Crunchy Pisang Goreng Saung Bambu

0 komentar

Nyemil tradisional a la orang Indonesia itu nggak jauh-jauh dari minum kopi/teh dengan sepiring pisang goreng yang masih panas. Beuuhhh itu surga banget kayaknya kalo pagi hari. Apalagi kalau tinggal di daerah perkampungan yang masih sejuk dan dingin gituu! Tapi kayaknya pisang goreng udah nggak bisa dibilang cemilan tradisional lagi, dimana-mana, di tukang gorengan juga udah banyak yang jual.



Mad about Es Podeng

1 komentar

Kemarin Jumat emang gila banget hasrat makan saya dan teman-teman kantor. Abis kenyang makan pizza, tau-tau teman cowok saya nyeletuk 'Eh cari Es Podeng yuk, enak ini kayaknya siang-siang terik gini!". Langsung deh saya, dan dua teman cewek saya heboh dan setuju nyari tuh es. Alhasil kita berempat ribut sendiri di mobil nyari lokasi dimana si Es Podeng terdekat dari Menteng. Salah satu teman saya mengusulkan Es Podeng di depan SMA Theresia. Meluncurlah kami kesana, tapiii ternyata belom nyampe Theresia kita udah stuck di depan Jalan Irian. Aarrgghh, batal deh!

Izzy Dough Ball di (detik-detik terakhir) Izzy Pizza

0 komentar

Aduh, saya nggak nggak tau ini emang beneran detik terakhir makan di Izzi Pizza atau tidak. Abisnya teman saya heboh gitu katanya ini restoran pizza Italia akan segera di tutup karena - gosipnya - mengalami kebangkrutan. Ya instead of right or not the fact is, Jumat kemarin saya dan teman-teman kantor makan di Izzi Pizza, Menteng. Ini kali pertamanya juga saya makan disini ehehehe...#jadimalu.

Mau coba bandingin aja sih menu pizza disini sama menu pizza di gerai pizzai Italia lain. Sebelumnya saya pernah makan di La Finestra, ada di postingan saya sebelumnya, yang juga resto pizza khas Italia dan setelah dibandingin hmmm menurut saya rasa pizzanya hampir sama. Mungkin tipikal pizza Italia kali ya with very thin dough and crunchy-crunchy gitu, plus banyak banget terasa dan tercium wangi-wangi khas Italian spices-nya.

Tapi yang bikin saya ngerasa beda itu appetizernya, Izzy Dough Ball. Ini adonan pizza dibentuk seperti bola. Cara makannya cuma dioles boleh dengan unsalted butter, mayonnaise, atau spicy butter. Gigitan pertama adonan yang mirip garlic bread ini terasa lembut banget namun emang plain banget rasanya, makanya kudu diolesin beberapa butter. Yang enak sih unsalted butter-nya, meleleh aja gitu pas dioles diatas doughnya, jadi gurih deh rasanya!

Plus Tuna Salad yang porsinya super gede ini. Subhanallah banget deh ngeliat piring panjangnya ahahaha! Isinya potongan tuna, selada merah dan hijau, telur, tomat, roti, jagung, potongan bawang bombai, dan sayuran lainnya.

Dan yang menurut saya nggak banget itu si Lasagne Bolognese ini. Baru kali ini saya nyobain lasagna nggak ada rasanya sama sekali. Saus bolognesenya yang sedikit pedas dan spicy hanya terasa di luar. Pasa menggigit potongan demi potongan yang terasa cuma hambar. Daging cincang di dalam lasagnanya pun nggak terlalu berbumbu. Hambar aja dimulut rasanya.

Yah at least, acara makan kali ini berhasil memuaskan rasa penasaran saya akan Izzi Pizza yang pernah hampir terkenal banget di Indonesia. Buat yang lagi iseng mampir, jangan lewatin Izzi Dough Ball-nya yaa...buat nyemil nagih banget deh!

