Showing posts with label Kuliner Depok. Show all posts
Showing posts with label Kuliner Depok. Show all posts

Healthy Bean : Let's Healthy with The Bean

1 komentar

Kemarin saya mampir ke Depok lagi sambil benerin laptop sambil kulineran pastinya. Enaknya di Depok pasti selalu saja ada tempat makan baru yang saya wajib coba. Rekomendasi teman saya yang juga traveller gunung sejati, @acentris kali ini adalah Kembang Tahu! Wow, mendengarnya saja sudah membuat saya flash back ke masa saya kecil dulu. Terakhir kali saya ingat makan-makanan ini waktu masih jaman SD dulu, kembang tahu pinggir jalan yang dimakan hangat-hangat dengan kuah jahe. Kembang Tahu jaman sekarang ternyata makin bervariasi, terbvukti saat saya menghampiri gerai kembang tahu di Depok dengan merk Healthy Bean terpampang besar-besar di tembok depan kafe-nya.

Healthy Bean menempati lahan yang cukup luas disamping Bubur Jagung Margonda (sebelah Resto Nishimura dan 7 Eleven). Kita bisa makan di area outdoor sambil menikmati sejuknya angin sore atau di dalam yang lebih teduh tapi agak panas menurut saya. Dekorasi kafe-nya dibuat sangat sederhana, bahkan hanya ada etalase kecil namun cukup cantik dengan deretan toples kaca besar berisi topping kembang tahu warna-warni seperti buah kering, cokelat chips, corn flakes, dll.

Healthy Bean tentunya menawarkan kembang tahu sebagai menu utamanya. Kembang tahu disini disajikan dengan dua kuah, jahe dan susu kedelai. Selain kuah, kita bisa memilih tambahan topping seperti keju, fresh fruit, corn flakes, meses, choco chip, kacang mete, cincau hitam, dll. Coba juga minuman segarnya seperti kacang + hijau susu, cincau hijau + susu atau susu kedelai + black pearl yang disajikan dengan gelas sangat besar!

Buat saya pribadi, Healthy Bean dengan Susu Kedelai dan Cornflakes lebih menyegarkan. Tekstur kembang tahunya sangat tipis dan super lembut. Baiknya tidak mengaduknya karena akan pecah dan rasanya menjadi tidak enak (tampilannya juga sih hihihi). Susu kedelainya disajikan dingin ditambah dengan kerenyahan cornflakes, cemilan ini benar-benar menjadi cemillan sehat dan mengenyangkan.


Beda dengan yang original, meskipun disajikan dengan kuah jahe hanget dan potongan buah kering, Healthy Bean dengan Kuah Jahe ini kurang ‘nendang’. Rasa kuahnya kurang pedas dan manis plus disajikannya juga nggak panas, menurut saya lebih enak panas daripada hangat, lebih menghangatkan badan aja, sih.

Anyway, rasanya 1 mangkuk kembang tahu ini nggak cukup buat saya, apalagi harganya murah pula. Semangkuk kembang tahu Healthy Bean ini dijual seharga Rp10.000-13.000 saja. Nah, yang lagi cari cemilan sehat di Depok, boleh tuh nyobain Healthy Bean and let me know which one do you prefer!

Happy Hunting, eaters!







Healthy Bean

Jl. Margonda Raya 418A
Depok, Jawa Barat
(sebelah bubur jagung/Seven Eleven Margonda)
@HealthyBeansIND

Si Legendaris Pancong & Sucang Mang Dadang

0 komentar

Depok buat saya sama ngangeninnya seperti Bandung. Sebentar saja ditinggal selalu saja ada tempat makan baru atau tempat nongkrong baru. Tapi yang saya kunjungi kali ini (dan baru kepikiran untuk direview) bukanlah barang baru (kecuali bagi yang belum pernah kulineran di Depok hihi). Ini bukan resto, bukan juga kafe ataupun kedai tapi hmmmm sebutlah 'warung' karena memang ini hanya sebuah warung kecil di pojokan jalan Arif Rahman Hakim, Beji, tepatnya di sebuah gang disamping Kelurahan Depok Jaya. Meskipun kecil tapi coba tanya sama orang sekitar warung pancong atau warung sucang alias susu kacang, mereka pasti akan menyebut warung ini. Yap, Warung Pancong dan Indomie Mang Dadang & Mang Kumis ini memang hanya satu-satunya di seantero Depok dan sudah menjadi legenda yang namanya tersebar dimana-mana.


Meskipun hanya warung selayaknya warteg dan buka 24 jam, jangan harap bisa dapat  tempat duduk dan parkir saat weekend apalagi malam minggu. Warung Pancong  dan Indomie Mang Dadang & Mang Kumis ini memang menjual cemilan utamanya pancong namun dalam kemasan berbeda. Pancong disini diberi tambahan topping beraneka ragam seperti keju, cokelat, selai srikaya, stroberi ataupun susu. Minumannya tentu saja susu kacang yang terbuat dari air sari kacang hijau yang bisa dihidangkan panas atau dingin.

