PALM COURT at THE NEW FOUR SEASONS HOTEL JAKARTA

0 komentar


Last week, I had my lunch with a new friend of mine at Palm Court, one of the restaurant at the newly opened Four Seasons Hotel Jakarta-Gatot Subroto. You might heard this five stars hotel before when it was still resided at Kuningan, and now they’re move to Gatot Subroto area with new concepts. My visit was short that time so this is only a short review of what I had in Palm Court and a little sneek peek of what the new Four Seasons has in store. 


Palm Court is a social, all-day dining room that offers a true immersion into the world of Four Seasons, Palm Court exudes modern, sophisticated style and innovative culinary talent, all while making guests feel at ease. 

It's all indeed that Palm Court will be the new sophisticated all-day dining restaurant with great ambiance and service. I was so impressed by their grand design, a rotunda dining room with high-back green armchairs, which my friend called it as "the King's Chair" and of course their majestic chandelier, hanging from the 13-metre (43-foot) cupola ceiling inspired by the Bismarck Palm Tree. They have also an outside area with lush gardens' view completed by a terrace and lounging pavilions. All these area both indoor and outdoor were perfectly designed not only as an all-day dining for the in-house guests but also opened publicly for people who wish to have a great lunch with business associates, relax over afternoon high tea or simply have a sumptuous dinner before coming back home. 



Palm Court offers contemporary dishes inspired by flavors and ingredients from Indonesia and beyond. I could see a range of Western dishes here from fresh salad, pasta, to a tasty steak and touch of Indonesian from laksa, rendang into wok-fried nasi goreng in an upscale style. They also serve a range of wine and creative cocktails during the evening hours. If you look at the above picture, you might wonder where the buffet tables are? Well, this is the thing people should note about Palm Court. They're not an ordinary all-day dining restaurant as you can see in most of the hotels, Palm Court serve dining in an ala carte way (for lunch and dinner) but people could still enjoy an all you can eat dining similar to others hotel's all-day dining restaurant for breakfast with a special breakfast menu. 

Tuna Tartare - 195K
The best thing about this resto is they really concern about the appearance of their food, thus people won't feel that they're dining in an all-day dining restaurant. They even made this simple appetizer very impressive with a dry ice show. I really love this Tuna Tartare, made from fresh and juicy tuna, moist avocado, tomato, nori chips and soy lime dressing which made overall taste of this dish was super refreshing for opening my lunch. 



Indonesian Lobster Laksa - 375K
I never expected that lobster could be this good combined with laksa. This Indonesian Lobster Laksa was incredibly delicious. Everything I expect of good laksa was presented here. Tasty broth with thick coconut milk, super juicy lobster meat and good condiments from fried shallots, leeks, lime, to a tasty Indonesian sambal. No wonder this one became one of Palm Court's signature dish. 



Grilled US Prime Beef Tenderloin - 520K
A 200gr grilled US prime beef tenderloin served with mashed potato, roasted vegetables, and peppercorn sauce. Juicy and tender with signature sauce, who will complaint for this tasty dish?! 


Drinks
Try their Coconut Yoghurt and surprisingly it was so yummy. A mix of plain yogurt with coconut water and milk. I could taste a twist of salty and sweet in the same time but super refreshing. And oh, even their Iced Tea was also unique, they used a real iced tea cube for best sensation of iced tea. Cool idea!


Overall, I really enjoy having lunch here. I feel like nothing to complaint from the service, food to price. They're all well-worth for a sophisticated and luxury service in this newly opened hotel. I should back here to try their room. It's totally super beautiful and impressive room and hotel designed I've ever saw! Psssst, all of their room was a suite room. It's a very well-worth spend if you stay here, pay deluxe, get suite. Good deals right!

Here's the sneek peek of what the new Four Seasons have in store. 

Grand Lobby

Their stylish and girly cake shop, The Patisserie

Business lounge area, The Library

The ROOMS!