Ngemil ala Le Gourmet

1 komentar

Yang paling saya suka dari kantor tempat kerja sekarang itu kalau ada yang ulang tahun pasti banyak makanan gratis melimpah hihihi...(tetep prinsip mahasiswa, GRATIIS IS NO. 1). Ada aja yang berbagi kebahagiaan dengan ngasi kita snack, lunch, atau es krim gratisan. Salah satunya kemarin managing partner saya ulang tahun dan beliau ngebagiin satu box kue dari Le Gourmet. Ini toko kue buat saya SUPER banget deh, karena kue-nya enak-enak banget. Beberapa kali kantor saya memesan kue dari toko ini juga. Entah karena sudah berafiliasi (hadeehh napa bahasa pajak dimana-mana hihi) atau karena memang kuenya enak. Menurut saya sih karena rasanya plus tampilannya juga.

Le Gourmet sendiri sepengetahuan saya ada di Jl. Mahakam II No. 2, Basement WTC Sudirman, Menara Niaga Lt. Dasar, Pondok Indah Mal 2, South Skywalk Lt. 1, Jl. Senopati No. 15, Jl. Kemang Raya 55, Jl. Johar IA, Menteng dan Plasa Senayan.

Mereka nggak hanya menjual kue kelas internasional, tapi juga kue-kue jajanan pasar Indonesia. Beberapa kue yang pernah saya cicipi diantaranya Macaroni schotel, eclairs, kue lemper, pastel, bolu gulung, risoles isi ragout, dll. Nah, ini dia kue yang menurut saya jadi andalan (karena memang tiap saya makan ini kue, pasti nagih bangeet..pengen lagiii hehehe..)

Ya Oloohh Eclairs ini kecil-kecil juara banget! Fla isinya lembut dan berasa banget susunya. cokelatnya walau pun cuma seiprit tapi rasa dark chocolate plus susnya kental sekali. Saya aja sampe minta lagi sama temen saya saking ga teganya nelen ini kue hihii...yummyy!!

Es Teler 77 Resto with its New Concept

10 komentar

19 Februari 2011

Since I’ve never been visiting the Es Teler 77 for several months ago, I was surprised to get an invitation to try a new concept of this “succeed family business resto” at Jalan Adityawarman No. 61, South Jakarta in a Food Blogger Networking Day. We’ve ever heard that Es Teler 77 is such a café, served many simple and fast food, such as Es Teler, Bakso, Nasi Goreng, Mie or Kwetiaw Goreng, or any kind of snacks. However, the now concept really served what the resto-concept should be. They served mostly Indonesian food, consists of appetizer, main course, and dessert. 


The appetizers start from Roti Bakar Coksuke and Busula, Pisang/Tape Bakar, Siomay, Otak-otak Goreng. 
 
"The unique name of this Coksuke is actually the acronym of Cokelat Susu Keju (Chocolate, Milk, Cheese) and Busula of Butter, Susu, Gula (Butter, Milk, Sugar). Crunchy, rich of butter, delicious!" 


For main course, among of them are Bandeng Bakar Si Nyo, Bandeng Goreng si Baba, Nasi Jelimet, Nasi Goreng Buntut, Tahu Telor and Lontong Pukang. There are also many kinds of Ayam Bakar, Soto Ayam, Mie and Bakso. 



"I love the apperance of this Tahu Telor. Savory with soft texture. Seducing me to eat more n more hehehe..."


"This ayam pukang is rich with peanut sauce. seems like a Gado-gado sauce but it's more sweeter." 


"This fish is sooo crunchy and savory. the meat texture such a bandeng presto. Chewy and yummy yummy..."


Rich of soy sauce in a grilled texture. Delicious. Yummy. Ahhh...I can't say more..."



For the desserts they have their ‘most-wanted’ drink Es Teler, Es Kelapa, many kinds of fruit juices, teh kocok, kopi kocok, etc. 

"This kopi kocok seems like a teh tarik. Lil bit sweet, not too coffee-like hehehe, but really fresh in the first sip! great!..."

The range of the food’s price is reasonable. For the appetizer the price start from IDR10,000 – 14,000; main course from 16,000 – 43,000; and desserts from IDR5,000 – 18,000. 

For the interior concept, they try to display an open kitchen concept with an esplanade and a bar inside the resto. It feels like eating in an open park. Very cozy and comfortable, and we can see the chefs cooking the food hehehe…Moreover, they choose brown as well as wood color as the dominant color of the furniture, it soon adds a calm-nature ambiance. Feels like home, rite!



Me with the Food Blogger...


 
So, spend your time and visit the new concept of Es Teler 77 Resto and get your stomach be spoiled!