Pancong favorit disini adalah Pancong Keju Susu dan juga menjadi favorit saya dari dulu. Pancongnya dikukus sempurna dengan tekstue yang padat namun lembut daaaan juaranya itu taburan keju dan susu yang super melimpah *asli saya ngeces nulis ini hahaha...nggak ada yang lebih heaven dari sebuah cemilan murah namun dimasak dan disajikan sempurna kayak si pancong keju susu ini.


Yang nggak kalah juaranya tentunya Pancong Cokelat yang ditaburi limpahan meises cokelat. Uwaaaaah makin bahagia saya tiap kali nongkrong disini hihihi...


Untuk menikmati pancong disini, kita nggak perlu ngeluarin duit banyak cukup Rp1.500 untuk Pancong Original dan Rp8.000 - 9.000 untuk pancong dengan aneka topping. Susu kacangnya? Mureeeeh....segelas cuma Rp4.000. Kalau bosen sama pancong, bisa cicipi juga aneka roti bakar dan indomie rebus yang maknyuuus buat nongkrong malem-malem hihihi....



Warung Pancong & Indomie
Mang Dadang & Mang Kumis

Jl. Komodo Raya, Beji Depok
(sebelah kantor kelurahan Depok Jaya, dari arah fly over Jl. Arif Rahman Hakim 
lurus sampai lampu merah, masuk gang kecil, posisi warung di sebelah kiri) 

Warung Ketan Susu

0 komentar

Atmosphere

Nggak puas dengan bakmi yang membuat saya dan teman-teman saya kegerahan, kami mencari alternatif tempat nyemil itung-itung ngeganjel perut lagi hehehe...Masih disekiitaran Depok namun sedikit melipir ke Lenteng Agung, saya dan teman-teman mampir ke Warung Ketan Susu yang berada di daerah pinggir jalan Lenteng Agung, tepatnya setelah KFC Lenteng Agung arah depok dan pas disamping resto seafood Pasir 7. Tempatnya sih lumayan besar karena mereka memakai halaman rumah yang sangat luas. Aslinya tempat makannya sih kecil sekali. Mungkin hanya cukup 15 orang di dalam, sisanya diteras dengan bangku-bangku kayu yang sederhana. Saat datang kesini kebetulan tempatnya sedang sepi dan saya serta teman-teman langsung menyerbu bagian teras sambil leyeh-leyeh hihihi…Dipikir-pikir warung ini sangat sederhana sekali, mereka nggak punya dapur, hanya sekedar etalase kecil yang berisi semua bahan-bahan makanan dan minuman. 

Menu

Namanya juga Warung Ketan Susu, pastinya yang jadi jualan utama disini ya si ketan susu yang disingkat Tansu. Selain itu juga ada aneka variasi ketan seperti, Tankecok (ketan keju cokelat), Keren (ketan duren), Kenal (ketan original), Tandeng (ketan serundeng), Kerry (ketan strawberry), Keblue (ketan blueberry). Ada juga aneka roti bakar dan pisang bakar seperti roti bakar keju cokelat, keju duren, keju strawberry, dll. Yang lucu itu mereka punya Mie Anti Galau, saya nggak mencoba sih, tapi next time deh nyobain.  Sementara, untuk minumannya mereka memadukan ketan susu dengan sepoci Teh Poci yang bisa diminum untuk 4-6 porsi. Jika nggak suka teh, masih ada aneka kopi dan minuman soda yang bisa kamu pesan.

Food

Tansu (ketan susu) ini sangat simple. Sepiring kecil ketan kukus disiram dengan susu kental manis dan parutan kelapa. Ketan kukusnya cukup lembut dan empuk, tidak terlalu kering. Dimakan dengan susu kental manis rasanya makin pas dan cocok buat cemilan malam


Keren (ketan duren) ini lebih menarik buat saya, meskipun appearance-nya agak nggak bangt sih hihi, tapi rasanya lebih enak disbanding tansu. Wangi duriannya sangat pekat dan kekentalan fla duriannya juga pas. Lebih enak lagi dimakan dengan ketan kukus-nya. Wah yang suka durian wajib coba cemilan yang satu ini!
Teh Poci. Nggak ada yang lebih nikmat selain secangkir teh poci diminum bersama teman-teman lama sambl ketawa-ketawa bareng. Teh yang digunakan tehmerek poci yang wanginya lembut dank has bunga melati, manisnya bisa sesuai hati karena disediakan gula batu sehingga kita bisa pilih ma manis atau lebih manis. Perfect pairing!



Harga

Nggak usah khawatir nongkrong disini karena kita bener-bener kayak makan di angkringan saja. Murah! Harga aneka ketannya saja berkisar dari Rp4.000 – 6.000 saja. Untuk roti dan pisang bakar bisa dinikmati dari harga Rp8.000 – 9.000. Sedangkan minumannya mulai dari Rp3.000 – 6.000. Murah bangeeet kan!