Anyway, thank you so much Mba Fujita Murni for hosting me. Looking forward to work with you in the future ;-) Success for Four Seasons Hotel as well.

Palm Court 
Four Seasons Hotel Jakarta
Lobby Level, Capital Place
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 18
Kuningan Barat, Jakarta Selatan
Ph. +62 212277-1888

Opening Hours:
Breakfast 6.30 - 10.30 AM
Lunch 11.30 AM - 2.30 PM
Dinner 6.00 - 10.00 PM
Brunch (sunday only) 11.00 AM - 3.00 PM

Seats:
Indoor: 62
Outdor: 88
Private Dining Room: 10
Attire: Casual

BANGKA-BELITUNG TRAVEL GUIDE #PART1

0 komentar


Tahun ini sebenarnya saya lagi nggak kepikiran buat traveling lagi setelah dari Bali Maret lalu dan it cost me a lot traveling with a baby hahaha…but miracle does happen, kantor saya ngadain outing ke Bangka meen! Seneng banget lah bisa traveling gratisan plus lanngsung kepikiran buat extend ke Negeri Laskar Pelangi a.k.a Belitung yang dari dulu sudah ada di bucket list. Ya meskipun, sebenarnya acara di Bangka overall banyakan lebih formal ke acara kumpul-kumpul kantor, tapi di beberapa waktu senggang saya bisa nyelip kabur untuk eksplor kota asal martabak Bangka yang racunnya sampai ke Jakarta hahaha…

So, here’s a glimpse of thoughts yang saya pikir mungkin bermanfaat bagi kalian yang mau traveling ke Bangka atau Belitung (saran saya sekalian dua-duanya!)

WHY?

Ya soalnya Bangka & Belitung deketan bangeet booook! Kayak Jakarta ke Bandung. Via udara hanya 45 menit, via laut sekitar 1 jam, via darat agak nggak recommended karena bisa lebih dari 1 jam. The most important things Provinsi Kepulauan Bangka & Belitung ini memiliki beragam kekayaan budaya, sejarah dan kuliner yang nggak ada di temmpat lain. Misalnya pantai, Cuma di pantai-pantai di Bangka Belitung aja kamu bisa nemuin di tengah-tengah laut ada batu segede-gede gaban yang entah dijatohin dari pesawat apaan, haha just kidding! But for sure men, I’m amazed when seeing how gigantic those stones in the middle of the sea. Masih heran asalnya dari mana, ada yang bilang itu hasil bentukan pecahan karang bertahun-tahun yang lalu (gila berapa tahun lamanya sampai bisa menjulang tinggi gitu??!!) Tapi emang kalau nanya langsung, even ke tour guide saya, mereka pun nggak tau asal muasal sebenanrnya batu tersebut. The other reasons kalau buat saya pasti kulinernya sih, penasaran aja gimana aslinya martabak Bangka disana secara disini versi KW-nya banyak banget. The other reason is I miss to wear my bikini hahaha! *plisabaiakanaja

HOW TO GET THERE

Ada banyak penerbangan PP dari Jakarta menuju Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Bangka atau Bandara HAS Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, Belitung. Bisa via Garuda, Citilink, NAM Air, Lion Air ataupun Sriwijaya Air. Untuk low cost airlines, rata-rata mereka punya 3-5 flight schedule setiap harinya, sementara yang mid to high budget seperti Garuda & Citilink hanya ada 2 penerbangan setiap harinya dan rata-rata di pagi hari. Jika kalian ingin  terbang ke Belitung dari Bangka seperti yang saya lakukan, pilihan pesawatnya hanya ada NAM Air dan Garuda Indonesia. Itupun menggunakan pesawat tawakal a.k.a pesawat baling-baling kecil yang bikin mulut kecap-kecap baca doa setiap kali manuver hahaha….

Di depan pesawat baling-baling bambuuuu hahaha...