JCF 2010 : Food Blogger's Dinner

1 komentar

Beberapa bulan lalu tepatnya Desember, saya mendapat undangan untuk mengikuti Food Blogger’s Dinner di Pop Up Resto & Lounge, 5th floor, Grand Indonesia. Acara ini merupakan salah satu rangkaian Jakarta Culinary Festival 2010. Senang banget bisa kumpul bareng semua food blogger yang notabenenya emang doyan makan dan doyan mengabadikan a.k.a motion makanan hehehe…

Selain ada talkshow tentang food photography, portal goorme.com dan demo membuat sushi, acara yang paling ditunggu oleh semua blogger adalah Food Dinner-lah! Waktu pertama kali dapet udangannya aja saya mau pingsan, bener-bener amazed bakalan dinner bareng food blogger, eh pasti dikasih tau akan tasting 7 menu dari chef-chef terpilih-nya JCF 2011, saya bukannya mau pingsan lagi, mau terbaanggg….subhanallaah *mata melotot *mulai ngeces #lebay ahahaha…

That’s a lifetime experience banget bisa nyobain 7 menu yang super luxurious dan heavenly delicious. Sebelum dinner, semua undangan duduk di meja panjang dengan semua peralatan perang…halah…peralatan makan nan segudang…gilaaa males banget deh makan aja rempong hihihi…untungnya mas-mas pelayannya baik ngajarin cara makan gaya bangsawan itu. Dan saya baru tahu susunannya itu di mulai dari garpu terluar. Ya ya ya, table manner saya kudu diasah ini kayaknya. Setelah itu datanglah bergantian makanannya. 
 


Makanan pembukanya adalah Balinese Chicken Salad with Coconut Vegetable and Sambal Matah by Fahmi Widarte - Corporate of Rotaryana Prima. Pertama kali masuk mulut yang muncul di otak saya adalah ‘ini urap atau salad’ (maaf sense makanan mahal saya lagi gak jalan hehehe) tapi benar ini mirip banget urap rasanya. Pedas, tekstur kelapanya sangat pekat bercampur dengan bau kunyit yang anyir setelah ditelan.

Makanan pembuka kedua adalah Braised Wagyu Cheek in Sweet Miso by Hugo Adrian - Executive Chef of Blowfish Kitchen & Bar. You know this is what I said the luxurious food! This food was great! Daging wagyu-nya empuuuuuuuukkk naujubillah deh! Seperti mengunyah daging ayam aja. Rasanya perpaduan manisnya kecap dan sedikit bumbu grilled. Lobak putihnya pun sangat lembut dengan rasa manis di lidah dan sedikit asin saat meluncur di tenggorokan. Pas banget rasanya!
 

Meluncur ke menu pembuka ketiga, kami disuguhkan Authentic Sultan's Tomato Cream Soup by Agus Ishermawan - Head Chef of Ismaya Group. Oke kali ini saya bilang ‘maaf’ untuk makanan ini. Saya tahu ini mahal tapi lidah nggak bisa bohong #korbaniklan. Tekstur krim tomatnya terlalu pekat dan rasanya pun sangat asam. Tambahan Foie Grass-nya lebih membuat perut saya mual. Mungkin kalau ada sedikit rasa gurih akan lebih netral di lidah. 

Setelah hampir ingin muntah gara-gara sup krim tomat (teman saya juga banyak yang merasa mual ahahaha) tadi, perut saya sedikit terobati dengan hidangan main course pertama, Red Shell Pasta with Duck Ragout, Pine Nut and Rocket Salad by Gianfranco Beltrame - Italian Chef De Cuisine at Casa D'Oro, Hotel Indonesia Kempinski. Pastanya kenyal, sausnya cenderung seperi campuran carbonara cuma terlalu pekat. Manis dan sedikit asam pas masuk tenggorokan. Pine nut-nya menjadi penetral rasa asam sausnya, karena cukup renyah dan gurih. 

Main course kedua yaitu Chilean Sea Bass by Sofyan Joshua - Technical Culinary Chef of Sukanda Djaya. I couldn’t say it in words, this dishes was great. A heavenly fish with a glorious taste!
 