Warung Ketan Susu 1

Jl. Lenteng Agung Timur
Srengseng Sawah
(Arah Depok, setelah KFC Lenteng Agung, samping resto seafood Pasir 7)
Jakarta Selatan

Warung Ketan Susu 2

Jl. M. Kahfi, Jagakarsa
(dekat kampus ISTN dan APP)
Jakarta Selatan

facebook : warung ketan susu lenteng agung
phone: 089654757441

Bakmi Jogja Mas Gundul

10 komentar

Atmosphere

Saya penikmat segala jenis masakan berbau mie, mau mie rebus kek, mie goreng kek, mie godok, atau , variasi mie apa aja dari berbagai daerah. Salah satu variasi mie yang saya suka sih mie Jogja. Pernah nyoba yang enak banget itu di daerah Pajajaran, Bogor tapi udah lama banget sih. Nah, pas main ke Depok kemarin sahabat saya ngajak ke salah satu tempat makan mie Jogja yang katanya punya mie godok yang uenak tenan. Dengan iming-iming 'enak' mampirlah saya kesana. Tempat makannya ternyata deket banget sama rumah teman saya. Di daerah Beji, Depok tepatnya ada sebuah kedai bernama Bakmi Jogja Mas Gundul. Tempatnya sangat kecil hanya memuat 20 orang dengan meja dan kursi plastik ala kadarnya. Penerangannya sih sangat lumayan tapi panasnya luar biasa padahal udah pakai kipas angin di dua sisi. Di depan kedainya terdapat gerobak mie jogja lengkap dengan kompor arangnya dan beberapa tukang masak sibuk memasak dengan api yang mengepul. 

Menu

Aneka bakmi yang dijual disini terbatas. Kalau melihat dari spanduk yang mereka pasang berlambangkan gambar Blackberry a.k.a BB tapi diplesetin jadi Bakul Bakmi meeka hanya menyediakan Bakmi Godok goreng/rebus, Bakmi Campur Godok/Goreng, Nasi Goreng dan Nasi Goreng Magelangan. Saya memerhatikan sedikit cara memasaknya, baik mie godok ataupun mie goreng semua mie-nya direbus terpisah, kemudian diayak baru dimasak lagi dengan kompor arang katanya supaya menimbulkan aroma khas tradisional seperti mie jogja asli. Dan yang agak aneh itu mereka Cuma punya 1 kompor! Alhasil setiap menu harus benar-benar ngantri dibuat, sampai-sampai saya harus menunggu 1 jam hanya untuk sepiring mie jogja! 

Food

Bakmi Godok Goreng sampai di meja saya terlebih dulu. Wangi mie-nya memang mengluarkan aroma arang yang cukup khas dan menggoda selera tercium sedikit juga aroma cabai yang pekat. Mie-nya digoreng cukup sempurna dan nggak benyek. Meskipun terlihat kecapnya nggak pekat tapi rasa mie ini cukup manis dan pedasnya pas. Dengan tambahan sayuran dan telur orak-arik, rasanya mie godog goreng ini terasa mirip dengan mie godok jogja yang pernah saya cicipi sebelumnya.

 
Sayangnya, saya tidak menemukan kenikmatan yang sama di Mie Godok Rebus-nya. Kuahnya entah mengapa kurang gurih dan mirip kuah bening yang nggak ada rasanya. Padahal itu sudah saya tambahkan merica bubuk. Kuahnya juga sepertinya terlalu banyak sampai-sampai mie-nya jadi lembek sekali. Jauh berbeda dari tipikal mie godok dengan kuah pekat yang pernah saya cicipi. 


Harga

Untuk harga, buat saya agak sedikit kemahalan ditambah porsi kecil dan harus menunggu sangat lama. Mereka menentukan harga berdasarkan porsi, untuk porsi biasa dijual dengan harga Rp14.000 sedangkan untuk porsi spesial seharga Rp18.000. Tapi menurut saya keduanya ukurannya sama saja, soalnya teman saya memesna porsi spesial pun tetap aja nggak lebih banyak dari porsi yang biasa hehehe...

 
Entah mengapa ya, saya tidak berpikir untuk kembali kesini kecuali mereka menambah satu kompor sehingga masaknya bisa cepat. Nggak membayangkan kalau wiken pas semua orang mampir kesini. Mau nunggu berapa jam hanya untuk sepiring bakmi hahaha!

Bakmi Jogja Mas Gundul
Beji, Depok
Hp. 087889052024

Takarajima : So This is Chuka Wakame

3 komentar

Makan sushi sebenarnya sudah jadi kesukaan saya sejak kapan tahu, bahkan kadang tanpa pake acara mengenal apa isi dan jenis sushinya. Buat saya asal sushinya masuk akal, segar topping dan filingnya, dan nggak bikin perut eneg, saya bisa bilang sushi itu enak.