Baik Bandara Depati Amir maupun Bandara HAS Hanandjoeddin keduanya merupakan bandara yang kecil, lebih kecil malah daripada bandara Lombok yang pernah saya singgahi. Dan seperti bandara-bandara kecil di pulau kecil lainnya, jangan heran kalau sesampainya disana kalian melihat kerumunan warga sekitar yang heboh melihat orang-orang baru turun pesawat dibalik pagar pembatas bandara. Berasa turis dari mana gitu, saya hahaha…



TRANSPORTATION

Bangka dan Belitung itu pulau kecil, jadi jarak dari bandara ke tengah kota pun alhamdulillah dekat sekali. Dari Bandara Pangkal Pinang ke pusat kota hanya sekitar 10 menit, sementara dari Bandara Tanjung Pandan, Belitung Barat ke pusat kota juga sekitar 10 menit. Bedanya Bangka dan Belitung kalau sepenglihatan saya masih lebih maju Belitung dari segi transportasi. Di Bangka, angkutan umum alias angkot sangat sulit sekali, ada sih tapi lewatnya jarang, bisa 1 jam sekali. Satu-satunya transportasi yang paling mudah diandalkan hanyalah taksi dan Cuma ada Blue Bird di Bangka yang armada juga Cuma 50. So, bisa dibayangkan betapa perjuangan saya untuk kabur dari acara kantor disana lumayan heboh hahaha….Tapi enaknya, kalau pesan Blue Bird si drivernya mau kok nungguin kita pas keliling-keliling, ya walaupun argo lumayan bikin emosi tapi at least kan nggak usah turun naik dan cari taksi lagi.

Kalau di Belitung, karena kotanya lebih ramai dan maju, angkutan umum saya lihat lebih banyak. Namun, tetap saya sarankan pakai taksi untuk lebih memudahkan mobilisasi atau jika kalian disana datang per grup ada baiknya sewa travel deh, jadi kemana-mana bisa diantar dengan mobil sewaan. Sayapun memilih menggukan jasa travel agent karena untuk menjangkau tempat-tempat wisata seperti Sekolah Replika Laskar Pelangi yang letaknya di Belitung Timur (jauh dari pusat kota Belitung Barat) membutuhkan waktu sekitar 1.5 jam dan tidak ada transportasi umum disana. Mayoritas penduduk, menurut tour guide saya, memang wajib mempunyai kendaraan pribadi minimal sepeda motor. FYI, Bangka & Belitung sudah mulai seperti kota mati di atas jam 9 malam. Dulu saya pikir Jogja yang lebih ‘matí’ ternyata disini lebih parah hahaha…Jangan heran kalau menjelang jam 9 malam kalian mulai merasakan kota ini tidak berpenghuni (paling hanya beberapa coffee shop 24 jam yang buka), but that’s the way I love the small city. Di malam seperti ini saya bisa merasakan betapa tenangnya kota ini tanpa hiruk pikuk kemacetan dan hingar binger kota seperti Jakarta. Dan oh, satu lagi, meskipun sepi banget di malam hari, tingkat kriminalitas dan kejahatan di dua kota tersebut sangat minim loh. Jadi, saya aman-aman aja tuh jam 11 malam keluyuran ke coffee shop di Bangka dan Belitung hehehe…

ACCOMODATION

Meskipun pulau kecil, tapi akomodasi untuk wisawatan disini sudah cukup baik. Di Bangka, ada Novotel berbintang lima yang letaknya hanya 5 menit dari Bandara Depati Amir. Beberapa yang recommended lainnya seperti Menumbing Heritage Hotel, Novilla Boutique dan Parai Beach Resort. Di hampir semua lokasi pantai di Bangka sih sekarang sudah banyak terdapat penginapan yang kamu bisa searching di google kok. Sementara di Belitung, penginapan dan hotel bintang 5 sudah lebih banyak dari Bangka. Saya sendiri kemarin menginap di Belitung Inn ditengah pusat kota, dengan harga per malam-nya sekitar IDR276.000, penginapan ini sangat nyaman sekali untuk kelas hotel bintang 1. Berikut sedikit foto-foto Belitung Inn yang berhasil saya aabadikan (kalau Novotel Bangka sih searching sendiri aja lah di internet yaaa hehehe)
 Deluxe Twin Bed dengan additional bed di Belitong Inn