Next main course is Short Rib, Truffle Demi Glaze, Charcoal Oil, Glazed Carrots, Potato Hot Foam and Nuts Fake Cous Cous by Ignacio Virgen Jimenez - Chef De Cuisine of Potato Head. Saya tahu tidak ada yang lebih heavenly selain nyobain daging rib yang super kenyal! Dagingnya super lembut dengan saus truffle yang sedikit berbau bakaran dan saus kentang yang pekat. Entah kenapa yang paling menarik buat saya itu adalah Glazed Carrotsnya, super manis, empuk, kayak makan permen aja rasa wortelnya!
 

The last is the dessert, Green Tea Cake Ala Tropicale by Rinrin Marinka - Artistic Chef. Cake ini benar-benar pengobat perut saya setelah dijejali dengan 6 makanan dengan beragam rasa yang mengocok perut saya hehehe. Lembut, green tea-nya terasa pahit saat gigitan pertama, tapi pas dikunyah rasa manisnya langsung memenuhi mulu saya. Yummmmmmmmmyyy!!! What a  heavenly cake

Ini dia para food blogger setelah kenyang hehehe!

 
 
 
Setelah puas makan, semua undangan boleh memesan minuman yang disediakan diantaranya Red Wine, White Wine, Lychee Martini, atau Mineral Water. White Wine was really completes my day that night! Dan semua food blogger pun saling bertukar blog, kartu nama dan foto bersama. What a great night! Great dinner! Thanks for Goorme.com. Wish I get the same invitation in JCF 2011 hehehe. Amin

Kafe Madtari, si Pengobral Keju dari Bandung

0 komentar

Saat ada kesempatan jalan-jalan ke Bandung saya menyempatkan diri mengunjungi kafe yang dari dulu saya idam-idamkan setelah melihatnya di salah satu acara rekomendasi kuliner di TV. Namanya Kafe Madtari, lokasinya di Jalan Rangga Gading 12, Dago, Bandung. Tepatnya di dekat Taman Flexi. Gak jauh dari situ deh. Keliatan banget kok tempatnya. Kafe ini punya 3  cabang salah satunya di Jalan Teuku Umar. Cuma yang di Rangga Gading ini yang lebih besar tempatnya dan lebih terkenal. 
 

Kafenya sepintas seperti kafe kaki lima, karena menu yang ditawarkan pun memang menu siap saji yang pas buat ngopi sore atau begadang sampai malam. Mulai dari roti bakar, pisang panggang, aneka indomie, aneka sandwich, dan makanan ringan lainnya. Minumannya juga bervariasi mulai dari es teh manis, beragam jenis minuman kopi, wedang jahe, jahe susu, aneka jus, dan aneka minuman beralkohol juga ada hehehe…

Namun, yang paling khas dari kafe ini adalah porsi kejunya pada tiap makanan. Konon, hanya di kafe inilah penjualnya rela ‘obral’ keju sebanyak-banyaknya. Dan betapa terkejutnya pas saya memesan indomie telor kornet keju, ternyata kejunya super banyak gila!

Ini dia indomie telor korned keju yang jadi andalan!




Harga makanannya pun bervariasi, cenderung sangat murah. Seporsi aneka mie dibanderol hanya 3 ribu. Untuk mie rebus plus-plus, misal plus telor, plus kornet 8-13 ribu saja. Makanan lainnya macam roti bakar, sandwich, pisang gencet sekitar 5-8 ribu. Minuman hanya 3 ribu saja untuk the, kopi mulai dari 5-8ribu, wedang 5 ribu, jahe susu 7 ribu, dan aneka jus 8 ribu saja. Murah banget deh!

Suasana kafenya ramai banget pas saya bertandang malam hari sekitar jam 8 malam di hari Sabtu. Kafenya terdiri dari bagian outdoor dengan meja-meja panjang da bagian indoor dengan beberapa kursi dan meja bundar serta area lesehan di paling belakang kafe. Namun sayangnya, kafe ini tidak di dukung fasilitas toilet yang memadai. Dan cenderung terlihat kotor lantai di bagian dalam kafenya.

Breath-takingly Cupcakes Gift!