Kali ini saya cuma mau cerita singkat soal penjelajahan saya mencari topping sushi yang berbeda,. Ini awalnya dari adik saya yang bilang ada resto Jepang di Depok yang punya Chuka Wakame alias Japanese seaweed alias rumput laut Jepang terenak sejagad dunia persushian di Jabodetabek. Saya sih nggak tau ukuran enaknya kayak apa bagi dia, apalagi yang ada di bayangan saya rumput laut itu biasanya buat jelly atau agar-agar, kok ini masuk di menu list Japanese resto.

Dan di suatu hari hujan karena kebetulan lagi main ke depok, saya nekat aja sendirian mampir ke resto yang terletak samping Gang Kober, Takarajima. Dengan berbekal kelezatan yang diutarakan adik saya itu, saya mencari si sushi yang bertopping chuka wakame. Sebenernya di rekomen makan si chuka wakame originalnya, tapi berhubung saya lagi ngidam sushi, ya udah saya pesen sushi sekalian. Dan ternyata nama sushinya lucu banget, Lady Gaga roll. Entah dari mana asalnya, tapi yang jelas sushi ini isinya delapan roll dan sempet bikin jiper juga soalnya saya makan sendirian.


Nekat karena terlanjur dipesan si Lady Gaga datang dengan polosnya, beda dengan lady gaga yang rame pisan hahahaa...Sushi roll ini tidak dibalut apa-apa, berfiling crab stick dan nori dan pastinya bertopping chuka wakame. Sempet ragu enak atau enggak, soalnya saya tipikal penyuka sushi yang doyan sushi berfiling dan topping yang ramai. Tapi pas saya cicipi rumput lautnya, wuaaah adik saya enggak bohong!

Si rumput laut datang dengan ukuran tipis-tipis seperti parutan rumput laut dengan tekstur yang sangat chewy dan lembut saat digigit. Rasanya manis dan gurih! Enyaaak sumpah, saya bingung menjelaskan seperti apa rumput laut ini. Mungkin seperti makan agar-agar jelly parut rasa sayuran hehehe...


Sushinya sendiri menurut saya sih standar aja soalnya isinya cuma crabstick, tapi yah dengan campuran si seaweed itu, semuanya terasa pas! Dan 8 roll untuk sendirian itu bener-bener dosa besar, saya kenyang sekenyang-kenyangnya! Dan abis makan si Japanese seaweed ini, saya baru sadar rumput laut Jepang ya memang begini bentuknya dan memang dimakan bukan untuk dessert, biasanya untuk soup dan salad hehehe...

Anyway, udah cukup ceritanya. Kalau penasaran kayak apa enaknya rumput laut disini, langsung aja datangi si Takarajima di Depok atau di Kemang. Mereka juga punya harga yang sangat affordable lho. Start from IDR15.000 untuk kelas nigiri dan maki, IDR25.000-50.000 untuk sushi roll. Ada juga paket ala carte, aneka bento, ramen, dan sushi platter yang bisa dipesan untuk catering.

Pernah nyoba chuka wakame yang lebih enak dari ini? Jangan lupa dishare disini ya biar saya ikutan penasaran juga hihihi...

Salam seaweed hunter!


Takarajima Japanese Restaurant

Adorama Plaza
Jl. Kemang Raya No. 17
Jakarta Selatan
(021) 7191047

Jl. Margonda Raya No. 521
Depok
(021) 7874747

All You Can Eat Dim Sum at Bamboo Dim Sum

11 komentar


Masih di sekitaran Depok, radar eater saya berbunyi keras saat melewati resto Dim Sum yang juga baru 'nongol' di Depok ini. Gimana nggak bereaksi radarnya, di bagian depan resto tertulis All You Can Eat Dim Sum only Rp43.000++. Langsunglah saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, apalagi di Kalimantan susah sekali menemukan cemilan kesukaan saya ini hahaha....

Lokasinya di pinggir jalan Margonda juga, sebelah kiri kalau ke arah luar Depok (ke Jakarta) atau diseberangnya Ayam Bakar Christina. Ukuran restonya tidak terlalu luas dan bernuansa seperti kedai makan ala Chinese street dengan furnitur bernunsakan bambu dan kayu. Sayangnya, udara baik di dalam ataupun di luar ruangan resto ini snagat pengap dan panas sekali, padahal AC dan kipas angin sudah dipasang dimana-mana. Ya, daripada batal akhirnya saya dan sahabat saya tetap memutuskan makan disini.

Pertama kali duduk, si pelayannya langsung menjelaskan terms and condition makan disini. Jadi, sistem makan disini adalah pengunjung tidak diberikan buku menu, melainkan pelayan yang akan menyodorkan pilihan menu dim sum yang tersedia kepada kita. Menu yang telah dipilih wajib dihabiskan, jika tidak habis maka akan dikenakan charge Rp1.000 per 1 pcs dim sum-nya. Makanya, pengunjung disini harus pintar-pintar memilih dim sum apa saja yang kira-kira sanggup dimakan dan berapa porsi, karena setiap ada menu datang dari dapur, baik dim sum, snacks atau dessert, si pelayan pasti akan menawarkan. Dan inget tidak ada batasan pemesanan, jadi kalau kamu sanggup terus-terusan makan dim sum-nya, ya silahkan pesan saja terus kalau menu yang disodorkan sudah habis hahaha...Enaknya lagi, ada free drink juga berupa teh tawar hangat.

