh ternyata isinya Cuma kayak food court biasa. Akhirnya, saya inget di Bogor itu ka nada pie apel terkenal. Ya udah saya dan teman-teman nelat nyari tuh tempat pai apel…eh ternyata deketb anget sama Taman Kencana…tinggal ngesot doang…gubraak!!  Nggak jauh dari Taman Kencana Bogor, ada Jalan Pangrango, nah si Pai Apel itu ada di sebuah tempat bernama Pia Apple Pie, tepatnya Jl. Pangrango No. 10 Bogor.  

Tempatnya asik banget, susananya memang kayak rumah yang di jadiin tempat makan. Kalau masuk ke dalam pun kita bisa melihat ‘dapur’ mereka penuh dengan oven dan para pekerja yang berlumur adonan pai apel ahahaha.  Menu disini semuanya serba pai. Ada blackberry pie, strawberry pie, cheese pie, tapi yang pling terkenal sih Apple Pie. Dan disini Apple Pie-nya sengaja dibentuk model hati gitu…wah cocok ini kalo buat kado valentine hihihi. Satu box Heart Apple Pie harganya cuma RP24.000. 


Setelah memesan, kami duduk di area outdoor, yang tersedia lesehan dengan meja-meja kecil.  Tanpa basi-basi saya langsung memotong si hati pai itu. Saying sih sebenrnya, bagusnya buat di pajang ini hahaha…pas dipotong aja udah terdengar buni kresss…pas masuk mulut kres-nya nambah panjang kreeeeeeessss…hahah gurih dan renyah banget kulitnya lho! Tekstur adonannya juga lembut dan rasa pelnya sangaaaaaaattt terasa. Cuma, kayaknya harus dimakan pas masih hangat, karena kalu sudah dingin rasanya sama saja kayak kamu makan kue nastar raksasa hihihi…Selain beragam pie, disini juga ada dessert lain yaitu beragam jenis Poffertjes. Saya memesan Poffertjes Ice Cream, harganya Cuma Rp13.000. Poffertjes ini sejenis pancake kecil-kecil berisi kenari, dikasi taburan gula halus dan gula aren plus ice cream, manis dan lembutnya ice creamnya mana tahaaann! Yummy yummy banget deh rasanya!

What a heavenly Pie!






Ini dia si sweety Poffertjes Ice Cream!




sluurrppp...yaaahhh segitu dulu jalan-jalan versi Bogor. Stay tune in my blog. Kalau mau lihat bahwa makan sampai mati itu bukanlah dosa! Hehehe….

 
  • Eating Until Die © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Web Hosting , Blogger Templates and WP Themes