0 komentar

14 February 2011


As I was arriving in my office and turning on my Yahoo Messenger, someone from Goorme.com, a food portal that I love the most, announced me to win the Share Cupcakes and Cakes Competition that be held a week ago.  
Yaaaaaaaaayyyy….I was soo happy that I win the competition. I really didn’t expect to win, because this competition was depending on the number of people who ‘LIKE’ the Goorme Fan Page on Facebook.  
I thought this was –fortunately– I won hahaha….I was so excited when the team told me to take the gift at the Charcoal, Grand Indonesia 5th Floor. Then, on Sunday, February 14, on the afternoon traffic of Jakarta, I went there and yaaayy….the cupcake was breath-takingly-cute, tasty and nice! The texture of the cake was as soft as a chiffon cake with a delight chocolate taste but not too bitter, as same as the icing green, so creamy and sweety. Totally delicious! 
I really amazed with the writing on the top of the cupcake 'GOORME LOVE YOU XOXO'

Sate Maranggi & Es Kelapa Muda Cibungur

0 komentar

Selasa, 16 November 2010

Kalau misalnya kalian sedang berpelesir ke daerah Jawa Barat dan melewati daerah Purwakarta, jangan lupa mampir ke the hottest sate in town "SATE MARANGGI CIBUNGUR". Minggu lalu saya berkesempatan mampir ke tempat yang heboh banget di omongin ibu saya ini. Katanya sate maranggi dan es kelapanya T.O.P B.G.T deh! 

Akhirnya setelah perjalanan panjang dari Subang, setelah menghadiri pernikahan sahabat saya, saya dan keluarga mampir kesini. Ternyata tempatnya luas banget, dari jauh asep udah ngepul kemana-mana. Walaupun lokasinya di pinggir jalan, tapi tempatnya lumayan nyaman buat makan, karena mejanya besar-besar gitu. 



GPLC 2010 : Part V, Special Edition FOOD ADDICT

0 komentar


Selasa, 02 November 2010


Nah, sekarang giliran sesi makanan hotel…siap-siap ngiler lihat gambarnya yaaa. (gak tau sih kalian pada ngiler atau enggak hehehe). Sebenernya, nggak semua makanan yang saya makan, saya foto sih, abis kadang2 kalo pagi hari, telat bangun dikit aja, bos udah teriak2. Alhasil, saya jadi makan terburu-buru. Ini beberapa makanan di Café Gran Via, Hotel Gran Melia lt.2 yang berhasil saya makan dan abadikan hehehe…rata-rata sih makanan sarapan pagi semua.

Bubur Ayam

Gara-gara saya dan teman-teman kantor baru pertama kalinya masuk Gran Via, kita jadi bingung saking banyaknya makanan sarapan yang tersidang. Males banget muterin meja prasmanan nan panjang. Alhasil pas nemu bubur ayam, ya udah saya langsung  endok aja yang banyak hahaha…





GPLC 2010 part IV: Special Edition FOOD ADDICT

0 komentar


                                                                                                                                                                        Senin, 01 November 2010

Waw, it’s been so long I haven’t write about my culinary tripactually I’ve done some culinary tasting several weeks ago, especially when I stayed @ Gran Melia Hotel Jakarta during the Global Peace Leadership Conference 2010 . Wooww…that’s the very unforgettable experiences when all those heavenly food slipped in my mouth…sluurrrrppp…ya iyalah siapa yang nolak selama seminggu dikasih makanan enak di hotel bintang lima booo…apalagi denger-denger nih per orang itu sekali makan dikenakan 300 – 500 ribu aja….buseeetttt *mata saya mau loncat keluar aja nih! Gila, kalau misalnya tuh duit boleh diuangkan, mendingan duitnya buat saya beli sepatu aja dah, dapet kali dua puluh pasang.

But, before I starting to make you feel jealous of ‘the food made in heaven’, saya mau certain dulu tentang makanan yang saya makan selama di kantor. Ituangannya sebelum saya pindah ngantor di hotel, saya kayak orang kelas bawahlah, makanannya delivery mulu, pas masuk hotel langsung derajat saya naik tingkat tinggi banget hihihi…*bangga dikit boleh dong atoo saya yang norak ya hwehehehe…

Chinese food 100% Halal @ The Rych Concept

1 komentar

Sabtu, 09 Oktober 2010


Sabtu minggu lalu (02/10) saya dan teman-teman volunteer Global Peace Festival bertemu untuk meeting acara Global Peace Leadership Conference 2010 di restoran The Rych – NanXiang & Northern Chinese Cuisine, Pacific Place Sudirman, Lt. 4, unit 52A, letaknya pas disebelah resto Nanny’s Pavilion. 