Dim Sum yang ditawarkan disini ada beragam jenis, mulai dari siomay, hakau, dim sum isi sayur, aneka seafood, gorengan, bakpau, dll. Di awal, si pelayan menyodorkan kami dengan setumpuk dim sum dan aneka siomay. Saya memilih beberapa saja yang kira-kira enak dimakan. Rasa dim sum-nya sih menurut saya standar saja, seperti dim sum kaki lima. Ukurannya juga kecil-kecil banget. Dim sum isi sayur dan udangnya sih enak menurut saya. Sisanya ya hanya saya cicipi karena lapar saja hahaha..

Setelah kira-kira 10 wadah dimsun kami habiskan, si pelayan datang lagi ke meja kami, kali ini menawarkan gorengan. Karena perut saya sudah penuh sekali akhirnya saya hanya menerima gorengan isi daging salmon dan ayam. Sisanya, saya kembali memesan siomay dan hakau hahaha.

Untuk penutupnya, saya hanya memesan pudding cokelat karena dessert yang lainnya tidak terlalu menggoda saya sih. Ada aneka bakpao isi, pisang gencet pelangi, dan dessert lainnya. Overall, untuk sekelas makanan all you can eat, harga Rp43.000 itu sebenarnya pas sekali. Apalagi makan dim sumnya tidak dibatasi, asal sanggup.

So, you wanna try, eateruntilldiee?

Menikmati Soerabi Enhaii di Jakarta

0 komentar

Sepeninggal saya dua bulan ke Kalimantan, ternyata banyak sekali yang berubah tidak hanya di Jakarta, tapi juga di Depok. Terakhir kesini itu hampir enam bulan yang lalu, dan saat weekend kemarin mampir kesini lagi, Depok sudah seperti Bandung, makin padat dengan lokasi kuliner dimana-mana. 

Satu tempat yang sedang happening banget saat ini yaitu kawasan jajan yang memiliki 4 tempat makan sekaligus, Batagor Ikhsan, Surabi Enhaii, dan Bubur Barito. Kawasan jajan ini terletak tidak jauh dari Universitas Gunadarma. Terletak persis di pinggir jalan dengan area yang sangat luas ini menjadikan tempat ini sangat penuh di waktu weekend.



Saya sengaja mampir karena ingin mencicipi Surabi Enhaii. Soalnya tiap kali mampir ke Bandung, pasti nggak kepikiran mau nyobain si Enhaii ini hihihi. Singkatnya, Surabi Enhaii menyediakan aneka menu surabi atau biasa disebut serabi dengan beragam topping. Mulai dari surabi manis, seperti surabi bertopping cokelat, pisang susu, keju cokelat, durian, jagung keju, kurma keju, sampai yang bertopping es krim stroberi juga ada. Ada juga surabi pedas, seperti surabi bertopping ayam special, kornet sosis, abon special, atau jagung pedas. Selain surabi, mereka juga menyediakan aneka main course berupa masakan Indonesia dan simple western food. 

Surabi Kornet Sosis menjadi pilihan saya malam itu. Porsi surabinya memang cukup besar. Adonan surabinya empuk dan cukup lembut, seperti pada umumnya adonan surabi, rasa dan tekstur kelapanya cukup kental disini. kornet dan sosinya disisipi di beberapa bagian surabinya dan uniknya, surabi ini disjaikan dnegan mayonnaise pedas yang diklaim handmade. I love the sauce sih. Wlaaupun agak bikin perut panas hehehe.


Habis berpedas-pedas ria, saya mencicipi Surabi Nangka Susu. Dengan tipikal adonan yang sama, surabi ini hanya ditambahkan nangka dan susu diatasnya. Manis dan mengobati rasa terbakar lidah saya. 


Harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau, untuk serabi manis dan pedas berkisar antara Rp8.000 – 15.000, sedangkan aneka main course berkisar antara Rp19.000 – 45.000. Untuk minumannya dengan pilihan aneja jus, ice cream, es teller, milkshake, dll berkisar antara Rp7.000 – 20.000. 

Sayangnya, pelayanannya mengecewakan sekali. Entah karena sedang ramai pengunjung atau karena proses membuat surabi yang lama, saya harus menunggu hamper 45 menit hanya untuk surabi saja. Harus sering-sering menegur pelayanannya jika makanan ingin cepat sampai di meja. Phiuh.

Sop Duren Margonda, Nagih Bangeet!