 My Novotel Deluxe Double Room in Bangka

WHAT TO SEE IN BANGKA

Pertanyaan nomor satu saya sebelum terbang ke Bangka, ada apaan ya di Bangka? Sempet skeptis kalau kota ini nggak punya tourist places yang asik kayak Belitung, tapi pas sampai sana ada beberapa yang cukup recommended untuk dikunjungi. Ini beberapa tempat yang saya kunjungi:

Pantai Pasir Padi

Pantai ini terletak sekitar 7 km dari pusat kota Pangkal Pinang kearah Air Itam atau sekitar 1.5 jam berkendara. Pantai ini dinamakan pasir padi karena teksturnya pairnya yang padat seperti gundukan padi. Sayangnya, cuaca Bangka sepanjang saya berkunjung kesini lagi tidak bersahabat, mendung dan membuat saya tidak bisa menghasilkan foto pantai yang bagus. Disini kalian juga bisa menyantap hidangan laut khas Bangka di restoran terbesar di area ini, Aroma Laut.


Pantai Tanjung Pesona

Pantai Tanjung Pesona ini jaraknya sekitar 5km dari Pantai Pasir Padi, menempuh sekitar 1 jam berkendara dengan kendaraan pribadi. Di area pantai ini terdapat Tanjung Pesona Resort yang lokasinya biasa dipakai untuk tempat outbond. Pemandangan alam pinggir pantainya pun cukup indah dengan bebatuan besar tipikal pantai-pantai di Bangka-Belitung menghiasi bibir pantai.


Pantai Parai Tenggiri

Pantai Parai Tenggiri ini bisa dibilang pantai termahal dan tercantik seantero Bangka. Why? Soalnya hanya disini masuk pantai kita harus bayar. Wew! Wajar aja karena pantai ini sebenarnya sudah masuk dalam kawasan resort bintang 4. Cukup membayar 25 ribu yang dapat ditukarkan dengan juice atau soft drink, kamu dapat menikmati indahnya pantai yang dihiasi bebatuan cantik disetiap sudutnya. Saya sih suka banget sama pantai ini, karena semua spot-nya instagrammable. Cuma sayang nggak berapa lama mendung dan hujan hahaha gagal deh ambil foto narsis banyak-banyak!


Pantai Tikus & Vihara Puri Tri Agung

Pantai Tikus bisa dibilang merupakan pantai paling panjang di kota sungailiat, Bangka. Karena masih hujan setelah dari Pantai Parai Tenggiri, kunjungan ke Pantai Tikus sangatlah tidak maksimal. Sampai-sampai tidak bisa memotret sama sekali! Huh! Btw, pantai ini jaraknya Cuma 5 menit dari Parai Tenggiri dan disini terdapat penangkaran penyu hijau juga lho! Kalau tidak hujan, kamu juga bisa bermain water sport disini karena ombak disini tergolong cukup bersahabat.

Masih di area Pantai Tikus, terdapat Pagoda Vihara Tri Agung. Vihara cantik ini sudah dibangun sejak 12 tahun yang lalu lho. Arsitekturnya pun sungguh cantik dan mewah di dalamnya. Saya sendiri takjub akan keindahan arsitektur dan desain kubahnya yang tak hanya megah tapi juga artistik. Dari atas vihara ini pula kita bisa melihat keindahan Pantai Tikus yang cantik. 

 


 WHAT TO EAT IN BANGKA

Urusan kuliner is actually on my TOP LIST! Messkipun waktunya mepet banget, sebisa mungkin pas outing kemarin saya kabur mencari kuliner khas daerah ini. Ini beberapa rekomendasi tempat makan/kafe/resto yang WAJIB kamu kunjungi di Bangka. 