Kalau restoran China biasanya menunya pasti berbau China dan mengandung minyak-minyak tidak halal, entah pork or dog. Tapiii di resto ini semuanya halal lho! U don’t have to worry about anything you eat in this resto…


Menunya lengkap mulai dari main specialties, hongkom dimsum, appetizer, fresh seafood, aneka tofu dan boiled vegetables, soup, la mian, fried rice serta dessertnya.

Menu yg kita coba malam ini Angsio Tahu with Jamur Linzo dalam Sapo


The Kafe Betawi

0 komentar

Kali ini saya mencicipi cita rasa khas Betawi di sebuah kafe bernama Kafe Betawi. Lokasinya di lantai dasar Mal kelapa Gading 1, pas pintu masuk kelapa gading 1 yang dari arah La Piazza, kalau kamu nengok ke sebelah kanan, ada kafe bernuansa rumah Betawi berwarna putih susu dan hijau dekorasinya. Nah, itulah Kafe Betawi. 


Masuk ke kafe ini berasa masuk ke rumah Betawi jaman si pitung tapi versi modern…dinding2nya dihias ornament kain Betawi dan ukiran-ukiran jendela khas Betawi gitu deh…tempat duduknya juga nyaman karena semuanya sofa.

Makanannya jangan ditanya, pasti mayoritas makanan khas Betawi. Ada soto Betawi, gado-gado Betawi, sate Betawi, nasi Rames telor dan banyak paket nasi lainnya sih. Minumannya juga variatif ada beragam juice buah, soda dan ada satu minuman yang unik banget namanya jus Betawi. Jus ini campuran tape, santan kelapa, kelapa, gula merah dan alpukat..


Nah, ini dia Soto Betawi campur..isinya semua mulai dari daging, empal, paru, tetelan, kentang kerupuk…



Hometown Sundanese Food...

0 komentar

This time to share my hometown's food. Saya asli Pandeglang, kampung saya terletak di Ciekek Karaton, Pandeglang. Seneng banget kalo udah pulang kesini, karena selain suasana kampungnya, kekeluargaannya dan makananannya! makanan-makanan dan kue-kuenya selalu bikin saya rindu, soalnya di Jakarta nggak ada yang jual hehehe...

Nah, this one called Soto Lontong...actually I've never been tasted it before, but fortunately, this year I got a chance to try this hehehe...tumben banget tante saya menyuguhkan makanan uyang biasanya di makan di pagi hari. Sepintas mirip lontong sayur..tapi ternyata kuahnya kuah soto lho...agak pedas dan aroma rempah-rempahnya berasa banget, dilengkapi dengan mie soun, lontong dan tahu...great for breakfast!



The Pancake Parlour

0 komentar

Hmm...kali ini saya muter2 ke daerah depok, tepatnya di Margo City Depok...sebenrnya iseng karena udah biasa main disini tapi mau cari makanan baru...eh untungnya ada restoran baru namanya THE PANCAKE PARLOUR...ini resto dessert sih...karena yang disajikan memang beragam jenis pancake...menunya beragam banget...mulai dari FRUIT PANCAKES yang mayoritas toppingnya buah-buahan, terus ada SWEET PANCAKES, kalo ini mayoritas toppingnya ice cream dan selai beragam rasa, lalu kesukaan saya nih CHOCOLATE LOVERS pastinya toppingnya cokelat semuaa, ada yang campur es krim, buah dan cokelat potongan jugaa...yummyy deh... 

Range harganya agak sedikit mahal sih mungkin karena ini resto Australia kali yah...untuk menu pancake harganya mulai dari 28 ribu - 35 ribu per porsi...ada juga menu-menu ringan lainnya kayak kentang goreng, sosis goreng dan cemilan-cemilan gitu mulai dari 15 - 20 ribu...untuk minumannya mulai dari 15 ribu - 25 ribu juga...

Rasa pancakenya secara general sih lembut adonannya apalagi kalo makannnya sama toppingnya, tapi agak kurang enak kalo toppingnya udah abis terus kita makan pancakenya aja, karena rasanya kayak makan kue pancong aja hehehe...but worth to try sih! Jangan lupa mampir aja lokasinya di sebelah Starbucks Coffe Lt. Dasar Margo City, Depok...