6 komentar

Saya pecinta durian a.k.a duren akut. Segala jenis penganan dari durian atau buahnya itu sendiri bagai surga buat saya. Ketika beberapa waktu lalu mampir ke depok dan mendengar ada kedai Sop Duren mata saya langsung bersinar-sinar.

Si sop duren ini lokasinya di Jalan Margonda Raya No. 1, tepatnya di lampu merah Ramanda, sebelah kanan kalau dari arah ITC depok. Kedainya emang kecil dan nggak terlalu keliatan sih, tapi kalau jeli pasti nemu deh. Sop Duren disini memiliki variasi penyajian, ada yang disajikan dengan roti, ketan, kacang hijau, sampai brownies! Ada juga yang berupa campuran dua topping seperti BeriTa (Stroberi - ketan), Karoke (kelapa -roti - ketan), Rotan (roti - ketan), dll. Buah durian yang dipakai seringnya durian lokal, tapi kalau sedang tidak musim, durian monthonglah yang dipakai.


Saya memesan sop duren dengan brownies dan roti. Jadi sop duren disini itu berupa kuah durian, dicampur durian asli yang yelah diblender, ditambah toppingnya dan es batu. Rasa kuahnya sendiri tidak terlalu manis mungkin untuk mengimbangi durennya yang sudah sangat manis. Durian yang diblender itu sangat lembut, semakin terasa nikmat diseruput bersama kuahnya dan renyahnya brownies cokelat. Ada sensasi rasa manis dan sedikit pahit menendang lidah saya. Luar biasa segar dan nagih! 


Sedangkan untuk sop durian yang memakai roti, roti yang dipakai berupa roti tawar pandan yang berwarna hijau. Rotinya meleleh bersama duriannya, dan menetralkan rasa durian yang manis. Sama nikmatnya dengan sop durian brownies. 

Variasi minuman di kedai sop duren ini memang hanya durian berkuah yang diisi dengan beragam toppping. Harag yang ditawarkan juga sangat terjangkau mulai dari Rp9.000 - 11.000 saja. Suasana kedainya cukup nyaman untuk kelas kedai pinggir jalan. Memang agak pengap karena hanya ada 1 kipas angin, tapi terlihat lebih luas karena diseluruh dindingnya dipasangi cermin. Pelayannya juga melayani dengan ramah dan cekatan, walau agak sedikit lama sekitar 20 menit karena pada saat kesana sedang ramai pembeli.

Huah, rasanya dua gelas sop duren tidak cukup untuk hari ini. Will be back for sop duren ketan yang kata adik saya lebih juara dari yang lain. 




Mie Ayam Mang Oyo: Kuah Ayam Rasa Rendang

2 komentar

Minggu lalu pas lagi mampir ke rumah sohib lama, saya diajak makan di kedai mie ayam di salah satu sudut terpencil Depok. Nggak ada yang istimewa sih awalnya dari semangkuk mie ayam, toh dimana-mana mudah ditemui. Tapi yang ini beda, hampir semua teman-teman saya yang sudah mencobanya bilang enak dan beda dari kebanyakan mie ayam.

Well, terdamparlah saya di kedai mie ayam di daerah Jalam Wijayakusuma Raya, Depok. Lokasi kedainya pas di ujung jalan wijayakusuma raya. Jalan Wijayakusuma Raya ini sebenarnya sebuah gang sih. Patokannya kedai ini dekat dengan tempat pembuangan sampah akhir. Huah, kaget banget pas tau kedainya dekat TPA, tapi nyantai, bau sampahnya nggak sampai tercium kok. Dan kedai yang mirip kedai warung kopi indomie ini sangat bersih walau kecil. Cuma ada satu gerobak mie ayam di depannya, dengan seorang abang penjual yang berumur kira-kira 30an.

Mie Ayam Mang Oyo namanya. Kata temen saya mie ayam ini udah 20 tahun disini, udah ada sejak teman saya masih TK. Dirintis sama bapak yang dipanggil Mang Oyo, dan kini diteruskan oleh mantunya.


Singkatnya seporsi mie ayam tersaji di meja saya. Tampilannya cukup menggiurkan, dengan potongan ayam dan seledri yang tumpah ruah. Saya menyeruput kuahnya terlebih dahulu. And that's the hint! Kuahnya ini beda dari yang lain. Kalau biasanya mie ayam hanya menggunakan kuah kaldu ayam bening, malah cenderung cuma air yang dikasih penyedap rasa, Mang Oyo berani beda dengan membuat handmade kuah ayam pekat dengan rasa campuran pedasnya rendang dan gurihnya soto. Warna kuahnya aja sedikit merah oranye gitu.

Sepanjang menyeruput mie ayam yang juga handmade, lembut, dan tipis-tipis, saya begitu menikmati kuahnya. Beneran serasa makan mie ayam dicampur rendang hihihi...