Waroeng Kopi Tung Tau

Warung kopi legendaris paling terkenal seantero provinsi Bangka ini memang melegenda. Sudah berdiri sejak 1938 dan kini cabangnya sudah memenuhi hampir seluruh kota Pangkal Pinang. Kedai aslinya ada di Jalan Muhidin No. 87, namun berhubung di dekat hotel tempat saya menginap, Novotel, ada juga, jadinya saya mampir ke kedai yang terdekat. Hanya 5 menit jalan dari hotel. Wajib cobain Kopi O dan Kopi Tariknya plus roti bakar sebagai teman nyemilnya. More review here


Mie Koba

Bangka-Belitung memang paling terkenal sama kuliner mie-nya. Cobain Mie Koba yang kuhanya terbuat dari olahan ikan tenggiri, sedikit berbau tajam namun nikmat sekali. More review here.


Otak-otak Ase

Jangan cari pempek kalau di Bangka, pasti kamu bakalan di kasih otak-otak sama penduduk asli sana. Karena di Bangka, pempek itu sama dengan otak-otak. Otak-otak di kepala saya ya memang otak-otak ikan yang kayak kebanyakan dijual di Jakarta sih, tapi di Bangka jenisnya lebih banyak. Ada otak-otak rebus, otak-otak bakar, otak-otak goreng sampai otak-otak kulit ikan. Wajib coba karena rasa ikannya bener-bener terasa dan kenyalnya beda banget sama yang saya biasa makan di Jakarta. Otak-otak Ase ini salah satu warung otak-otak yang paling terkenal di Bangka. More review here


Martabak Bangka

Ini yang paling MANDATORY! Ke Bangka nggak nyobain martabaknya, kayak ke Palembang nggak nyobain pempek kali ya. Di kota Pangkal Pinang hampir di setiap pinggir jalan ada penjual martabak Bangka, namun yang paling terkenal itu Martabak Acau 89 di Jl. Soekarno-Hatta no. 9. Saking terkenalnya martabak ini sebelum jam 8 malam sudah ludes des des! Saya aja hanya sempat nyobain punya teman, karena pas kesana menjelang jam 8 sudah tutup. But in fact, the martabak was HOLY BOMB! Enak gila sih, pake mentega wisjman, gurih banget, teksturnya juga menul-menul enak gimanaaa gituu hahaha...menurut saya sih sedikit beda dengan kebanyakan martabak Bangka di Jakarta. But that's my opinion, kudu ke Bangka dulu lho kalau kamu mau buktiin hehehe...


Seafood

Karena kotanya dekat laut, wajar kalau makanan laut a.k.a seafood jadi masakan paling banyak di jual disini. Restoran seafood itu bertebaran sepanjang Pangkal Pinang. Salah satu yang menurut saya enak adalah Restoran Aroma Laut di Pantai Pasir Padi dan Restoran Neo Raja Laut di Jalan Sam Ratulangi. Kalau di Aroma Laut, wajib nyobain Seafood Tom Yam-nya yang disajikan di dalam batok kelapa asli. Kuahnya segar sekali karena menggunakan air kelapa asli. 

seafood fiesta di resto Aroma Laut, Pantai Pasir Padi


Sebenarnya yang saya sesali adalah tidak bisa mencicipi mie bangka yang asli Bangka, karena kebanyakan mie bangka yang tersohor disini disajikan non-halal dan saya yang Muslim begini mana mungkin mencicipinya. Pun kalau ada yang halal, kemarin sangat tidak sempat sekali mencari keda mie bangka yang halal. Next visit wajib nyari yang halal!

Nah, segitu dulu panduan singkat jalan-jalan di Bangka ala saya hehehe...setelah ini saya akan menulis lanjutan panduan singkat What to See & What to Do in Belitung. Don't miss it ya!!

 
  • Eating Until Die © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Web Hosting , Blogger Templates and WP Themes