Ini dia the pancake that can't be rejected hehehe...Ini namanya Chocolate Sensation




ini Strawberry sensation...


This is CHOCOLATE FUDGE...




Breakfasting @ Restorante La Finestra

2 komentar

Having a good quality time with my best friends and my classmates of Non Dik B 2006, English Literature, UNJ. We had a fasting break at Restorante La Finestra Pizza & Pasta, located in Tosari, near American Grill and Kinotaki Resto. The resto is so cozy and the food is sooo Italy...Actually this is a Italian resto, specialty in Italian Pizza & Pasta...The pizza here is very crunchy with many variants. They also have drinks, mocktails, and freshly smoothies...

This is named with Primavera Pizza, topped with pepperoni beef...so crunchy and beefy.



Berburu Mie di Jakarta Fashion & Food Festival 2010

0 komentar

Wah, akhirnya saya berhasil menjajal kuliner di Jakarta Fshion and Food Festival 2010. Acara tahunannya Mal Kelapa Gading ini memang selalu happening dan been waiting tiap bulan Mei. Di acara ini nggak hanya festival fashion tapi juga festival makanan. Mulai dari acara wine and cheese tasting, promo dsikon semua gerai makanan, lomba makan, sampai yang paling ditunggu itu Kampoeng Tempoe Doeloe-nya yang bertema beda-beda. Kampung Tempo Doeloe berlokasi di area taman outdoor-nya La Piazza, Kelapa Gading.

Di kampung ini suasananya benar-benar dibikin seperti jaman kampung Betawi jaman dulu. Lengkap dengan food stall bergaya Betawi jadul dan aksesoris seperti gerobak-gerobak makanan Betawi jaman dulu. Tema kuliner tahun ini 'MIE NUSANTARA' jadi rata-rata makanan yg ditawarkan ya mie dari seluruh Indonnesia...

Fro-Yo Party @ Blue Apple, Pelangi

0 komentar

Nah, sesi kuliner kali ini adalah makan frozen yoghurt di Blue Apple, Plaza Semanggi. Ini salah satu gerai frozen yoghurt dengan sistem timbang  yang pertama di Jakarta. Kalau biasanya kita beli frozen yoghurt sudah ada ukuran dan toppingnya hanya tertentu, yang ini beda. Semuanya bersistem self serving, Jadi kita bebas  ambil sendiri yoghurt yang kita mau, ada cup small dan medium, terus toppingnya juga beragam mulai dari segala jenis cokelat chip, biskuit, selai, buah-buahan, sampai kue kering kayak brownis juga ada lhoo...kalau sudah ambil froyo dan toppingnya baru deh si pelayannya menimbang ukuran froyo yang kita ambil. Harga per 100 gramnya Rp150, yaa lumayan murahlah...di Blue Apple juga nyedian menu lain sperti pancake dan waffle yg toppingnya bisa kita pilih sendiri juga lhooo....

Saya kesini hari Jumat lalu, tgl 26 Feb 2010 sama sahabat2 terbaik saya, Fijar, Putri, Puput, Aki, Neneng dan Neno. Kebetulan kita di traktir fijar yeeaaayyy...alhasil kalaplah saya ngambil tuh froyo,  sepenuh mungkin diisi cupnya (gak mau rugi lhaa, ada yg mlih yoghurt rasa blueberry, mixberry, dan plain juga...yg jelas semuanya enaakk, apalagi toppingnya...si Putri dan Neno malah nggak kira-kira ambil toppingnya hahaha.. But Good Job Put,  kita tetep bisa makan rame-rame tuh froyo hahaha...

ini fro-yo hasil kreasi saya hehehe...



Enak banget sih yoghurtnya, cuma yaa sepintas nggak jauh beda sama froyo-froyo yang udah marak banget jadi cemilan anak muda baru jaman sekrang lahh...mau liat kayak apanya si Blue Apple froyo,  nih dibawah foto-fotonya yaa...jangan lupa mampir ke Blue Apple Plaza Semanggi, Lantai Dasar di seberang ATM Center...




another menu, fruit pancakes 




 
  • Eating Until Die © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Web Hosting , Blogger Templates and WP Themes