Harganya malah bikin saya lebih shockk, cuma Rp6.000 saja semangkuk. Wuah, kalau saja perut saya belum full, saya mau deh dua mangkuk, mang! Well, dengan ini saya nyatakan, Mang Oyo bakalan jadi mie ayam yang saya kangenin tiap kali main di Depok.



Mie Ayam Manng Oyo
Jalan Wijayakusuma Raya
Beji, Depok

Bebek Goreng H. Slamet

1 komentar



Depok selalu menjadi tempat terbaik saya untuk melakukan culinary trip. Rasanya tak cukup satu hari untuk menjelajahi setiap sudut kota kecil yang makin padat dengan beragam restoran dan tempat makan ini. Bulan ramadhan kemarin menjadi momen yang paling pas untuk berkumpul bersama teman-teman semasa kuliah sambil menikmati kuliner Depok yang selalu dinanti. Ditengah bingungnya saya memilih tempat makan yang hampir semuanya penuh dengan antrian orang yang hendak berbuka puasa, Bebek Goreng H. Slamet menyelamatkan saya dan teman-teman. 


Resto yang berdampingan dengan Obonk Steak & Grill ini menghadirkan nuansa hijau disetiap sudutnya. Mulai dari plang nama di depan, dinding, light box, standing banner di dominasi warna hijau. Sedangkan bamgku dan mejanya dihiasi warna cikelat muda. Area makan disini tersedia juga area lesehan. Kapasitas tempat duduk disini sekitar 100 orang dan sangat penuh saat saya dan teman-teman datang berbuka puasa disini. Saking riuhnya sampai-sampai udara begitu pengap karena hanya dilengkapi dengan beberapa kipas angin di langit-langitnya. 


Menu yang disajikan disini memang hanya bebek goreng yang jadi andalan. Pilihan menu dagingnya bisa dada, paha, atau kepala. Ada juga menu lain seperti ayam kremes, ati ampela dan cakar bebek. Mereka juga menyajikan menu paket berupa Paket Dada/PD (Dada Bebek + Nasi dan Lalapan + Teh Botol) dan Paket Paha/PH (Paha Bebek + Nasi dan Lalapan + Teh Botol).

Harga yang ditawarkan disini juga bervariasi untuk daging bebek dada dibanderol Rp17.000, paha Rp15.000, kepala Rp5.500 dan ada juga porsi satu ekor bebek Rp69.000. Sedangkan, ayam kremes dibanderol Rp13.000, ati ampela Rp7.500, ceker bebe Rp6.500. Untuk minuman mereka menyediakan aneka minuman ringan dan soft drink mulai dari Rp3.000 – 8.500. Untuk PD dan PH semuanya dibanderol Rp25.000

Menu yang saya dan teman-teman pesan malam ini yaitu Paket Dada:


Seporsi paket dada ini isinya dada bebek goreng, lalapan daun kemangi, mentimun, dan kol, teh boto serta sambal yang jadi khas di Bebek Goreng H. Slamet ini, yaitu Sambal Korek. Entah berasal dari mana nama korek tersebut tapi yang jelas sambalnya ini luar biasa pedas dan membakar lidah. Terlihat dari sambalnya yang berisi potongan cabai merah segar sampai biji-biji cabenya masih tersisa dan bener-bener menyengat di tenggorokan. 

Daging bebeknya sendiri cukup empuk, ada beberapa bagian yang maish sedikit keras dan sayangnya sedikit berbau amis pada kulitnya. Daging bagian dalamnya pun terlihat sedikit berminyak. 

Pelayanan disini agak lama entah dikarenakan jam sibuk menjelanng berbuka puasa atau memang mereka kekurangan pelayan. Untuk mencari pelayan yang hilir mudik saja benar-benar dibutuhkan waktu cukup lama sekitar 15 menit sampai mereka menghampiri meja saya. Dan lagi-lagi makannnya pun datangnya sangat-sangat lama hampir 30 menit. 

Overall, nggak ada yang spesial sama sekali buat saya makan disini. Hanya untuk sekedar berkumpul bersama teman-teman mungkin cukup menjadi pilihan baik makan disini, tapi tidak untuk merasakan kenikmatan sebuah restoran. 

Apakah kalian juga merasakan hal yang sama, Eateruntildie? Share your story if you get a chance to visit Depok....

Bebek Goreng H. Slamet
Jl. Margonda Raya No. 275 C
Depok
(sampingnya Super Sambal, setelah Hotel Bumi Wiyata kalau dari arah Jakarta)

Soto Ngawi Karsito

0 komentar

Minggu ini saya dan teman-teman kuliah saya berkesempatan mengunjungi Depok lagi sambil mengikuti launching buku di UI, nih! Sudah lama banget nggak muter-muter cari tempat makan di Depok. Dulu sih jaman masih kuliah sering banget main kesini, sekarang jadi bingung karena makin banyak aja tempat makan baru. Nah, salah satu tempat makan yang saya dan teman-teman kunjungi kali ini namanya Soto Ngawi Karsito. Ini rumah makan udah lumayan lama ada disini. Dulu saya pernah sih mencoba sekali, cuma sudah lupa seperti apa makanannya. Nah karena penasaran akhirnya saya kesini lagi soalnya rumah makan ini nggak pernah sepi pengunjung sih.


Memasuki rumah makan ini kita akan diingatkan dengan suasana khas Jawa Timur, dengan interior serba kayu dan ukiran-ikiran dindiing mirip dengan keraton Solo. Di sudut ruangan bisa terlihat ada gerobak sate khas Jawa Timur yang antik banget. Ruangan makannya terbagi dua, ada area dengan meja dan kursi dan area lesehan. Kapasitas rumah makan ini mampu menampung 80 orang paling maksimal. Agak sedikit panas sih karena hanya dilengkapi kipas angin besar saja. Tapi cukup nyaman kok.



Untuk masalah makanan, rumah makan ini menyajikan menu khas Indonesia especially khas Jawa Timur. Mulai dari aneka soto Ngawi, gulai, tengkleng, sate, dan ada juga menu standar seperti gorengan dan aneka nasi goreng.  Kami pun langsung memesan menu andalan di rumah makan ini soto Ngawi, tengkleng, gulai dan sate ayam. Here it is our menus:

Soto Ngawi Sapi – 11 ribu

Disini ada dua jenis daging untuk soto Ngawi, sapi dan ayam. Dari presentasinya aja saya udah takjub banget pas pertama kali liat soto ini. Penuh banget isinya. Pas saya aduk-aduk ternyata isinya ada bihun, kentang, potongan tomat, daging, kecambah tauge, dan yang seru ada kacang sangrainya. Kuahnya gurih banget dan sedikit kental dengan rasa lada dan pala.


Tengkleng Kikil – 15 ribu

Si masakan asli Solo ini terkenalnya karena mirip gulai tapi bedanya kalo tengkleng biasanya isinya bukan daging, tapi tulang yang masih ada dagingnya. Nah, disini ada varian tengkleng yang isinya kikil juga. Presentasinya mirip sama soto Betawi, warna kuahnya agak kuning kecoklatan gitu tapi pas dimakan, wuih rasanya mantab, campuran manis dan pedas gitu. Isinya si tengkleng ini ada kikil, irisan tomat hijau, kol, dan cabe rawit.


Gulai Sapi – 14 ribu

Makanan khas Indonesia yang terkenal karena warna khasnya kuning yang berasal dari kunyit ini juga disajikan cukup enak disini. Namun sayangnya kuahnya terlalu encer, jadinya malah seperti soto. Biasanya kalau santannya banyak, gulai itu pasti pekat teksturnya. Tapi so far enak, kuahnya gurih dan aroma khas rempah-rempah Indonesianya – kunyit, jahe, pala terutama – terasa banget. Daging sapinya pun empuk sekali.


Sate Ayam – 16 ribu

Naahh ini baru namanya masakan Indonesia. Sumpah ya ini jujur bukan opini saya aja tapi teman-teman saya pun bilang ini sate JUARA BANGET! Tau apa yang bikin juara? Bumbu kacangnya! Bumbunya kental, pekat dan berasaaa banget kacangnya. Baru kali ini deh saya nemuin sate dengan bumbu kavang yang asli, biasanya mah bumbu kacang yang agak encer dan rasa kacangnya nggak terlalu terasa. Jadinya bumbunya mirip bumbu kacang gado-gado yang masih belum ditumbuk lho hihihi. Dagingnya pun full daging ayam, nggak ada tuh sisipan kikil atau tetelan kayak di tukang sate pinggir jalan. Mantab!


Fanta Susu, Es Teh dan Es Jeruk – 3 & 6 ribu

Minuman yang seru buat ngelengkapin makan siang kami. Fanta susunya seger deh!


Untuk masalah harga,  disini very reasonable and cheap! Aneka soto Ngawi dibanderol  Rp10000 untuk ayam dan Rp11000 untuk sapi. Aneka tengkleng dibanderol Rp15000, Gulai Sapi dan Ayam Rp14000, Sate Ayam dan Kambing Rp16000, aneka nasi goreng Rp10000 – 14000. Untuk cemilan seperti gorengan, empek-empek, tahu goreng dibanderol Rp2000 – 7000 sedangkan untuk minuman seperti es teh manis, soft drink, kopi hanya Rp2000 – Rp7000.

Jam operasi rumah makan ini dari jam 10.00 – 22.00 WIB. Parkiran agak sempit karena halamannya di pinggir jalan, tapi kamu bisa parkir paralel sih di pinggir jalan. So, buat kamu yang suka makanan khas Indonesia langsung saja meluncur ke daerah Depok, tepatnya di Jalan Margonda No. 404, tepatnya diseberang Universitas Gunadarma, Depok. 

Soto Ngawi Karsito

Jl. Margonda No. 404
Depok

 
  • Eating Until Die © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Web Hosting , Blogger Templates and WP Themes